Sun11192017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

Industri Sawit Indonesia Makin Terancam

alt
Ratusan Petani Keluhkan Harga Sawit Anjlok

Medan, (Pelitapos). Sejumlah pengusaha dan petani kelapa sawit di Indonesia, khususnya daerah Sumatera Utara (Sumut) melakukan protes keras pernyataan Menteri Ekologi Perancis, Segolene Royal yang mengajak masyarakat agar tidak mengkonsumsi salah satu produk coklat di negara tersebut karena mengandung minyak sawit.

Read more:

Dukung KAA, Telkom Sediakan 20 Gbps Akses Internet

alt

Bandung ,(Pelita Pos)- Memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan diselenggarakan di Bandung dan Jakarta, Telkom menghadirkan konektivitas 20Gbps akses internet, mobile broadband Telkomsel, dan 500 access point Wifi Indonesia Wifi yang tersebar di seluruh venue.

Sebanyak 190 negara Asia-Afrika diperkirakan akan menghadiri acara puncak KAA, yakni napak tilas KAA 1955 dengan berjalan kaki dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka lalu ke Alun-Alun Kota Bandung. Telkom berkomitmen untuk mendukung suksenya peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika.

Perhelatan KAA ini terdiri dari rangkaian kegiatan business summit, leader summit, smart city summit, dan carnival, yang diselenggarakan di dua kota. Sebagai mitra telekomunikasi, Telkom menyiapkan infrastruktur ICT kelas dunia selama konferensi berlangsung pada 19-24 April 2015.

Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, mengatakan bahwa perusahaan telekomunikasi milik negara ini memfokuskan dukungan pada tiga hal, yaitu people, process, dan technology.

Telkom menyediakan infrastruktur ICT dan perangkat penghubung jalur komunikasi yang tersedia di Jakarta maupun lokasi-lokasi sekitar Bandung.

Untuk layanan internet, Telkom menyiapkan konektivitas 20Gbps akses internet, mobile broadband Telkomsel, dan 500 titik akses. “Di mana 10 Gbps untuk processing, dan 10Gbps untuk backup,” terang Awaluddin saat Apel Siaga Dukungan Telkom untuk KAA di Jakarta (16/4/2015).

Sementara untuk layanan voice, Telkom menyediakan sambungan langsung internasional (SLI) dan telepon kabel, dukungan tiga Combat dan 12 Combat Roda untuk penguatan sinyal Telkomsel serta layanan 4G LTE.
Khusus untuk layanan ICT di Media Center, Telkom menyajikan layanan yang meliputi Astinet 14Gbps, layanan LAN lebih dari 500 titik, akses WiFi id, SNG, dan penguatan sinyal.

Pada event internasional ini, Telkom berharap semua layanan dapat berjalan lancar. Seluruh layanan bisa dinikmati oleh para delegasi KAA dari berbagai negara dalam mengikuti aktivitas kegiatan konferensi.

(PP/rel/)

Telkom Sediakan Infrastruktur "Broadband Ports" 18 Pelabuhan

alt

(ANTARA FOTO/Sib Saiful Bahri)

Surabaya,(PelitaPos)-TELKOM DIGITAL SEAPORT SOLUTION: Head of Business and Marketing Proyek Bisnis Maritime Information and Comunication Technology and Logistics Electronic Services (Probis Miles) Jati Widagdo (kanan) menjelaskan aplikasi Telkom Digital Seaport Solution kepada pengunjung pada Indoport Expo 2015 di Grand City, Surabaya, Jatim, Jumat (6/3). Dukungan Information Communication Technology  (ICT) Telkom untuk pengembangan sektor maritim Indonesia yang meliputi Maritime Logistic, Maritime Fishery dan Maritime Defanse, mulai dilakukan sejak 2014 lalu.Perseroan Terbatas Telkom pada 2015 menyediakan infrastruktur "broadband ports di 18 pelabuhan Indonesia untuk mendukung program pemerintah yang fokus mengembangkan sektor kemaritiman.

"Untuk merealisasi program itu, perusahaan menginvestasikan dana hingga Rp 90 miliar. Pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Banda Aceh, Pelabuhan Pangkal Pinang, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Padang dan Pelabuhan Cilacap," kata Head of Busines and Marketing Probis MILES Telkom, Djati Widagdo, ditemui di Surabaya, Jumat (6/3).

Selanjutnya Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Palangkaraya, Pelabuhan Lombok, Pelabuhan, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Halmahera, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Merauke. Upaya tersebut sesuai komitmen perusahaan mengembangkan sektor kemaritiman sejak tahun 2014 di tiga bidang yakni Maritime Logistic, Maritime Fishery dan Maritime Defense.

"Untuk program Maritime Logistic itu, kami menyiapkan infrastruktur broadband dan layanan ICT kawasan pelabuhan sebagai pondasi menuju Pelabuhan Digital Modern," ujarnya.

Pada tahun 2014, jelas dia, penerapan Broadband Ports dilaksanakan dengan pengadaan infrastruktur fiber optic, akses WiFi dan penguatan sinyal Telkomsel untuk enam pelabuhan utama. Seperti Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Sorong.

"Khusus Maritime Logistic, pada kesempatan Pameran Kemaritiman Indoport 2015 di Surabaya kami menawarkan Telkom Digital Seaport Solutipn untuk pelabuhan dan komunitas logistik," katanya.   

Ia menambahkan, Telkom Digital Seaport Solution itu merupakan wujud peran perusahaannya untuk memberikan solusi ICT bagi pelabuhan dan logistik. Tujuan program itu di antaranya memberikan koneksi dengan broadband connectivity yang handal.

"Kemudian, melakukan otomasi proses bisnis yang ada di di pelabuhan dan logistik dengan aplikasi yang dibutuhkan dan mengintegrasikan seluruh komunitas pelabuhan dan logistik dengan sistem informasi yang terintegrasi," katanya.

Ia optimistis, program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Apalagi, kinerja perusahaan itu didukung oleh Telkom Group, PT TelkomAkses, PT TelkomSigma, PT Patrakom, PT ILCA, Probis Maritim and Logistics (Miles), serta Divisi Enterprise Service dan Divisi Regional sebagai delivery channel.

"Kami yakin dukungan tersebut sekaligus mampu membantu pemerintah mendukung program tol laut untuk menurunkan biaya logistik nasional," katanya.

(Ant/q.sib)

Telkom Siap Gelar Layanan Teknologi “Octuple Play”

 

alt

Jakarta,(Pelita Pos)- PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus berinovasi dengan melakukan lompatan teknologi dari layanan triple play(memadukan layanan telepon rumah, akses internet kecepatan tinggi, dan Internet Protocol Television/IPTV) menjadi quadraple play (layanan triple play ditambah layanan nirkabel (wireless) baik selular maupun WiFi.

“Telkom tak mau berpuas diri hanya menyediakan tiga paket layanan alias triple play, tapi nantinya menjadi quadraple play, bahkan kelak harus siap mengembangkan delapan layanan dalam satu paket atau octuple play, kata VP Consumer Marketing & Sales Telkom Jemy Confido di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurut Jemy, paket quadraple play diberikan melalui layanan IndiHome mendukung sepenuhnya perkembangan gaya hidup dan kebutuhan pelanggan, di mana desain layanantriple play ditambah berbagai fasilitas wifi, selular, digital music, automation selanjutnya menjadiioctuple play.

Jemy menjelaskan, di segmen fixed broadband yang mengandalkan akses dengan serat optik, awalnya dikenalkan layanan triple play atau tiga layanan dalam satu paket, yaitu telepon rumah, akses internet kecepatan tinggi dan televisi, khususnya IPTV alias Internet Protocol Television.

Komponen pertama dari layanan Indihome adalah akses internet kecepatan tinggi dengan dukungan jaringan fiber optik. “Saat ini akses internet pada Indihome yang menggunakan jaringan serat optik ditawarkan dengan kecepatan dari 10 Mbps sampai dengan 100 Mbps,” lanjutnya.

Komponen kedua layanan Indihome adalah televisi, dimana terdapat total 99 channel, termasuk channel favorit seperti BeIN 1, BeIN 2, BeIN 3 untuk penggemar olahraga dan HBO, HBO Hits, Fox Movies Premium untuk penggemar film dan masih banyak lagi.

Komponen ketiga adalah layanan telepon rumah dengan konsep baru yang lebih fleksibel, memberikan manfaat lebih dan hemat bagi pelanggan, di mana pelanggan bebas melakukan panggilan telepon rumah baik lokal maupun interlokal dengan kuota sebanyak 1.000 menit per bulan.

Keempat, layanan telekomunikasi nirkabel seluler yang ditawarkan kepada pelanggan dalam dua jenis layanann yaitu Kartu Halo Telkomsel spesial untuk pelanggan Indihome dan panggilan unlimited dari telepon rumah ke nomor Telkomsel.

Kelima, akses internet wifi di seluruh jaringan Indonesia Wifi atau wifi.id yang kini telah memiliki lebih dari 100.000 access point yang tersebar di seluruh Indonesia. Akses internet unlimited di jaringan wifi.id tersebut dapat dinikmati hanya dengan Rp10.000 per bulan khusus untuk pelanggan IndiHome.

Keenam, adalah layanan digital music bagi pelanggan Indihome juga bebas streaming musik selama 12 bulan dan mendapatkan gratis perlindungan antivirus Trend Micro selama tiga bulan. Streaming musik disediakan oleh Melon (melon.co.id) yang mempunyai lebih dari 10 juta lagu. Bagi pelanggan berminat, tersedia pilihan bebas download secara add on.

Ketujuh, adalah layanan panggilan langsung internasional atau global call. Paket layanan Global Call disediakan dalam lima jenis agar pelanggan bisa memilih sesuai dengan negara tujuan favoritnya masing-masing. Sebagai contoh paket Global 1, dengan negara tujuan USA, Kanada, Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, cukup dengan Rp 50.000 bisa melakukan panggilan selama 100 menit dalam kurun waktu satu bulan.

Komponen kedelapan dari Indihome adalah home automation, yang dikembangkan untuk memberikan kenyamanan di rumah bagi pelanggan Indihome. Salah satu bentuk layanannya adalah surveillance camera yang berbasis koneksi internet, sehingga bisa dipantau dari berbagi lokasi menggunakan aplikasi mobile.

(Rel)

Telkom dan PATA Dukung Keraton Kasepuhan Cirebon Menjadi World Class Heritage Melalui E-Ticketing dan Web Commerce

alt

Cirebon (Pelita Pos)– PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pembangunan ekonomi Indonesia. Setelah sebelumnya Telkom mendukung sektor pariwisata di Indonesia melalui peresmian Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (23/2), kali ini Telkom siap menunjukkan komitmennya melalui peresmian Layanan Web Commerce dan E-Ticketing Keraton Kasepuhan Cirebon yang diresmikan oleh Gusti Sepuh XIV Kesultanan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, CEO PATA (Pacific Asia Travel Association) Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetjo, dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin. Sebelumnya Telkom dan PATA Chapter Indonesia telah menandatangani PKS tentang Pengelolaan E-ticketing dan Web Commerce di Keraton Kasepuhan Cirebon dan Taman Air Sunyaragi pada tanggal 18 Agustus 2014.

Telkom dan PATA Indonesia Chapter sepakat untuk melakukan kerjasama pengembangan infrastruktur, sarana dan prasarana yang terintegrasi berbasis ICT untuk industri pariwisata Indonesia. PATA Indonesia Chapter adalah asosiasi regional yang berperan sebagai katalis bagi pengembangan industri pariwisata Asia Pasifik dengan anggota dari pihak swasta dan pemerintah. PATA mendorong pertumbuhan pariwisata yang bernilai, berkualitas dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Salah satu cara PATA Indonesia Chapter untuk meningkatkan pemasaran dan promosi pariwisata terintegrasi adalah melalui penerapan sistem manajemen destinasi online.

Muhammad Awaluddin mengatakan, Telkom siap mendukung pariwisata Indonesia untuk menjadi destinasi utama pariwisata dunia, serta mewujudkan target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019 melalui penyediaan infrastruktur ICT yang disinergikan dengan budaya Indonesia. Sejalan dengan PATA Indonesia Chapter, untuk meningkatkan pemasaran dan promosi pariwisata terintegrasi, Telkom memberikan solusi layanan destinasi online seperti e-commerce dan e-ticketing. Seperti yang saat ini diresmikan yakni web commerce www.royalkasepuhancirebon.com dan e-ticketing Keraton Kasepuhan Cirebon. Untuk penyediaan layanan tersebut, Telkom juga menggandeng Finnet selaku anak usaha yang turut berperan sebagai payment gateway.

“Penerapan web commerce dan e-ticketing di Keraton Kasepuhan Cirebon ini adalah hal yang sangat menarik karena mengkolaborasikan antara culture dengan ICT. Hal ini menjadi sangat penting bagi kelestarian budaya kita, seperti kita ketahui bersama bahwa perkembangan informasi dan teknologi yang ada membuat persebaran informasi tentang suatu tempat dan budayanya yang khas menjadi tidak ada batasnya. Budaya adalah hal yang selalu menarik bagi wisatawan asing dari negara maju dan mereka memiliki kecenderungan mencari informasi terlebih dahulu mulai dari akomodasi, event, makanan khas sampai dengan budaya yang menarik melalui online. Dengan memunculkan keunikan budaya Cirebon melalui destinasi Keraton Kasepuhan Cirebon secara online maka telah meng-connect-kan warisan budaya Cirebon dengan dunia, Inilah yang saya sebut when culture meets technology.” ungkap Awaluddin di Cirebon (3/3)

Selanjutnya Awaluddin menambahkan, sebagai bukti nyata keseriusan Telkom dalam mendukung pertumbuhan dunia pariwisata, saat ini Telkom sedang mengembangkan platform digital tourism hub yang nantinya akan mengintegrasikan ekosistem stakeholder kepariwisataan Indonesia melalui ICT. Telkom juga sedang mengembangkan konten digital untuk mendukung promosi kepariwisataan Indonesia yang akan didistribusikan melalui Platform Digital UseeTV yaitu channel digital khusus pariwisata Indonesia dengan konten yang dibuat secara kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi. Selain itu, saat ini Telkom juga turut serta mempromosikan budaya lokal melalui film-film pendek yang dapat dinikmati melalui mobile application atau disebut Sinema Online (sinemol).

Dengan adanya penerapan sarana promosi pariwisata yang terintegrasi, diharapkan kawasan wisata Keraton Kasepuhan Cirebon dan Taman Air Sunyaragi dapat menjadi salah satu destinasi utama pariwisata Indonesia dan mampu membawa nama Indonesia mendunia.

“Telkom Indonesia untuk Pariwisata Indonesia”.

(Rel/pp)