Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pelitapo/public_html/administrator/.md5 on line 354

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/plugins/system/jat3/jat3/core/parameter.php on line 81
10 Pejabat Dihukum 29 Tahun Penjara

Fri02232018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

10 Pejabat Dihukum 29 Tahun Penjara

alt

Mexico City, (Pelitapos). Meksiko menjatuhkan hu­kuman penjara hingga 29 tahun kepada 10 pejabat pe­merintah atas kebakaran yang menewaskan 49 anak di se­buah tempat penitipan anak pada 2009, demikian dikata­kan sumber pengadilan, Ming­gu (15/5).


Hukuman tersebut berki­sar dari 20 hingga 29 tahun dan dijatuhkan karena pem­bunuhan yang disebabkan oleh kelalaian, ungkap peng­adilan negeri Sonora.

Kebakaran menyebar ke pusat penitipan anak ABC ke­tika 141 anak berada di da­lamnya, menewaskan 49 orang di antaranya, dan me­nyebabkan 70 orang lainnya terluka. Tempat tersebut dike­lola oleh otoritas Lembaga Keamanan Sosial Meksiko.

Otoritas lokal mengatakan bahwa insiden tersebut meru­pakan tragedi yang sangat tragis.

Penyelidikan resmi me­nyim­pulkan bahwa kebaka­ran bermula ketika pendingin ruangan (AC) memanas di da­lam gudang kereta yang berada di dekatnya di Hermo­sillo, ibukota negara bagian Sonora barat laut.

Namun, setelah para orang­tua korban menemukan beberapa potongan bukti yang bertentangan, keluarga ter­sebut menduga bahwa keba­karan tersebut sengaja dila­kukan.

Mereka mengatakan bah­wa kebakaran itu sengaja di­buat di gudang yang disewa kementerian keuangan peme­rintah negara bagian Sonora dalam rangka menghangus­kan dokumen terkait utang negara senilai 800 juta dolar Amerika (sekitar Rp10,6 triliun), demikian dilaporkan kantor berita Prancis, AFP. (Ant/HAD)

 

alt

alt

alt