Thu05242018

Last update12:53:22 PM GMT

alt

The Foodini, Printer Makanan Canggih

alt

PELITAPOS - Kalau printer bisa mencetak bagian atas kue tart dengan gambar / foto, itu sudah biasa. Tetapi bagaimana jika printer bisa mencetak makanan cepat saji (fast food) dengan menu berbeda-beda? Wow, ini sungguh luar biasa.


Ini bukan impian, karena printer tersebut akan diluncurkan pertengahan tahun ini. Nama printer canggih tiga dimensi ini adalah The Foodini, yang dapat mengusir rasa lapar tanpa harus pergi ke gerai cepat saji.

Perkenalan produk sudah dilakukan di Inggris, negara yang menjadi sasaran penjualan perdana. Tak hanya dipamerkan, beberapa pengunjung pun selalu diberi kesempatan untuk menjajal The Foodini, termasuk Tom Rawsthorne.

Dalam uji coba, Tom menginginkan menu pembuka berupa kentang isi ikan cod serta bubur kacang polong. Adapun untuk hidangan utama, Tom menginginkan yang lebih tradisional, burger, namun dilengkapi cheesecake dengan dekorasi cokelat buatan tangan. Bagaimana hasilnya? “Ternyata alat ini bekerja dengan baik. Sangat menyenangkan dapat memakan makanan tiga dimensi ini,” kata Tom.

The Foodini diproduksi oleh perusahaan mesin Natural Machines. Sang pemilik perusahaan, Lynette Kucsma, selalu membanggakan produknya jauh lebih hebat daripada peranti microwave secanggih apapun. Peranti ini bekerja otomatis, tetapi citarasanya setara dengan makanan yang dibuat melalui microwave.

The Foodini memang memiliki konsep kerja yang mengagumkan. Anda ingin pizza mewah yang baru saja dipanggang? Tinggal cetak saja.

Dalam hal ini, Anda bisa memencet pilihan menu pada layar sentuh printer. Setelah itu duduklah dan lihat bagaimana mesin ini membuat adonan, saus tomat, serta toping keju.

Printer cetak makanan
Berbeda dari printer biasa, The Foodini membuat objek yang dipilih dengan meletakkan lapisan demi lapisan plastik, logam, atau bahan apa saja yang diperlukan. Nah, bahan inilah yang kemudian diganti dengan bahan khusus yang bisa dimakan.

Cara kerjanya sederhana. The Foodini menampung lima buah kapsul, masing-masing mengandung bahan berbeda. Komputer secara otomatis akan mendeteksi kapsul mana yang berisi bahan daging, sayur, dan roti. “Ini seperti tinta yang Anda gunakkan untuk mencetak artikel atau gambar di kertas,” kata Lynette.

Cara kerjanya sederhana. The Foodini menampung lima buah kapsul, masing-masing mengandung bahan berbeda. Komputer secara otomatis akan mendeteksi kapsul mana yang berisi bahan daging, sayur, dan roti. “Ini seperti tinta yang Anda gunakkan untuk mencetak artikel atau gambar di kertas,” kata Lynette.

Namun The Foodini tidak memasak makanan. Jadi, ketika selesai dicetak, menu tetap harus dimasak, entah digoreng, dibakar, atau direbus.(MS)