Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

HIBURAN

'Hari Tidur Sedunia',Dipedringati Upaya Promosi Manfaat Tidur yang Baik

altTahukah Anda ada 'Hari Tidur Sedunia'? Ini merupakan peringatan yang digagas World Association of Sleep Medicine (WASM). Tujuannya adalah untuk mempromosikan manfaat tidur yang baik.

Peringatan ini sudah digelar sejak 2008 lalu. Hari Jumat di pekan kedua penuh bulan Maret, menjadi hari yang dipilih untuk peringatan 'Hari Tidur Sedunia'. Nah, untuk 2016 ini, jatuh pada Jumat 18 Maret.

Read more:

Sepenggal Cerita Gadis di Uang Lima Ribu Rupiah

alt

JAKARTA - Saat berumur 17 tahun, Natasha Annestessya  biasa disapa Ceci, adalah gadis yang menjadi model pengrajin tenun Pandai Sikek. Gambar seorang gadis sedang menenun yang kerap dilihat dalam uang pecahan Rp 5.000. Kini, Ceci menetap California, Amerika Serikat  dan sudah tak lagi meminta uang ke ibunya untuk membayar kuliah, Rabu (26/12/2013).

Read more:

Denda Rp14 M,Karena Curi Photo Di Twitter

PELITAPOS,-Hati-hati jika melakukan sesuatu tindakan di dunia maya, Anda bisa menjadi korban yang dirugikan atau juga bisa menjadi orang yang diuntungkan. Seperti fotografer lepas Daniel Morel contohnya, ia mendapat uang sebesar USD1,2 juta atau sekira Rp14 miliar (kurs Rp11.722 per USD) gara-gara Twitter.

Read more:

Konsumsi Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Otak

alt

(PIL KB)

PELITA POS– Penggunaan pil kontrasepsi hormonal ternyata bisa meningkatkan kanker otak langka yang disebut glioma. Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan di Denmark.

“Wanita di bawah 50 tahun yang mengalami glioma 90 persen telah menggunakan pil kontrasepsi hormonal selama lima tahun atau lebih. Itu jika dibandingkan dengan wanita dari populasi umum yang tanpa riwayat tumor otak,” kata pemimpin studi Dr. David Gaist, seperti dilansir laman Health, Rabu (11/2).

Gaist menambahkan, saat ini, lima dari 100 ribu perempuan rawan terkena glioma setiap tahun. Mereka ialah perempuan berusia 15-49 tahun. Hal itulah yang membuat glioma memang jarang ditemukan.

Dalam studi tersebut, Gaist meneliti perempuan Denmark berusia antara 15-49 tahun yang telah terkena glioma antara tahun 2000-2009. Hasilnya, terdapat sebanyak 317 kasus glioma. Sebanyak 60 persen di antaranya menggunakan pil kontrasepsi pada rentang yang sama.

fny/jpnn)

Ini Tandanya Anda Perlu Mengganti Dokter

alt

(istimewa)

PELITA POS.com- Menemukan dokter yang bagus dan baik sebenarnya tak sulit. Namun ada kalanya Anda merasa tak puas saat berkonsultasi dengan dokter. Sehingga Anda memutuskan untuk mengganti dokter saja.

Sebelum Anda benar-benar melakukannya, kenali dahulu tanda-tanda Anda perlu mengganti dokter berikut ini:

1. Sang dokter tidak merekomendasikan pengobatan yang baik untuk kesehatan Anda.

“Dokter yang baik tak pernah melupakan sejarah kesehatan Anda, sebanyak apa pun pasien yang diterimanya, dan mengerti apa saja yang biasa Anda lakukan setiap harinya. Ia juga selalu memberikan penanganan yang paling tepat buat Anda,” ujar Joseph J Pinzone, MD, CEO dan direktur medis Amai Medical and Wellness Practice di Santa Monica, California, AS.

2. Sang dokter selalu datang terlambat.

Jika setiap Anda berkunjung ke tempat praktiknya, si dokter selalu datang terlambat lebih dari 20 menit, apalagi tanpa pemberitahuan, sebaiknya pertimbangkan untuk berganti dokter. Hal ini dapat menjadi masalah jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan bantuannya dengan segera.

3. Sang dokter selalu membuat Anda merasa terburu-buru.

Apakah dokter tak pernah bisa menjawab setiap pertanyaan yang Anda ajukan? Sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association, menemukan bahwa hampir 50 persen pasien menerima kesalahan diagnosis sehingga mengakibatkan pengobatan yang salah pula.

4. Bagian administrasi klinik atau rumah sakit tidak rapi menyimpan dokumen pasien.

Sebagai contoh sederhana, ketika Anda mengunjungi klinik atau rumah sakit, mereka kesulitan mencari catatan riwayat kesehatan Anda, termasuk hasil tes yang pernah Anda lakukan.

5. Sang dokter bersikap arogan.

Dokter yang baik tak akan membuat pasien merasa bodoh saat menanyakan sesuatu kepada sang dokter. “Menunjukkan rasa tidak respek terhadap pasien hanya akan membuat pasien merekomendasikan Anda sebagai dokter yang paling patut dijauhi,” ujar Joseph Pinzone, MD.

Jadi, apakah Anda perlu mengganti dokter?

(kmps/pp)

Daftar Sayuran yang Lebih Bergizi Jika Dimasak

alt

Pelita Pos.Com- Walau sayuran dalam bentuk segar dianggap sebagian orang lebih sehat, tapi ada beberapa jenis sayuran yang kadar nutrisinya meningkat setelah ia dimasak.

"Dulu orang menganggap memasak bisa menurunkan kadar nutrisi dalam sayuran jika dibandingkan dengan yang segar. Tapi hal itu tak selalu benar," kata Rui Hai Liu, profesor ilmu makanan di Cornell University.

Ia menjelaskan, banyak nutrisi dalam sayur dan buah yang terikat di dinding sel. "Proses memasak membantu melepaskannya, sehingga nutrisi itu lebih gampang diserap tubuh," kata profesor yang meneliti tentang efek panas pada makanan ini.

Berikut adalah beberapa sayuran yang sebaiknya dimasak dulu sebelum dikonsumsi.

- Tomat
Apakah itu dipanggang, goreng, atau ditumbuh halus menjadi saus spageti, proses pemanasakan akan meningkatkan fitokimia dalam tomat, yakni likopen. Zat ini terbukti bisa menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung. Likopen adalah zat yang memberi warna merah pada tomat.

Menurut penelitian yang dilakukan Liu tahun 2002, pemanasan tomat selama 30 menit di suhu 80 derajat celcius akan meningkatkan level penyerapan likopen sampai 35 persen. Walau pemasakan akan menurunkan kadar vitamin C, tapi bisa meningkatkan kemampuan antioksidannya sampai 62 persen.

- Bayam
Sayuran berdaun hijau ini sangat kaya nutrisi, tetapi tubuh kita akan menyerap lebih banyak kalsium dan zat besi di dalamnya jika bayam sudah dimasak. Ini karena bayam mengandung asam oksalat yang bisa menghambat penyerapan zat besi dan kalsium tetapi akan dipecah di bawah suhu tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan, merebus bayam di air mendidih lalu menyiraminya dengan air dingin bisa menurunkan kadar oksalat sampai 40 persen.

- Wortel
Proses pemasakan akan memunculkan karotenoid, zat pelawan kanker, di dalam wortel. Studi tahun 2008 menunjukkan bahwa merebus wortel sampai agak lembek akan meningkatkan konsentrasi karotenoid sampai 14 persen. Sementara itu menggorengnya bisa menurunkan kadar karotenoid sekitar 13 persen.

- Asparagus
Studi tahun 2009 menyebutkan, memasak akan meningkatkan level 6 nutrisi penting di dalam asparagus sampai 16 persen. Salah satu dari zat tersebut adalah asam phenolic yang bisa menurunkan risiko kanker.

- Jamur
Secangkir jamur yang dimasak memiliki kandungan niacin, potasium, magnesium, zinc, dua kali lipat dibanding versi mentahnya. Selain itu, terkadang jamur mentah bisa mengandung sedikit racun sehingga memang perlu dimasak.

(kmps/Lusia Kus Anna)

Subcategories

 

alt

alt

alt