Sat09222018

Last update12:13:07 AM GMT

alt

Walikota Minta Pesona Colorful Medan Dilaksanakan Secara Rutin

Medan (PP)

           Malam Pesona Colorful Medan mampu menarik minat wisatawan dan masyarakat Kota Medan untuk menyaksikanya. Meskipun sempat di guyur hujan deras, namun animo masyarakat untuk menyaksikan hiburan yang disuguhkan oleh Pemerintah Kota Medan tetap tinggi. Hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang hadir menyaksikan malam pesona colorful Medan yang di adakan di jalan Pulau Pinang, sabtu (7/7) malam.

            Berbagai hiburan pun di suguhkan, mulai dari tarian multi etnis, fashion show, hingga musik yang dibawakan oleh band-band kenamaan kota Medan.

Tidak ketinggalan pula para komunitas seperti komunitas VW, binaragawan, dan pecinta hewan ikut meramaikan malam pesona colorful Medan ini.

            Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan, Drs.H.T Dzulmi Eldin S,M.Si diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Drs. Agus Suriyono mengatakan bahwa malam pesona colorful Medan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hut Kota Medan yang ke 428 tahun. Nantinya event seperti ini akan rutin di gelar setiap  bulannya.

            "Kita akan rutin menggelar event seperti ini setiap awal bulan tepatnya di malam minggu, tujuanya kita ingin menampilkan seluruh potensi pariwisata yang ada di Kota Medan."kata Agus. ( Y H )

 
 
 
 

Wali Kota Medan Menurunkan tim untuk membantu pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

MEDAN (PP) - Wali Kota Medan Drs H T  Dzulmi Eldin S MSi  menurunkan tim untuk membantu pencarian korban hilang menyusul tenggelamnya KM  Sinar Bangun yang sedang bertolak dari Pelabuhan Simanindo, Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Senin (18/6/2018). Selain membatu mencari penumpang yang hilang, tim juga akan memberikan bantuan secara medis bagi para korban yang selama dari musibah tersebut.

Sebagai koordintor tim, Wali Kota menunjuk Asisten Pemerintahan dan Sosial Sekdakot Medan Musadad Nasution, sedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring ditugaskan sebagai koordinator lapangan (koorlap).

Dikatakan Wali Kota,  tim yang diturunkan itu diberi nama Tim Pemko Medan Peduli Musibah Danau Toba dan terdiri dari 8 orang dokter dari RSUD dr Pirngadi Medan, RS Murni Teguh  (1), RS Colombia (2). RS Royal Prima (1) dan Dinas Kesehatan (3).

Selain 8 orang dokter, jelas Wali Kota, tim juga membawa 14 orang paramedis, 10 orang dari BPBD Kota Medan, 7 unit ambulan, 10 kantong mayat serta 1 perah karet. “Sebagian dari tim sudah bergerak menuju Pelabuhan Tigaras, Simalungun untuk secepatnya membantu melakukan pencarian sekaligus memberikan pertolongan medis,” kata Wali Kota di Medan, Rabu (20/6).

Diturunkannya Tim Pemko Medan Peduli Musibah Danau Toba, jelas Wali Kota, sebagai bentuk kepedulian sekaligus rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi pada hari keempat Hari Raya Idul Fitri 1439 H tersebut. Apalagi pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun tiga hari lalu, masih banyak penumpang yang belum ditemukan sampai saat ini.

“Semoga tim yang diturunkan ini dapat membantu dalam upaya pencarian para penumpang yang hilang. Untuk itu saya berpesan kepada seluruh tim agar bekerja dengan baik serta berkoordinasi dengan tim penyelamat lainnya seperti dari Basarnas maupun Polri. Di samping itu tetap mengutamakan keselamatan jiwa,” pesannya.

Selanjutnya, Wali Kota atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemko Medan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa KM Sinar Bangun tersebut. Dia  mendoakan agar para penumpang yang sampai saat ini masih hilang cepat ditemukan. “Kepada para keluarga korban, saya minta untuk kuat, sabar  dan tabah menghadapi cobaan ini,” harapnya.

Tak lupa Wali Kota berpesan kepada seluruh warga untuk selalu berhati-hati ketika hendak berpergian, terutama dalam merayakan lebaran bersama anggota keluarga. Selain memastikan kondisi kenderaan yang akan dipergunakan dalam kondisi layak jalan dan tidak sarat dengan penumpang, juga harus senantiasa mengutamakan kesalamata jiwa. “Keselamatan adalah segala-galanya,” pungkasnya.(

WALIKOTA MEDAN DUKUNG MUKTAMAR KAMMI

Medan (Pelitapos) Walikota juga menerima audiensi panitia Muktamar ke X Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Supendi, M.Si, yang akan menggelar Muktamar KAMMI di Kota Medan, 10-15 November 2017 mendatang di Asrama Haji Medan, dimana Muktamar ini akan dihadiri oleh 700-1000 orang Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah se Indonesia.
Dukungan ini disampaikan Walikota Medan ketika menerima audiensi Panitia  di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (5/12). Turut mendampingi Walikota, Asisten Umum Ikhwan Habibi Daulay, Kadis Kominfo, Zain Noval S.STP MAP, Kabag Humas Ridho Nasution, S.STP.           
Dalam agendanya, Muktamar X KAMMI akan menggelar pemilihan Pengurus Pusat yang baru, selain itu juga akan dilaksanakan seminar nasional yang akan diisi sejumlah narasumber utama dari Pejabat Negara dan Kementerian, serta kegiata Moslem Fest. (HS)
 

Walikota : Pemko Medan telah mendaftarkan semua pegawai non PNS sebanyak 11.826 orang sebagai peserta BPJS Ketenaga Kerjaan

Medan ( PP       )

              Apresiasi yang tinggi untuk BPJS Ketenagakerjaan karena telah bekerja sama dengan Pemko Medan untuk melayani program jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesiapannya dalam memproses hak-hak tenaga kerja khususnya tenaga kerja non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Ekbang Setda Kota Medan Ir. Qamarul Fatah ketika membacakan sambutan tertulis Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, S. M.Si pada acara Rapat Koordinasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Jajaran OPD, Selasa (24/4) di Fave Hotel Jalan S. Parman Medan.

         Dikatakan Qamarul, Pemerintah Kota Medan telah mendaftarkan semua pegawai non PNS sebanyak 11.826 orang sebagai peserta BPJS Ketenaga Kerjaan dalam 3 (tiga) program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

               "Penempatan terbesar untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan ada di 21 Kecamatan sebagai Kepala Lingkungan sebanyak 2001 orang dan petugas kebersihan sejumlah 3.791 orang". Ungkapnya dihadapan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota Drs. Bambang Utama, MM, Kepala Badan Pengelolaan Kuangan dan Aset Daerah Irwan Ritonga, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Hannalore, sejumlah Kepala OPD, Para Camat Se-Kota Medan, dan Para peserta rapat koordinasi yang merupakan bendahara di kecamatan se Kota Medan.

              Ditambahkan Qamarul, perlu adanya koordinasi secara berkala agar dapat meningkatkan peran aktif dan kepedulian terutama bagi pegawai non ASN untuk memastikan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal.

               Sebelumnya, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota Bambang Utama mengungkapkan harapannya bahwa seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan dapat menyosialisasikan apa yang menjadi hak-hak pegawai Non ASN, salah satunya memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.

               "Hak ini harus disosialisasikan karena resiko pekerjaan sudah barang tentu ada dan bisa tetjadi kapan saja, karenanya untuk melindungi para pekerja kita wajib mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan". Ungkapnya. (RF)

 
 
 
 

Jokowi Geram, Jalan Kota Medan Hancur-hancuran..Jabatan Kadis PU Segera Dievaluasi

 

 

 

altMedan (Pelitapos)- Presiden Joko Widodo geram dengan buruknya jalanan di Kota Medan. Jokowi mengingatkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk segera membenahi.



Jokowi mengatakan, dirinya sengaja mengecek langsung jalanan di Kota Medan. Pasalnya dia banyak mendapat masukan buruknya jalanan di pusat kota Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.

"Saya mendapat keluhan banyak sekali. Mengenai jalan rusak itu. Oleh sebab itu pagi-pagi saya lihat beberapa lokasi," kata Jokowi saat ditemui di kawasan Huta Ginjang, Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sabtu (14/10).

Jokowi pun memerintahkan Dzulmi Eldin untuk segera membenahi jalanan di Kota Medan. Jangan sampai dia duluan yang mengerjakan.

"Ya segera dikerjakan. Kalau nggak segera dikerjakan, duluan saya kerjakan nanti," tegas Jokowi.

"Benar itu. Jangan (tidak dikerjakan-red). Tugasnya wali kota untuk menyelesaikan," tambah Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi melihat-lihat kota dan melintas di jalananan becek dan berlubang Kota Medan pagi  kemaren. Presiden Jokowi meninggalkan hotel tempat menginap di Jalan Diponegoro, Medan, pukul 07.50 WIB pagi. Jokowi menumpangi mobil jenis jip warna hitam.

Dari Jalan Diponegoro, Jokowi masuk ke Jalan S Parman. Kecepatan rata-rata 30 Km/jam.

Mobil yang membawa Jokowi kemudian melintas di Jalan Glugur-Gatot Subroto-Nibung Raya-Jalan Ibus Raya. Aspal jalanan ini tidak begitu mulus. Tidak terlihat juga pedestrian di kiri-kanan jalan yang laik untuk pejalan kaki.

Jokowi kemudian melintas di depan Pasar Petisah. Jalan di lokasi ini rusak berat, berlubang dan becek. Bahkan mobil jip yang ditumpangi Jokowi terlihat sedikit bermanuver mencari jalan yang mulus.

Jokowi kemudian melintas di Jalan Nibung Utama-Rasak Baru-kembali ke Gatot Subroto-Maulana Lubis-Imam Bonjol. Di jalan ini juga masih terdapat beberapa lubang.

Selanjutnya, Jokowi melintas di depan Kantor DPRD-Letjen Soeprapto-Brigjen Katamso-Jalan Mesjid Raya-Jalan Mahkamah. Di Jalan Mahkamah, median jalannya rusak dan becek. Banyak lubang dan sampah. Bahkan ada titik tempat pengumpulan sampah yang masuk ke badan jalan.

Mobil yang membawa Jokowi kemudian tembus ke Jalan Letjen Soeprapto-Jalan Imam Bonjol-masuk ke Pangakalan TNI AU Soewondo.

Sekira pukul 08.30 WIB, Jokowi tiba di landasan helikopter. Jokowi bertolak ke Sinabung. Tak ada komentar yang disampaikan Jokowi terkait jalan-jalan pagi yang dilakukannya ini. 

akan Panggil Kadis PU
Menanggapi adanya teguran langsung Presiden atas buruknya jalan di Medan, Sekretaris Fraksi P Demokrat DPRD Medan Ir Parlaungan Simangunsong mengatakan, teguran itu sangat memalukan. Atas teguran ini dia meminta Komisi D harus segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kadis PU Bina Marga. Karena ada yang salah di lingkungan Dinas PU Bina Marga, pasalnya anggaran itu ada yakni Rp 1,103 triliun lebih untuk infrastruktur tapi kenapa tidak tuntas.

"Ini sangat aneh, anggaran sudah ada, kok tinggal membelanjakan tidak bisa, kita menambah anggaran di P-APBD agar persoalan jalan itu tuntas. Kalau masalah jalan tidak beres, apalagi yang akan kami berikan kepada Dinas PU pada APBD 2018, sedangkan yang 2017 saja tidak beres. Yang disorot masyarakat adalah Dewan, bukan Pemko, karena kami yang mensahkan anggarannya," ucap Parlaungan kesal.

Kondisi itu, kata Parlaungan menunjukkan Eldin tidak tegas kepada bawahannya, karena masalah teknis ada pada Kadis, bukan wali kota. Dia khawatir ada permasalahan dengan rekanan, padahal Kadis PU Khairul Syahnan pada pembahasan P-APBD mengatakan, semua sudah teken kontrak dengan rekanan. "Kalau sudah teken kontrak, kok belum juga dikerjakan? Apakah rekanan yang menang tender adalah perusahaan "odong-odong"? Kalau tidak beres black list aja, segera alihkan ke pemenang urutan kedua, jangan membuat malu wali kota," tegasnya.

Dalam RDP nanti harus dipertanyakan kepada Kadis apakah benar-benar sudah dilakukan kontrak dengan rekanan. Kalau terbukti belum melakukan kontrak, maka Kahirul Syahnan dianggap telah melakukan kesalahan besar maka dia perlu dicopot. Parlaungan mengakui, banyak perusahaan yang dipinjamkan kepada pihak yang tidak kompeten sehingga Dinas PU ragu untuk memulai pengerjaan.

Sementara, Ketua Fraksi Persatuan Nasional Andi Lumban Gaol mengatakan, wali kota jangan lagi berdalih setelah ditegur presiden. Anggaplah teguran itu sebagai pemacu untuk terus membangun Kota Medan agar menjadi lebih baik. Karena, setelah dikritik Presiden, wali kota mengatakan bahwa di Medan ada jalan provinsi dan jalan nasional. Jawaban seperti itu kata Andi bukan jawaban seorang pemimpin yang profesional dan legowo terhadap kelemahannya.

Menurut politisi PKPI ini, kondisi jalan Kota Medan yang rusak parah adalah fakta, presiden tidak mengada-ada. Apalagi yang dilihat presiden masih inti kota, belum lagi jalan yang rusak parah di daerah pinggiran dan masyarakat juga tidak membantah kondisi itu. "Makanya wali kota perlu introspeksi diri, jangan membantah bila dikritik, karena memang benar kondisi jalan kota sudah sangat parah, kami berharap wali kota bisa menanggapinya secara positif," terangnya.

Menurut Andi, persoalan proyek pembangunan di Medan sudah seperti lingkaran setan, dari tahap pelelangan saja sudah "rusak". Artinya, mulai tahap pelelangan sampai pengerjaan sudah banyak permasalahan, banyak persenan yang harus dikeluarkan rekanan sehingga mengurangi mutu sebuah proyek. "Kami berharap Pak Eldin lebih tegas lagi memimpin, teguran presiden harus ditanggapi positif untuk lebih baik lagi memimpin dinas-dinasnya tanpa ada intervensi dari pihak-pihak lain," tuturnya.

Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera H Jumadi SPd (I) mengatakan, teguran Presiden Jokowi itu sebaiknya dianggap dorongan supaya Eldin lebih semangat untuk mempercepat pembangunan. Dia melihat pembangunan infrastruktur masih dalam pengerjaan, tidak bisa langsung dibilang gagal. Masih ada waktu tiga bulan lagi. Apalagi anggarannya Rp1,103 triliun itu sudah lebih dari cukup untuk anggaran infrastruktur.

"Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tidak bisa langsung dibilang gagal, karena jalan nasional dan jalan provinsi juga banyak yang belum bagus. Saya rasa tidak ada masalah, kita tunggu saja sampai akhir tahun, toh Dinas PU sekarang masih bekerja kok, kecuali ada penurunan alokasi barulah ada masalah," ungkap Anggota Komisi D ini.

Meski demikian, Jumadi meminta Dinas PU agar membangun infrastruktur yang berkualitas agar jangan cepat rusak. Dia menyayangkan ketika meminta Dinas PU agar bersama-sama DPRD Medan mencek hasil pembangunan yang sudah dikerjakan, tapi tidak pernah disanggupi Dinas PU. "Dinas PU hanya berjanji-janji saja, tapi tidak pernah mengajak, karena perlu kita lihat kualitas pengerjaan, semua harus transparan, jangan pengerjaan masih amburadul tapi langsung di acc saja oleh dinas," paparnya. (detikcom/A10/f/h)