Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

Indonesia Harus Puas Jadi Runner Up

alt

Kunshan, (Pelitapos). Tim Uber Indonesia harus puas lo­los ke perempatfinal de­ngan posisi runner up Grup C, setelah di laga pe­nyisihan ter­akhir kalah 2-3 dari Thai­land, Selasa (17/5).


Indonesia langsung terting­gal 0-1 ketika Maria Febe Kusumastuti yang turun di par­tai pertama kalah 14-21 14-21 dari Ratchanok Intanon.

Indonesia sempat menya­ma­kan ke­dudukan 1-1 ketika pasangan Della Des­tiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari menang 21-14, 21-12 atas Sapsiree Taerattanachai/Puttita Supa­jirakul.

Di partai ketiga, Indonesia merubah formasi me­nu­run­kan Hanna Ra­madini yang saat melawan Hong Kong Senin ke­marin bermain diturunkan di partai kelima atau tunggal ketiga.

Namun, Hana gagal meng­ulangi permainan terbaiknya. Ia pun dipaksa kalah 8-21 dan 11-21 dari Busanan Ongbum­rung­phan.

Indonesia akhirnya harus meng­akui keunggulan Thai­land, ketika ganda kedua Anggia Shitta Awanda/Tiara Ro­salia Nuraidah harus me­ngakui keunggulan Jongkol­phan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-14, 17-21 dan 22-24. Di partai terakhir, Gregoria Maris­ka memperkecil keka­lahan Indonesia setelah me­nun­dukkan tunggal ketiga Thailand Nithcaon Jindapol 13-21, 21-14, 22-20 selama 54 menit pertan­dingan.

Game pertama seakan men­ja­di game penyesuaian bagi atlet Mutiara Cardinal Ban­dung itu untuk menjajal bola dan penguasaan lapangan. Bebe­rapa bola Gregoria mem­bentur net bah­kan tidak lewat ke sisi lapangan lawan.

Atlet Merah-Putih berusia 16 tahun itu menemukan titik balik pada game kedua dengan keunggulan 4-2, 6-3, 8-4, 12-7, hingga 21-14.

Pada game terakhir, Grego­ria ham­pir kalah dari pemain peringkat 25 du­nia itu karena tertinggal 3-7, 6-11, 10-16, dan 12-18. Beberapa kali Jin­dapol menciptakan serangan kejutan di depan net pada game ketiga se­hingga Gregoria tidak siap dan me­nye­rahkan poin.

Tapi, pemain Thailand itu justru melakukan kesalahan berturut-turut berupa bola keluar garis lapangan sete­lah Gregoria mengejar 20-20. Wakil Indonesia mengambil alih pengu­saan lapangan dan menang 22-20.

“Ini adalah pengalaman pertama saya. Saya berusaha bermain dengan lepas tanpa beban karena lawan ber­pering­kat di atas saya. Saya juga tidak memikirkan hasil asal permainan saya bagus,” kata Gregoria.

Atlet kelahiran Wonogiri itu me­ngatakan pelatih telah meng­instruk­sikan permainan mak­simal meng­ha­dapi Jinda­pol meskipun tim Indonesia telah kalah dari Thailand. “Saya hanya berusaha tidak mela­kukan kesalahan. Saya harus bisa men­jaga pertaha­nan,” kata Gre­go­ria.(Ant/dtc/Had)

 

alt

alt

alt