Sat10212017

Last update03:01:01 PM GMT

alt

PBSI Diminta Fokus Hadapai Olimpiade

alt

Jakarta, (Pelitapos). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) me­lalui Deputi IV Peningkatan Prestasi dan Olahraga, Ga­tot Dewa Bro­to mengimbau Pengurus Pusat Persa­tuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tidak larut dalam kekecewaan akibat gagal merebut Piala Thomas 2016 setelah dikalahkan Den­mark, 3-2, pada partai final, Minggu (22/5).


PBSI juga diminta fokus mem­per­­­siap­kan  para atletnya ke Olim­piade 2016 di Brasil, agar dapat me­raih pres­tasi ter­baik. Gatot S De­wa­broto menilai keka­la­han ini bu­kanlah akhir, karena kedepan ada event yang lebih besar, yaitu Olim­piade.

“PBSI sudah berjuang keras me­nyiap­kan strategi, hingga mampu men­capai final, namun di babak final, para pemain Denmark tampil merata, dan kita belum bisa me­nyeim­bangi,” papar Ga­tot saat acara non­ton bareng final Piala Thomas di kantor Kemenpora Jakarta.

Menurutnya PBSI harus melalu­kan evaluasi atas kega­galan di Piala Thomas kali ini, sehingga ke depan para atlet binaannya dapat tampil lebih baik, terutama saat berlaga di babak final yang sangat menen­tukan.

Prediksi Meleset

Kekalahan tim Indonesia atas Den­mark sungguh menge­jutkan. Sebab, banyak kala­ngan menilai inilah momentum terbaik bagi Indonesia untuk mem­bawa pulang Piala Tho­mas ke Ta­nah Air karena lawan yang diha­dapi adalah Den­mark.

Namun prediksi tersebut meleset, karena ternyata Den­mark tampil luar biasa khu­susnya di nomor tunggal. Dari tiga partai tunggal, seluruhnya di­me­nangkan pemain Den­mark. Se­balik­nya Indonesia mendo­minasi dua partai ganda. Alhasil skor akhir, 3-2 untuk Denmark.

Dalam laga ini, tim Indo­nesia dan Denmark silih ber­gan­ti me­ngejar poin, hingga ga­me ke lima. Keka­la­han Indonesia dimu­lai saat game per­tama, Tom­my Su­giarto ti­dak berdaya meng­hadapi per­mainan Victor Axelsen yang berada diperingkat 4 dunia, dengan dua set sekaligus, 18-21 dan 17-21.

Pada game kedua, Indonesia bisa menyeimbangin poin menjadi 1-1, setelah M.Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan Mads Conrad Peter­sen/Mads Kolding dengan dua set, 21-18 dan 21-13.

Namun Indonesia kem­bali kehila­ngan ketika di game ketiga, saat Anthony Ginting di­kalahkan Jan O Jorgan­sen, 17-21 dan 12-21.

Lagi-lagi, pasa­ngan gan­da put­ra kem­bali bi­sa me­nye­im­bangi skor In­donesia menjadi 2-2, sete­lah Ang­ga Prata­ma/Ricky Ka­­ran­da me­nga­lah­kan Kim As­trup/Anders Ras­mu­sen, 21-16 dan 21-14.  Tapi sa­yang­nya per­jua­ngan Indonesia meraih gelar ke 14 Piala Tho­mas harus lepas dari geng­gaman, setelah pe­main ke­lima Indonesia, Ichsan Mau­­lana harus mengakui keung­gulan Hans Kristian Viting­hus dua set, 15-21 dan 7-21. (HAD)

 

alt

alt

alt