Thu08162018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

'Tarik Buku Pelajaran yang Mencantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel'

altKUALA LUMPUR -- Komite Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menarik dan merevisi buku IPS kelas VI SD karangan Sutoyo dan Leo Agung yang mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. SIKL menilai apa yang ditulis dalam buku tersebut mencederai perjuangan Indonesia dalam mendorong kemerdekaan Palestina.

 


"Dalam halaman 76 buku terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan halaman 76 tercetak nama negara Israel dengan ibu kota Yerusalem," kata Ketua Komite SIKL Hardjito Warno di Kuala Lumpur, Selasa (12/12).

Hardjito Warno mengatakan bahwa kesalahan fatal pencantuman nama negara penjajah Palestina itu bertolak belakang dengan konstitusi Pembukaan UUD NRI 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Selain itu, kata dia, mencederai upaya yang dilakukan pemerintah RI dalam memperjuangkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina dan mendorong perjuangan kemerdekaan negara tersebut.

Komite Sekolah Indonesia Kualalumpur meminta kepada Kemendikbud RI segera menarik dan merevisi buku itu. Hal ini penting agar tidak ada kerancuan berpikir dari pelajar sekolah dasar dalam menyikapi siapa sebenarnya yang menjajah Palestina.

Hardjito mengatakan bahwa buku IPS kelas VI tersebut saat ini bisa unggah gratis di Google Play Store. Saat ini, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur dan kepala sekolah (R)alt

Walikota Medan resmi menutup kepemimpinan tingkat III angkatan XIV

Medan (PP)

                Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Ikhwan Habibi Daulay,SH,M.Hum , secara resmi menutup diklat kepemimpinan tingkat III angkatan XIV tahun 2017 di gedung P4TK, Jln Setia Budi, Kec. Medan Helvetia, Kamis (30/11).

               Penutupan Diklat ini ditandai dengan pelepasan bed tanda peserta secara simbolis oleh Ikhwan Habibi Daulay didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Setda Kota Medan, Lahum,SH,.MM.

               Dalam sambutan Walikota Medan yang dibacakan oleh Ikhwan Habibi mengatakan pejabat struktural eselon III memainkan peranan yang menentukan dalam menangani isu-isu nasional strategis yang memerlukan peranan lintas lembaga atau wilayah, serta di tuntut untuk mampu meningkatkan kinerja sektor atau wilayah yang dipimpinnya melalui penetapan visi atau arah kebijakan sektor dan wilayah yang tepat.

               "Tugas yang penting ini tentu menuntut pejabat eselon III untuk memiliki kemampuan yang tinggi dalam memimpin jabatan struktural dan fungsional dibawahnya, termasuk pemangku kepentingan lainnya agar dapat memotivasi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik di kota Medan."kata Ikhwan Habibi.

             Atas dasar tersebut lah,Ikhwan Habibi mengaku sangat mengapresiasi atas terselenggaranya diklat ini sekaligus mengucapkan selamat kepada para peserta Diklat Kepemimpinan III Angkatan XIV yang telah menyelesaikan program belajarnya.

            "Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu peserta diklat karena telah menjalani seluruh agenda diklat dengan baik dan lancar, saya harap kedepannya para peserta semakin memiliki kemampuan visioner stratejik, peka terhadap perkembangan pembangunan dan mampu mengelolah kebijakan dalam menghadapi setiap tantangan."harap Ikhwan Habibi.

             Sebelumnya, Harun Ismail Sitompul,SH selaku Kabid Pengembangan SDM dalam laporannya mengatakan peserta yang mengikuti diklat sebanyak 34 orang peserta. Dari keseluruhan peserta tersebut yang berhasil meraih predikat sangat memuaskan sebanyak 4 orang, sedangkan yang memproleh predikat memuaskan sebanyak 24 orang, dan yang memproleh predikat cukup memuaskan hanya 3 orang peserta.

             Empat orang yang meraih predikat sangat memuaskan nantinya akan di ikut sertakan dalam kompetisi Inagara Award yang akan diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara di Jakarta. ( Y H )

 
 
 

Nih Tampang Dokter Helmi yang Tega Bunuh Istri karena Ngotot Cerai

altJAKARTA – Dokter Helmi tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, dokter Letty dengan berondongan enam peluru dari senjata api yang dibawanya.

 

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (9/11) sekitar pukl 14.30 WIB di klinik Azzahra Medical di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan bahwa dokter Helmi telah menyerahkan diri.

“Iya benar, pelaku sudah menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu,” ujar Argo, Kamis (9/11).

Saat ini, lanjut Argo, pihakya tengah memeriksa pelaku.

“Masih diinterogasi sama penyidik,” tambah Argo.

Seperti diketahui, dokter Helmi sebelumnya tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, dokter Letty dengan menggunakan senjata api.

Dari kesaksian salah satu saksi yang merupakan kasir klinik tersebut, Nabila, menyebut pelaku dan korban adalah pasngan suami-istri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.

Nabila mengungkapkan, saat itu korban tengah bekerja seperti biasa melayani para pasien dan tengah berada di ruang pendaftaran.

Kemudian, dokter Helmi datang dan mengajak dokter Letty keluar ruangan. Tak lama kemudian, ia mendengar pasangan suami-istri itu terlibat cekcok dan adu mulut.

“Setelah itu korban masuk dan minta tolong disusul pelaku,” kata dia.

Saat itu, ia melihat betul pelaku menenteng sebuah senjata api di tangannya. Bahkan, pelaku sempat mengusir para pengunjung yang ada di dalam klinik. Dia sempat mengusir pengunjung dengan menondongkan senjata api,” kata dia.

Karena ketakutan, Nabila memilih menghindar dan keluar dari klinik. Tak lama kemudian, terdengar suara letusan senjata api.

“Ada enam kali tembakan,” terangnya.

Sementara, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menduga, peristiwa tersebut dipicu masalah rumah tangga keduanya.

Sebab, korban diketahui meminta cerai kepada pelaku yang bersikukuh tak mau menceraikannya. “Enggak mau dicerai,” kata Andry.

(Pojoksatu)

WALIKOTA BUKA DIKLAT PENATAUSAHAAN ASET/ BARANG DAERAH

Medan (     PP       )

       Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin diwakili Kepala BKDPSDM Kota Medan Lahum SH, MM membuka Diklat Penatausahaan Aset/ Barang Daerah di Lingkup Pemerintah Kota Medan, Senin (27/11) di Hotel Grand Kanaya Medan.
        Walikota mengingatkan aparaturnya agar berhati-hati dalam pengelolaan aset dan barang milik daerah, karena sampai saat ini pengelolaan aset dan barang masih menjadi masalah yang serius di hampir semua pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kota Medan.
       Untuk itu dirinya meminta aparaturnya untuk mengikuti diklat ini dengan serius agar indikator baik dari penatausahaan aset dan barang dapat terpenuhi.
       "Saya minta ini menjadi perhatian kita bersama, karena penatausahaan aset/ barang akan berpengaruh pada pelaporan keuangan pemda," kata Walikota.
      Ia juga mengajak aparaturnya untuk berkomitmen dan meningkatkan motivasi pegawai dan instansinya dalam mendukung upaya Pemko Medan untuk kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemko Medan.
       "Gunakan standar acuan dan prosedur berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak ada lagi hal-hal yang secara material menyimpang dari standar dan peraturan yang ada.
       Sementara itu, panitia penyelenggara, Kabid PSDM, Harun Sitompul menyebutkan, Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengurus barang dan pejabat penatausahaan barang agar mampu menatausahakan barang milik daerah dengan baik.
        Diklat ini sendiri diselenggarakan 27 November - 8 Desember mendatang, dimana akan diikuti 160 orang ASN yang menjadi pengurus barang pada instansi serta akan dibagi 2 gelombang. Sedangkan untuk narasumber berasal dari BPSDM Kementerian Dalam Negeri, BPKP Perwakilan Sumatera Utara dan Kantor Pengamanan Kekayaan dan lelang. (HS)
 
 
 

TIM TERPADU RAZIA KAFE DAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KOTA MEDAN

Medan (PP) Dinas Pariwisata Kota Medan bersama Tim Terpadu Penertiban Tempat Hiburan yang terdiri dari Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, TNI AU, Denpom I/5, Kejari Medan, dan Satpol PP Kota Medan, melakukan sidak ke sejumlah kafe dan tempat hiburan malam yang ada di Kota Medan, Kamis (31/8) malam.
     Penyidakan ini sesuai dengan instruksi Walikota Medan Dzulmi Eldin kepada seluruh Kafe dan Lokasi Hiburan Malam untuk menghentikan aktifitas hiburan malam pada pelaksanaan kegiatan ibadah hari-hari besar keagamaan.
     Hal ini dimaksudkan untuk menghormati dan memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat Kota Medan dalam melaksanakan Ibadah Malam Takbiran dan berjumpul bersma keluarga secara hikmat menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, Jumat (1/9).
     Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Agus Suriyono, Tim Terpadu dibagi menjadi 2 tim dimana kedua tim tersebut akan melakukan penyisiran kafe dan tempat hiburan malam di wilayah Medan Bagian Utara dan Bagian Inti Kota serta bagian Selatan Kota Medan.
     "Sidak yang kita lakukan ini dalam rangka sterilisasi jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H. Sebagaimana instruksi Walikota Medan Dzulmi Eldin yang menginginkan perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini berlangsung hikmat, terutama pada malam takbirannya," jelas Kadis Pariwisata, Agus Suriyono.
     Suriyono mengatakan malam takbiran sebaiknya dijadikan sebagai moment untuk merefleksikan diri beribadah memasuki Hari Raya Kurban, bukan hura-hura. Malam takbiran ini baiknya diisi dengan hal-hal positif bersama keluarga. Maka dari itu dilakukan penyisiran kafe dan tempat hiburan.
     Malam itu penyisiran dimulai sejak pukul 21.00 hingga Pukul 01.00 (Jumat dinihari). Kedua sama-sama dilepas dari kantor Dinas Pariwisata kota Medan. Tim 2 memulai penyisiran ke sejumlah kafe dan tempat hiburan di daerah Medan Belawan seperti D'Blues dan Grand D'Blues menjadi tujuan penyisiran, hasilnya tidak ditemukan aktifitas hiburan di lokasi tersebut.
     Di waktu bersamaan, Tim 1 menyisir di daerah selatan dan inti kota diantara Pronto, tempat hiburan di komplek HDTI, Dr. Coffee, hingga ke warkop-warkop. Hasilnya tim menemukan pelanggaran di dua tempat, Pronto dan Dr. Coffee. Dalam razia tersebut petugas yang mendapati Pronto dalam keadaan sedang beroperasi langsung memeriksa lokasi dan melihat izin usahanya. Ditemukan pelanggaran pada izin usaha, dimana ternyata izin usaha Pronto adalah izin restoran/rumah makan. Di dalamnya terdapat Bar yang menjual minuman beralkohol secara luas.
     "Tempat ini jelas sudah menyalah, sudah beroperasi juga menyalahi izin usaha. Izinnya rumah makan, tapi kalian malah membuat Bar dan menjual minuman beralkohol secara bebas. Maka dari itu Pronto di BAP dan diberi sanksi dihentikan seluruh aktifitas di dalamnya sampai seluruh administrasi izin usaha nya diperbaiki," tegas Kasie Ekraf dan Sumberdaya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Medan, Bagindo Uno kepada manajemen Pronto.
     Hal serupa juga dilakukan di Dr. Coffee. Tim yang menemukan pelanggaran live musik dengan volume dan tingkat kebisingan tinggi langsung meminta kepada manajemen segera menghentikannya dan di BAP untuk kemudian dipanggil dan dipertanggungjawabkan di Dinas Pariwisata. Tamu Kafe yang semula sedang asik bernyanyi menunujukkan rawut kekecawaannya kepada pihak manajemen karena tidak memberi tahu mereka terlebih dahulu akan adanya larangan tersebut.
     Selanjutnya tim bergerak mendatangi tempat hiburan di kawasan Hotel Soechi, Centre Point, Jalan Halat, Jalan Juanda. Tim tidak menemukan tempat hiburan malam yang mengoperasikan musik kafenya. Namun demikian tim tetap menginstruksikan pemilik kafe untuk tidak mengoperasikannya selama hari raya ini.
     Sebelumnya ujar Kadis Pariwisata Agus Suriyono yang turut didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata, Budi Hariono, sudah kita himbau kepada pemilik kafe dan tempat hiburan melalui Surat Edaran Walikota Medan No 503/5067 tanggal 15 Mei 2017. Dalam surat edarannya sudah dijelaskan, dalam rangka Hari Raya Idul Adha seluruh tempat usaha hiburan dan rekreasi harus tutup selama 2 (dua) hari terhitung 31 Agustus 2017 - 1 September 2017.
     "Jangan ada tempat hiburan yang coba main kucing-kucingan. Jika ada yang ketahuan beroperasi dan melakukan berbagai pelanggaran di dalamnya, langsung di BAP, dan diberi sanksi pembinaan secara tegas. Jangan pilih kasih," tekan Kadis. (HS)