Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

RUU Contempt Of Court : Bila Tak Akurat Dalam Penulisan, Pers Dibui 10 Tahun

alt
 
 
Jakarta (Pelita Pos)- Rencana Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) memenjarakan para pengkritik pengadilan menuai tekanan. Tidak hanya pengkritik, media yang mempublikasikannya juga bisa didenda dan wartawannya dikirim ke penjara.Ancaman ini tertuang dalam RUU Contempt of Court (CoC)/Tindak Pidana Penyelenggaraan Peradilan.

"Media itu adalah pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Apa jadinya jika pilar keempat itu dibegitukan," kata ahli pidana Prof Dr Hibnu Nugroho saat berbincang Senin (14/12).

Hibnu setuju ada RUU CoC asalkan untuk mencegah tindak pidana di dalam ruang sidang. Seperti perilaku yang tidak sopan dalam persidangan, berbuat anarki di ruang sidang atau melontarkan kata-kata yang tidak pantas sepanjang persidangan. Tapi guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini menolak jika materi tersebut berlaku di luar persidangan.

"Jika berlaku juga di luar persidangan, maka itu menghapus hak-hak masyarakat untuk menilai proses persidangan dan memberangus pemikiran masyarakat," ujar Hibnu.

Salah satu pasal RUU CoC adalah melakukan kritikan terhadap proses pengadilan. Dalam Pasal 24 disebutkan:

Setiap orang yang mempublikasikan atau memperkenankan untuk dipublikasikan proses persidangan yang sedang berlangsung, atau perkara yang dalam tahap upaya hukum, yang bertendensi dapat mempengaruhi kemerdekaan atau sifat tidak memihak hakim, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar. 

"Ini preseden buruk, di mana masih banyak carut marut peradilan kita sekarang ini," ucap Hibnu.

Lantas bagaimana dengan Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR Sareh Wiyono? Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung itu memilih mendukung RUU CoC tersebut.

"Menurut saya sangat penting. Sekarang ini di persidangan bisa naik bangku, sampai berdiri di atas meja. Mentang-mentang tidak ada yang atur," ucap Sareh.(detikcom/l)
 
 

alt

alt

alt