Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

Nih Tampang Dokter Helmi yang Tega Bunuh Istri karena Ngotot Cerai

altJAKARTA – Dokter Helmi tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, dokter Letty dengan berondongan enam peluru dari senjata api yang dibawanya.

 

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (9/11) sekitar pukl 14.30 WIB di klinik Azzahra Medical di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan bahwa dokter Helmi telah menyerahkan diri.

“Iya benar, pelaku sudah menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu,” ujar Argo, Kamis (9/11).

Saat ini, lanjut Argo, pihakya tengah memeriksa pelaku.

“Masih diinterogasi sama penyidik,” tambah Argo.

Seperti diketahui, dokter Helmi sebelumnya tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, dokter Letty dengan menggunakan senjata api.

Dari kesaksian salah satu saksi yang merupakan kasir klinik tersebut, Nabila, menyebut pelaku dan korban adalah pasngan suami-istri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.

Nabila mengungkapkan, saat itu korban tengah bekerja seperti biasa melayani para pasien dan tengah berada di ruang pendaftaran.

Kemudian, dokter Helmi datang dan mengajak dokter Letty keluar ruangan. Tak lama kemudian, ia mendengar pasangan suami-istri itu terlibat cekcok dan adu mulut.

“Setelah itu korban masuk dan minta tolong disusul pelaku,” kata dia.

Saat itu, ia melihat betul pelaku menenteng sebuah senjata api di tangannya. Bahkan, pelaku sempat mengusir para pengunjung yang ada di dalam klinik. Dia sempat mengusir pengunjung dengan menondongkan senjata api,” kata dia.

Karena ketakutan, Nabila memilih menghindar dan keluar dari klinik. Tak lama kemudian, terdengar suara letusan senjata api.

“Ada enam kali tembakan,” terangnya.

Sementara, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menduga, peristiwa tersebut dipicu masalah rumah tangga keduanya.

Sebab, korban diketahui meminta cerai kepada pelaku yang bersikukuh tak mau menceraikannya. “Enggak mau dicerai,” kata Andry.

(Pojoksatu)

TIM TERPADU RAZIA KAFE DAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KOTA MEDAN

Medan (PP) Dinas Pariwisata Kota Medan bersama Tim Terpadu Penertiban Tempat Hiburan yang terdiri dari Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, TNI AU, Denpom I/5, Kejari Medan, dan Satpol PP Kota Medan, melakukan sidak ke sejumlah kafe dan tempat hiburan malam yang ada di Kota Medan, Kamis (31/8) malam.
     Penyidakan ini sesuai dengan instruksi Walikota Medan Dzulmi Eldin kepada seluruh Kafe dan Lokasi Hiburan Malam untuk menghentikan aktifitas hiburan malam pada pelaksanaan kegiatan ibadah hari-hari besar keagamaan.
     Hal ini dimaksudkan untuk menghormati dan memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat Kota Medan dalam melaksanakan Ibadah Malam Takbiran dan berjumpul bersma keluarga secara hikmat menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, Jumat (1/9).
     Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Agus Suriyono, Tim Terpadu dibagi menjadi 2 tim dimana kedua tim tersebut akan melakukan penyisiran kafe dan tempat hiburan malam di wilayah Medan Bagian Utara dan Bagian Inti Kota serta bagian Selatan Kota Medan.
     "Sidak yang kita lakukan ini dalam rangka sterilisasi jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H. Sebagaimana instruksi Walikota Medan Dzulmi Eldin yang menginginkan perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini berlangsung hikmat, terutama pada malam takbirannya," jelas Kadis Pariwisata, Agus Suriyono.
     Suriyono mengatakan malam takbiran sebaiknya dijadikan sebagai moment untuk merefleksikan diri beribadah memasuki Hari Raya Kurban, bukan hura-hura. Malam takbiran ini baiknya diisi dengan hal-hal positif bersama keluarga. Maka dari itu dilakukan penyisiran kafe dan tempat hiburan.
     Malam itu penyisiran dimulai sejak pukul 21.00 hingga Pukul 01.00 (Jumat dinihari). Kedua sama-sama dilepas dari kantor Dinas Pariwisata kota Medan. Tim 2 memulai penyisiran ke sejumlah kafe dan tempat hiburan di daerah Medan Belawan seperti D'Blues dan Grand D'Blues menjadi tujuan penyisiran, hasilnya tidak ditemukan aktifitas hiburan di lokasi tersebut.
     Di waktu bersamaan, Tim 1 menyisir di daerah selatan dan inti kota diantara Pronto, tempat hiburan di komplek HDTI, Dr. Coffee, hingga ke warkop-warkop. Hasilnya tim menemukan pelanggaran di dua tempat, Pronto dan Dr. Coffee. Dalam razia tersebut petugas yang mendapati Pronto dalam keadaan sedang beroperasi langsung memeriksa lokasi dan melihat izin usahanya. Ditemukan pelanggaran pada izin usaha, dimana ternyata izin usaha Pronto adalah izin restoran/rumah makan. Di dalamnya terdapat Bar yang menjual minuman beralkohol secara luas.
     "Tempat ini jelas sudah menyalah, sudah beroperasi juga menyalahi izin usaha. Izinnya rumah makan, tapi kalian malah membuat Bar dan menjual minuman beralkohol secara bebas. Maka dari itu Pronto di BAP dan diberi sanksi dihentikan seluruh aktifitas di dalamnya sampai seluruh administrasi izin usaha nya diperbaiki," tegas Kasie Ekraf dan Sumberdaya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Medan, Bagindo Uno kepada manajemen Pronto.
     Hal serupa juga dilakukan di Dr. Coffee. Tim yang menemukan pelanggaran live musik dengan volume dan tingkat kebisingan tinggi langsung meminta kepada manajemen segera menghentikannya dan di BAP untuk kemudian dipanggil dan dipertanggungjawabkan di Dinas Pariwisata. Tamu Kafe yang semula sedang asik bernyanyi menunujukkan rawut kekecawaannya kepada pihak manajemen karena tidak memberi tahu mereka terlebih dahulu akan adanya larangan tersebut.
     Selanjutnya tim bergerak mendatangi tempat hiburan di kawasan Hotel Soechi, Centre Point, Jalan Halat, Jalan Juanda. Tim tidak menemukan tempat hiburan malam yang mengoperasikan musik kafenya. Namun demikian tim tetap menginstruksikan pemilik kafe untuk tidak mengoperasikannya selama hari raya ini.
     Sebelumnya ujar Kadis Pariwisata Agus Suriyono yang turut didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata, Budi Hariono, sudah kita himbau kepada pemilik kafe dan tempat hiburan melalui Surat Edaran Walikota Medan No 503/5067 tanggal 15 Mei 2017. Dalam surat edarannya sudah dijelaskan, dalam rangka Hari Raya Idul Adha seluruh tempat usaha hiburan dan rekreasi harus tutup selama 2 (dua) hari terhitung 31 Agustus 2017 - 1 September 2017.
     "Jangan ada tempat hiburan yang coba main kucing-kucingan. Jika ada yang ketahuan beroperasi dan melakukan berbagai pelanggaran di dalamnya, langsung di BAP, dan diberi sanksi pembinaan secara tegas. Jangan pilih kasih," tekan Kadis. (HS)

Bareskrim Periksa Pihak Travel Agent Perjalanan Haji

altJAKARTA - Pihak agen perjalanan (travel agent) yang diduga berperan memberangkatkan 177 calon haji asal Indonesia menggunakan paspor palsu Filipina belum ditetapkan sebagai tersangka.

 

"Kita belum ada menetapkan tersangka. Jadi masih perlu dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban akan dilaksanakan di Filipina," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Rabu (24/8/2016).

·        "Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa kita ambil keterangan dari korban sehingga akan memperjelas posisi tersangka di mana, siapa, alamat kantornya di mana. Karena selama ini hanya dapat data saja dan didapat dengan kepolisian yang ada di sana," sambung mantan Kapolda Banten ini.

Empat orang dari tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri diberangkatkan ke Filipina hari ini. Mereka akan menggali keterlibatan tujuh agen perjalanan yang memberangkatkan 177 calon haji asal Indonesia menggunakan paspor palsu Filipina.

Tujuh travel dan KBIH tersebut antara lain PT Taskiah, PT Aulad Amin, PT Aulad Amin Tours Makasar, Travel Shafwa Makasar, Travel Hade El Barde Jakarta Utara, KBIH Arafah, dan KBIH Arafan Pandaan.

 

 

 

WAKIL WALIKOTA APRESIASI SOSIALISASI UNDANG2 HAK CIPTA

Medan (      PP               )

Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution, M.Si sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Sosialisasi Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sebab sosialisasi ini sangat strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat luas akan perkembangan hukum yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Medan terutama dalam pengurusan lisensi lagu dan musik dalam usaha karaoke.

Apresiasi ini disampaikan Wakil Walikota saat membuka acara sosialisasi Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mengusung thema Pengurusan Lisensi Lagu dan Musik dalam usaha karaoke, di Hotel Grand Aston Medan

Selain membuka acara sosialisasi, dalam kesempatan ini Wakil Walikota juga diminta menjadi narasumber dalam menanggapi berlakunya UU No 28 Tahun 2014 bersama dengan Kapolestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho,SIK,SH,M.Hum, Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah, Kepala Sub.Dit. Pelayanan Hukum Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Ham RI, Siar Hasoloan Tamba,SH,MM, dan Komisioner Lembaga Managemen Kolektif, DR.DRS. Imam Haryanto,SH,MH.

Dikatakan Akhyar, di era globalisasi saat ini, bentuk-bentuk kejahatan tidak hanya konvensional pada tindakan perampasan barang-barang material, namun juga kejahatan properti dalam bentuk lain yang dikenal sebagai kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual ini dikategorikan dalam berbagai hak yang khas seperti salah satunya adalah hak cipta. 

Saat ini sendiri, lanjutnya, marak ditemukan beberapa kasus di Indonesia tentang pelanggaran Hak Cipta dan hal tersebut sering dijumpai pada beberapa tempat hiburan seperti di karaoke. Untuk itu, guna melindungi hak ekonomi dan hak moral pencipta dan pihak terkait lainya, maka Pemerintah menetapkan UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tersebut.

"Dengan di sosialisasikannya Undang-undang ini kita berharap dapat memicu semangat para pencipta dan pelaku usaha untuk semakin kreatif dalam melahirkan karya-karyanya sehingga mampu meningkatkan daya saing kreativitas kita dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean saat ini," harap Wakil Walikota dihadapan para pelaku usaha karaoke dan asosiasi pelaku seni di Kota Medan.

Selain itu Wakil Walikota juga berharap kepada Polri sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia agar dapat memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar Hak Cipta tersebut, karena hal tersebut menimbulkan kerugian baik moril maupun materil.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menjelaskan hadirnya Undang-undang ini seyogiyanya tidak hanya memberikan keuntungan pagi pemilik hak cipta ataupun pemilik lagu, namun juga berdampak positif bagi pemakai, pemilik karoke, karena di satu pihak akan memberikan kepastian hukum bagi mereka karena menggunakan lagu yang sudah didaftarkan secara resmi ke pemerintah.

Kepolisian juga, tambah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, pada prinsipnya apabila telah memasuki unsur pelanggaran pidana, pihaknya siap menindak tegas para pelaku pelanggar hak cipta. Guna menghindari hal tersebut terjadi, Sandi berharap adanya komitmen bersama dari pelaku usaha dan pemilik hak cipta untuk bisa memahami aturan Undang-undang yang berlaku. (HS)

Halal Bi Halal PTPN III Jujur, Tulus dan Ikhlas Dalam Bekerja Kunci Percepatan Perubahan

alt

Medan,Pelita Pos- PTPN III (Persero) telah melaksanakan kegiatan halal bi halal di Sei Karang, Galang, Deli Serdang pada tanggal 22 Juli 2016 pada pukul 09.00-12.00 WIB dihadiri oleh Direksi PTPN III Holding diantaranya Elia Massa Manik, Direktur Utama, Seger Budiarjo, DirekturHuman Capital & Umum, Erwan Pelawi, Direktur Keuangan dan Korporasi,Nurhidayat, Direktur Operasional di PTPN III dan jajaran senior excutive vice president, para distrik manajer, manajer, kepala bagian dan kepala urusan serta perwakilan karyawan.

Read more: