Thu05242018

Last update12:53:22 PM GMT

alt

TAHAPAN HIV HINGGA MENJADI AIDS

HIV

PELITAPOS,--Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS tidak langsung menampakkan gejala infeksinya pada manusia. Manusia, sebagai korban infeksi, juga tidak langsung merasakan dampak virus berbahaya tersebut bagi tubuhnya.


Virus membutuhkan waktu sekitar 5-10 tahun sampai menimbulkan gejala. Saat waktu yang dibutuhkan terpenuhi, penyakit AIDS sudah menjangkiti tubuh penderita. Selama kurun waktu tersebut, ada beberapa tahapan infeksi hingga HIV kemudian berkembang menjadi AIDS.

1. Tahap pertama (periode jendela)

a. HIV masuk ke dalam tubuh hingga terbentuk antibodi dalam darah

b. Penderita HIV tampak dan merasa sehat

c. Pada tahap ini tes HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus

d. Tahap ini berlangsung selama 2 minggu sampai 6 bulan.

2. Tahap kedua

a. Pada tahap ini HIV mulai berkembang di dalam tubuh

b. Tes HIV sudah bisa mendeteksi keberadaan virus, karena antibodi yang mulai terbentuk

c. Penderita tampak sehat selama 5-10 tahun yang bergantung pada daya tahan. Rata-rata penderita bertahan selama 8 tahun, namun di negara berkembang durasi tersebut lebih pendek

3. Tahap ketiga

a. Pada tahap ini penderita dipastikan positif HIV dengan sistem kekebalan tubuh semakin menurun

b. Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya pembengkakan kelenjar limfa atau diare terus menerus

c. Umumnya tahap ini berlangsung selama 1 bulan, bergantung daya tahan tubuh penderita

4. AIDS

a. Pada tahap ini penderita positif menderita AIDS

b. Sistem kekebalan tubuh semakin turun

c. Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik), menyebabkan kondisi penderita semakin parah

Pada tahap ini, penderita harus secepatnya dibawa ke dokter dan menjalani terapi anti retroviral virus (ARV). Terapi ARV akan mengendalikan virus HIV dalam tubuh, sehingga dampak virus bisa ditekan.

Kendati begitu sebetulnya HIV bisa dikendalikan sedini mungkin, sehingga bisa menekan peluang timbulnya AIDS. "Sebaiknya lakukan cek darah sedini mungkin. terutama bagi yang berisiko tinggi, misal pengguna narkoba dengan jarum suntik, kerap berganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa kondom," kata Koordinator Pelaporan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Djadjat Sudradjat.(K)