Sun02182018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

Kebisingan Memiliki Efek Bagi Jantung

PELITAPOS,-Apakah Anda mendengar : Sebuah penelitian di Swedia baru mengatakan bahwa kebisingan sehari-hari yang Anda dengar, walaupun kecil bisa memiliki efek jangka pendek pada jantung Anda.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa jika kebisingan meningkat, begitu pula detak jantung- bahkan jika suara itu kurang dari 65 desibel. Itu tidak lebih keras daripada orang tertawa! Terlebih lagi, variabilitas denyut jantung (HRV)  -yang mengukur seberapa baik sistem saraf otonom dan hati Anda beradaptasi dengan lingkungan - juga diakibatkan oleh kebisingan.

Mungkinkah ini benar-benar menjadi kenyataan? Penasihat Men’s Health, Eric Topol, MD, direktur Scripps Translational Science Center membahasnya.

Sementara para peneliti pada studi mencatat bahwa HRV rendah dikenal sebagai faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular, Dr Topol mengatakan bahwa ini adalah ukuran yang agak kontroversial ketika datang ke saraf otonom sistem Anda.

Mengapa? Karena suara dan rangsangan lingkungan sedikit mempengaruhi sistem saraf otonom  pada beberapa orang, kata Dr Topol. Misalnya, suara tertentu bisa membuat lompatan denyut jantung seseorang, sementara Anda tidak bergeming.

Yang membawa kita ke pertanyaan besar: Jika Anda salah satu dari orang-orang yang telah mengurangi HRV dari rangsangan seperti suara, apakah itu berarti Anda lebih buruk saat memeriksakan jantung  jantung? Mungkin tidak. Ini hanya bisa mencerminkan seberapa responsif sistem saraf Anda - dan tidak lebih dari itu, Dr Topol mengatakan.

Tidak ada cara untuk mengetahui apa HRV Anda kecuali Anda mengukurnya. Tapi Anda bisa mempertimbangkan satu hal ini : 15 menit meditasi dapat meningkatkan aktivitas pada sistem saraf parasimpatis Anda, yang menyebabkan perubahan fisiologis seperti detak jantung yang lebih rendah, menurut sebuah penelitian di Australia baru-baru ini.

Nah, seberapa besar kebisingan mempengaruhi kinerja jantung Anda?(WP)

5 Mamfa'at Jalan Kaki Pagi

alt

PELITAPOS,-Selain lari pagi, olahraga yang lebih ringan yaitu berjalan kaki di pagi hari dapat memberikan banyak manfaat kesehatan untuk Anda. Berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari berjalan kaki pagi hari secara rutin seperti berikut:

Read more:

EKSTRA BIJI SELEDRI TURUNKAN DARAH TINGGI

PELITAPOS,-Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung atau stroke. Bahkan, umumnya hipertensi dianggap sebagai faktor risiko paling signifikan untuk stroke.

Read more:

TAHAPAN HIV HINGGA MENJADI AIDS

PELITAPOS,--Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS tidak langsung menampakkan gejala infeksinya pada manusia. Manusia, sebagai korban infeksi, juga tidak langsung merasakan dampak virus berbahaya tersebut bagi tubuhnya.

Read more:

Jangan Remeh Terhadap Flu

PELITAPOS,-Diabetes diketahui telah menjadi pembunuh dari lima juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Penyakit gula ini tak memilih siapa korbannya. Orang dewasa, manula, bahkan anak-anak bisa terkena diabetes. Untuk itu, sangat penting mewaspadai gejala penyakit ini dan segera mencegahnya.

Bila Anda memiliki riwayat keluarga yang pernah memiliki diabetes, sebaiknya waspadai juga gejala-gejala kecil yang berkaitan dengan penyakit ini. Sebuah kasus terbaru menunjukkan bahwa gejala diabetes ternyata juga bisa mirip dengan gejala flu dan demam.

Hal ini dialami oleh Deborah, seorang warga Amerika Serikat berusia 57 tahun yang tak pernah mengetahui bahwa dia memiliki diabetes tipe-2. Awalnya, dia hanya merasa tenggorokannya sakit sehingga dia mengira sedang kena flu atau radang tenggorokan. Namun dia merasa sangat sakit sehingga harus memeriksakan diri ke rumah sakit.

Di sana, deborah dikejutkan dengan hasil pemeriksaan gula darah yang menunjukkan bahwa tingkat gula darahnya telah melonjak 10 kali lipat dari tingkat yang wajar. Saat itu juga, Deborah pingsan dan mengalami koma sesaat. Untungnya Deborah berhasil selamat dari penyakit diabetesnya, namun tak semua orang bisa seberuntung dirinya.

Tingkat gula darah yang sangat tinggi seperti yang dialami Deborah bisa menyebabkan koma diabetes (diabetic koma) dan berakibat fatal. Hal ini disebabkan oleh diabetic ketoacidosis atau diabetic hyperosmolar syndrome. Kedua hal ini sering ditemui pada pasien yang menderita diabetes tipe-2 dan tipe-1.

Yang paling menakutkan dan harus diwaspadai adalah bahwa sindrom ini biasanya muncul dengan gejala yang mirip dengan flu atau demam. Pasien akan merasa tak bersemangat, selalu merasa lelah, dan otot-otot mereka mulai terasa sakit. Persis seperti ketika seseorang akan mengalami flu.

Untuk menghindari salah tafsir terhadap gejala diabetes yang mirip flu ini, sebaiknya orang yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes atau yang memang sudah memiliki diabetes rajin memeriksakan tingkat gula darah mereka secara teratur. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan diri dengan berolahraga dan menjaga makanan yang dikonsumsi.

Jika mengalami gejala flu yang sedikit mencurigakan, jangan remehkan! Langsung periksakan diri ke dokter sekaligus cek tingkat gula darah Anda. Dengan begitu Anda tak akan mengalami lonjakan tingkat gula darah yang bisa membahayakan nyawa seperti yang dialami Deborah.(WP).