Sat09222018

Last update12:13:07 AM GMT

alt

SUMATERA

WALIKOTA MEDAN TANDA TANGANI MOU DENGAN BUPATI DELI SERDANG

PelitaPos – Medan, Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemerintahan, pembangunan, perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Medan menjalin Kerjasama Lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

          Kerjasama ini ditandatangani langsung oleh Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S, M.Si bersama dengan Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Lintas Daerah di Heritage Hotel Grand Aston Medan, Rabu (24/1).

Read more:

WALIKOTA MEDAN DAMPINGI TIGA MENTERI TINJAU JALUR GANDA MEDAN-KUALANAMU.

alt

PelitaPos - Medan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pengerjaan proyek jalur kereta api layang ganda Medan-Kualanamu di Stasiun Kereta Api Medan, Rabu (17/1).

Read more:

Semarga sama Kadispenda..Gubsu Dinobatkan Jadi Marga Hasibuan dan Ketua Tim PKK Sumut Nasution

altSibuhuan (Pelitapos)- Pada acara pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Parsadaan Hasibuan "Pahae Barumun Pahulu Sosa" di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, dinobatkan secara resmi bermarga Hasibuan dan ketua tim PKK Sumut jadi bermarga Nasution Minggu (28/8)


Sebelum acara pengukuhan Parsadaan Hasibuan yang juga turut dihadiri Wakil Bupati Padang Lawas Utara H Riskon Hasibuan dan Kadis Pendapatan Provinsi Sumatera Utara H Sarmadan Hasibuan, Kapolres Tapsel AKB Rony Samtana SIK MTCP, Dandim 0212 Tapnanuli Selatan Letkol Inf Septa, Ketua Umum Parsadaan Hasibuan Drs H. Irfan Soaduaon Hasibuan, pada acara penyambutan Gubernur Sumatera Utara  dan sebelum memasangkan topi bulang adat kepada Gubsu mengatakan bahwa penobatan marga H Tengku Erry Nuradi Hasibuan dan Evi Diana Nasution, itu adalah berdasarkan hasil sidang adat yang dihadiri seluruh ketua luat, bermarga Hasibuan  pada Sabtu (27/08).

Lebih lanjut, setelah dikukuhkan oleh Dewan Pembina Parsadaan Hasibuan Imran Joni Hasibuan bersama H Sutan Soduguron Hasibuan. Drs H Irfan Soaduaon Hasibuan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Sekretaris Syafaruddin Hasibuan SH, Bendahara H Luhut Hasibuan, bersama seluruh bidang pada pengurus Parsadaan Hasibuan,  periode 2016- 2019, Irfan mengungkapkan bahwa berdirinya wadah tersebut,  pada  31 Januari 2016 lalu dan itu merupakan gagasan dari para ketua luat dan anak boru bermarga Daulay, yang melihat selama ini, kurang kompaknya dan kurangnya jaringan silaturrahmi antara sesama marga Hasibuan di Kabupaten Padang Lawas. Dalam hal itu Irfan mengajak melalui wadah yang sudah terbentuk itu (Parsadaan Hasibuan) agar saling bahu membahu, bersama masayarakat Palas yang bermarga Daulay selaku anak boru juga Nasution sebagai mora dari Hasibuan.

Irfan juga mengatakan bahwa Parsadaan Hasibuan itu, tidak menutup marga lain untuk masuk bergabung di dalamnya, karna menurutnya sejak sekitar 600 tahun yang lalu, marga Hasibuan datang dari Toba ke wilayah TABAGSEL (Tapanuli Bagian Selatan) ini, selalu bersama dengan marga lain seperti marga Daulay selaku anak boru.

"Dari Toba aja dulu kita bawa anak boru marga Daulay, tentunya di saat ini pun kita terbuka untuk marga dan suku lainnya," jelas Irfan.

Sementara Bupati Palas H Ali Sutan Harahap yang juga hadir pada acara tersebut, mendukung atas berdirinya Parsadaan Hasibuan dan berpesan kepada seluruh pengurus Prasadaan Hasibuan untuk membantu sejumlah program Pemda, khususnya di bidang adat, juga kepada raja- raja luat Hasibuan agar terus saling berkordinasi dan bersinergi supaya perogram- program yang ada di Parsadaan Hasibuan dapat berjalan baik.

Sementara Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi Hasibuan MSi, mengucapkan terima kasih atas pemberian marga tersebut, sekarang sudah bermarga Nasution, dan mengatakan dengan terbentuknya Parsadaan Hasibuan diharapkan kepada seluruh pengurus, terus bersinergi dan tetap komitmen, dalam memajukan organisasi, juga menyampaikan pesan, agar pengurus Parsadaan Hasibuan tetap membina kemitraan dengan Pemkab Palas

PTPN III Holding dan PT Telkom Indonesia Teken MOU Penggunaan Sumber Daya Pengembangan Sistem Tekn

Medan,Pelirta Pos. Bertempat di Lantai III Gedung Graha Nusatiga Kantor Perwakilan PTPN III Jalan Proklamasi No. 25 Jakarta Pusat, Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Bagas Angkasa disaksikan oleh Erwan Pelawi Direktur Keuangan PTPN III, Rafjon Yahya Direktur Korporasi PTPN III, Siti Choiriana EGM Divisi Enterprise Service dan Dwi Sulistiani General Manager Enterprise Service Division melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan

Read more:

PTPN III Sosialisasikan E-Procurement Pada Mitra Usaha

Medan,Pelita Pos- PT Perkebunan Nusantara III mengundang rekanan bisnis yang selama ini telah membangun kerja sama sebagai mitra utama bisnis perusahaan untuk menerima materi sosialisasi e-procurement atau sistem layanan pengadaan barang/jasa melalui internet.

Electronic Procurement biasa disingkat e-proc merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan efisien untuk membantu kelancaran tugas-tugas yang terkait pada bidang pelayanan barang dan jasa, selain itu bertujuan menghindari adanya penyalahgunaan tanggung jawab dan tugas dalam proses bisnis tersebut karena semakin meminimalisir hubungan langsung antar pihak penyedia jasa dan panitia pelelangan, sehingga proses pengadaan barang/jasa berlangsung lebih transparan.

Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nurhidayat, Direktur Pelaksana Operasional PTPN III bahwa sosialisasi e-procurement untuk meningkatkan efisiensi biaya dan efektifitas waktu serta membuat proses tender lebih terbuka dan transparan. Ia mengucapkan terima kasih pada seluruh rekanan bisnis atas hubungan kemitraan yang sangat harmonis dengan perusahaan.

Paparan sosialisasi disampaikan oleh Adi Fitria, Kepala Bagian Pelelangan dan Pujo Sariono serta tim panitia pelelangan dengan judul presentasi manajemen vendor.  Acara berlangsung sangat meriah karena diisi dengan hiburan dimana para rekanan bisnis pun turut menyumbangkan suara emasnya. Acara berakhir usai makan siang bersama pada pukul 13.00 WIB. (humas)

 

Evy : Syarat Islah.Partai Nasdem Minta Jatah Kepala Dinas

 

altJAKARTA (Pelita Pos) - Islah antara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dengan wakilnya Tengku Erry Nuradi disebut-sebut bukan tanpa pamrih. Kabarnya NasDem, partai tempat Erry bernaung meminta jatah jabatan kepada sang gubernur sebagai imbalan.

 

Hal ini diakui oleh istri Gatot, Evy Susanti. Istri kedua Gatot itu menyebut jika partai besutan Surya Paloh meminta jatah kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemprov Sumut.

"Iya, memang ada (permintaan)," ungkap Evy usai menjalani pemeriksaan bersama Gatot di KPK, Kamis (29/10).

Sayang ketika ditanya siapa yang mengutarakan permintaan tersebut, Evy bungkam. Dia langsung bergegas masuk mobil tahanan yang menunggu di halaman gedung KPK.

Mantan pengacara Gatot dan Evy, Razman Arief Nasution juga pernah mengungkapkan hal yang sama. Dia menyebut bahwa dalam pertemuan antara Gatot dan sejumlah petinggi NasDem pada bulan Mei silam bukan sekadar membicarakan islah.

"Ada pembicaraan power sharing (bagi-bagi jabatan)," kata Razman di Jakarta, Selasa (6/10) lalu.

Razman bahkan klaim punya bukti berupa dokumen kesaksian Evy kepada penyidik KPK. Di dalam dokumen tersebut terungkap jelas isi pertemuan islah yang bertempat di kantor DPP NasDem itu.

Pertemuan islah di DPP NasDem selama ini diklaim hanya dihadiri Surya Paloh, Tengku Erry Nuradi, OC Kaligis dan Gatot. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa permintaan jabatan diutarakan oleh kakak dari Surya Paloh, Rusli Paloh.

Permintaan sendiri diduga kuat terkait upaya Gatot mengamankan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial yang ditangani Kejaksaan Agung. Politikus PKS itu meminta bantuan petinggi NasDem untuk melobi Jaksa Agung M Prasetyo agar tidak menjerat dirinya. (jP)

DPRDSU Desak Pihak Berwajib Teliti Penyebab Matinya Ratusan Ton Ikan di Silalahi Danau Toba

altMedan (Pelitapos) Kalangan anggota DPRD Sumut mendesak BLH (Badan Lingkungan Hidup) Provsu dan BLH di 7 kabupaten kawasan Danau Toba segera meneliti pencemaran air Danau Toba yang diduga telah meracuni ratusan ton ikan hingga mati mendadak di Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, karena kematian ikan tersebut sudah pada tingkat mengkhawatirkan.



"Masalah kematian ikan ratusan ton itu harus segera diteliti agar tidak meluas, karena sebelumnya hal serupa juga sudah terjadi di Desa Bandar Purba Kecamatan Haranggaol Kabupaten Simalungun," ujar anggota DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Leonard Surungan Samosir SE dan Jenny Riany Lucia Berutu SH kepada wartawan, Kamis (26/5) di gedung dewan terkait ratusan ton ikan mati mendadak di Silalahi Dairi.

Leonard mengatakan, kematian ikan di Danau Toba sudah sangat mengkhawatirkan, karena jumlahnya mencapai ratusan ton diduga akibat air Danau Toba sudah dicemari limbah pakan ikan sehingga harus segera disterilkan pihak instansi yang berwenang.

"Kematian ikan sampai ratusan ton, diduga  karena pencemaran air Danau Toba sudah sangat tinggi dan mengkhawatirkan, sehingga tingkat pencemaran itu harus segera diteliti," ujar Leonard seraya minta 7 Pemkab di kawasan Danau Toba bergerak cepat mengatasi masalah ini, sebelum masyarakat mengalami kerugian  yang lebih besar lagi.

Seperti dinyatakan pakar pencemaran lingkungan, lanjut Leonard yang juga anggota Komisi D itu, pencemaran air Danau Toba akibat tumpukan limbah pakan ikan yang sudah ribuan ton mengendap dari pemberian makan ikan-ikan yang dipelihara menggunakan KJA (kerambah jaring apung) 'raksasa'.

"Limbah pakan ikan KJA yang mengendap bertahun-tahun sudah berubah menjadi racun, sehingga air Danau Toba tercemar.  Kalau ini dibiarkan, bukan hanya ikan-ikan yang mati, tapi juga dapat memusnahkan ekosistem perairan Danau Toba dan jenis ikan yang tidak ada di tempat lain, termasuk ikan Batak dan ikan mujahir asli Danau Toba," ujar Leonard.

Leonard maupun Jenny Berutu meminta BLH Sumut kerjasama dengan BLH 7 kabupaten (Simalungun, Taput, Tobasa, Samosir, Humbahas, Dairi, Karo) kawasan Danau Toba untuk melakukan penelitian. "Jika benar kematian ribuan ton ikan diakibatkan limbah pakan ikan, maka seluruh KJA yang ada di Danau Toba harus dicabut izinnya dan ditutup," tandas kedua anggota dewan dari dapil yang sama ini.

Apalagi, ungkap Jenny yang juga Bendahara FP Demokrat itu, perairan Danau Toba juga dicemari oleh limbah-limbah rumah tangga dan hotel-hotel seperti limbah cair deterjen dan zat kimia lainnya yang langsung dibuang ke Danau Toba.

Karena itu, Jenny berharap Komisi D membidangi masalah limbah dan lingkungan hidup agar proaktif menyikapi masalah kematian ikan mencapai ratusan ton, apakah disebabkan keracunan limbah pakan ikan atau disebabkan hal lain, karena air Danau Toba juga menjadi dikonsumsi masyarakat.

"Jangan-jangan air Danau Toba yang tercemar limbah bisa meracuni orang, karena masyarakat pinggiran Danau Toba memanfaatkan air Danau Toba untuk kebutuhan sehari-hari," tambah Jenny.

Menunggu Hasil Penelitian
Sementara itu, Kadiskanla Sumut H Zonny Waldi melalui telepon, Kamis (26/5) mengatakan, matinya ratusan ton ikan di Desa Silalahi I, II dan III, Silalahisabungan, Dairi belum diketahui penyebabnya, tetapi dugaan sementara karena kurangnya oksigen. Sebab ciri matinya ikan sama dengan keramba jaring apung (KJA) di Kecamatan Haranggaol, Horison, Simalungun baru-baru ini.

"Atas kejadian ini Diskanla sudah melaporkan ke KKP RI dan tim akan bekerja ke lokasi meneliti apa penyebab ribuan ikan itu mati, apakah karena penyakit atau karena faktor alam atau kekurangan oksigen dan hasilnya kami laporkan ke gubernur," jelasnya.

Ke depan, tambah Zonny, petani ikan KJA di seluruh perairan Danau Toba agar mengikuti Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dimana untuk  KJA ukuran 5X5X5 M, idealnya jumlah ikan 5.000 ekor, tetapi kenyataannya mencapai 10.000-15.000 ekor. Hal seperti itu juga penyebab matinya ikan karena kurangnya oksigen.

"Selain itu tata kelola letak KJA juga diatur, jangan sesuka-suka saja sehingga menghalangi tiupan angin dan mengganggu sirkulasi air dalam KJA," harap Waldi  seraya menyarankan kepada petani KJA, agar membentuk kelompok/koperasi dalam meningkatkan komunikasi internal dan memudahkan pembinaan dari pemerintah.

Belum Ada Lokasi Pembuangan
Terpisah Op Nisi Ngelo Sidebang (61) kepada wartawan, Kamis (26/5) di Silalahi mengatakan matinya ikan sejak Senin malam, disebabkan adanya bau belerang dari dasar air. Sejak Senin hingga Kamis (26/5), kurang lebih lima ratus ton ikan sudah mati yakni ikan mujair dan  ikan mas, mulai dari  ukuran kecil, sedang, hingga hendak dipanen.

"Biasanya satu kotak keramba berisi 5 ribu-8 ribu ekor ikan mujair. Ciri-ciri ikan yang mau mati langsung muncul ke permukaan dengan megap-megap mencari oksigen. Untuk Desa Silalahi I saja, sekitar 200 kotak yang sudah mati yaitu milik Pa Nanda Sidebang, Rudy Sidebang, Princes Sidabutar dan Iwan Simarmata. Bila dijumlahkan per kotaknya bisa mencapai 1,5-1,8 ton. Belum lagi Desa Silalahi II, III, Paropo dan Desa Paropo I," katanya.

Sementara itu, Maruba Sijabat menyebut, sekitar 18 kotak ikannya yang mati mendadak, bila dijumlah sekitar 27 ton dengan harga per kilogram Rp 23.500, sehingga kerugian mencapai Rp 600 juta lebih. Belum lagi biaya pengangkutan bangkai ikan untuk dibuang.

Diharapkan pemerintah membantu petani KJA membuang bangkai ikan itu, misalnya alat berat untuk menggali tanah dan mobil untuk mengangkut bangkai ikan ke lokasi pembuangan.

"Kami kewalahan untuk membuang bangkai ikan yang sampai ratusan ton, tidak tahu hendak ke mana mau dibuang. Memang ada sebagian diminta petani jeruk untuk dijadikan kompos, tapi itu hanya sedikit," sebut Maruba.

Sementara, petani KJA di Desa Paropo mengatakan tidak tahu apa penyebab kematian ikan milik mereka, bahkan isu bau belerang juga mereka tidak mengetahuinya. "Yang jelas kematian ikan tersebut belum tahu apa penyebabnya," cetus warga bermarga Manihuruk itu.

Dinas Pertanian Dairi melalui Kabid Perikan Lamhot Silalahi di Desa Silalahi I mengatakan, belum mengetahui berapa ton jumlah pasti ikan yang mati. 

Untuk sementara kematian ikan tersebut disebabkan kekurangan oksigen. Untuk lebih pastinya, akan dilakukan penelitian lebih lanjut. Oleh sebab itu, kata Lamhot, tim Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah didatangkan dari Jambi dan mereka sudah sampai di Silalahi melakukan pengambilan sampel. Ketepatan mereka di Sumut ini, sehingga sampai lebih cepat.

"Setelah dilakukan pengukuran kualitas air di titik  keramba milik Rudi Hartono Sidebang, ditemukan perbedaan oksigen. Pada titik pertama 3,2 ppm, titik kedua 4,2 ppm dan titik ketiga 3,4 ppm. Idealnya, air memiliki oksigen 5 hingg 7,5 ppm. Namun, pihak BPBAT telah membawa ikan hidup yang akan diperiksa dan diteliti," tambahnya.

Terkait pembuangan ikan, Lamhot menyebut, bukan tugas  mereka. "Kita hanya pelaksana tehnis. Seharusnya Camat Silahisabungan yang melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan masyarakat untuk menentukan lokasi pembuangan bangkai ikan. Kendati demikian, kita sudah berkordinasi dengan pihak BPBD Dairi untuk menyediakan truk pengangkutannya," kata Lamhot.

Pantauan di lapangan, sebagian besar petani KJA tidak mau diwawancarai wartawan untuk mengetahui jumlah ikan mereka yang mati. Petani enggan berkomentar dan tidak mengizinkan untuk mengambil gambar dari lokasi keramba mereka. sIB

PENGERUKAN HUTAN MANGROVE DI PANGKALAN SUSU DIDUGA TANPA IZIN

 

repro

Pangkalansusu (Pelitapos))-Meski tanpa memiliki izin resmi dari pemerintah, tapi praktik pengerukan kawasan hutan mangrove yang dilakukan oknum pengusaha masih saja berlangsung di pesisir pantai Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat.



Pengerukan menggunakan alat berat escavator dan telah berlangsung dua bulan yang hingga saat ini masih berlanjut, ujar Kades Sei Meran, Jailani kepada Media baru baru ini saat melakukan peninjauan di lokasi yang sedang dibendung.

Menurut Jailani, sejak pertengahan Juni lalu escavator diturunkan membangun tanggul/benteng di kawasan hutan mangrove hingga menjelang akhir Juli, oknum pengusaha belum memiliki izin “saya sendiri selaku Kades tak pernah mengeluarkan sepotong surat terkait pengerukan lahan, “ujarnya.

Sesuai laporan kata Jailani yang saya terima, kawasan mangrove yang dikonversi akan dijadikan areal pertambakan udang. Dan lahan tersebut dibeli oknum pengusaha dari seseorang yang mengaku pemilik lahan yang sebelumnya merupakan areal pertambakan udang alam, kata Kades.

Pantauan SIB di lokasi pengerukan, lahan kawasan hutan mangrove yang sudah  dibendung diperkirakan mencapai tiga hektare lebih. Sementara satu unit escavaror terlihat sedang terpuruk di dalam lumpur benteng pengerukan.

Secara terpisah dikonfirmasi , oknum pengusaha, H Tar mengatakan, lahan yang dikonversi merupakan eks tambak alam. “Lahan tersebut saya beli dari seseorang selaku pemiliknya, dan bukan pembukaan lahan baru”, ujarnya Disinggung terkait perizinan, ia enggan menjawab. (S)

HT.Erry Nuradi Rencananya Dilantik Rabu Depan Dijakarta

alt

Medan (Pelita Pos) Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Dodi Riatmadji mengatakan bahwa pihaknya telah merencanakan pelantikan sejumlah gubernur, termasuk Tengku Erry Nuradi, pada Rabu (25/5/2016) pekan depan di Istana Negara Jakarta.

Read more:

Subcategories

 

alt

alt