Fri01222021

Last update03:59:51 PM GMT

alt

WAKIL WALI KOTA MEDAN : GENERASI MUDA JANGAN MENINGGALKAN IDENTITAS KEMEDANAN

Medan (   PP          )

             Generasi muda Medan diharapkan tidak meninggalkan identitas ke-Medan-an. Salah satu cara menjaga dan memperkuat identitas adalah tidak latah mengikuti gaya berbahasa seperti di iklan maupun dialek daerah lain.

             Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Ir. Akhyar Nasution, M.Si, saat mewakili Wali Kota Medan menerima audiensi Putra Kebudayaan Sumut, Arbi Yahya, Kamis (13/9) di ruang kerjanya.

             "Bahasa adalah jati diri,  identitas, yang harus senantiasa kita jaga. Kehilangan gaya berbahasa Medan, lambat-laun akan menghilangkan identitas kita," ujar Akhyar.

             Berkaitan dengan itu, Akhyar mengingatkan, Putra Kebudayaan Sumut, Arbi Yahya, harus percaya diri menggunakan gaya berbahasa anak Medan di mana pun berada.

             "Gaya dan cara berbahasa kita di Medan adalah kekayaan budaya yang harus kita jaga demi memperkuat identitas kita," sebut Wakil Wali Kota.

             Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota yang didampingi Kadis Kebudayaan, Suherman, SE, menyampaikan dukungan pada Arbi Yahya yang akan mengikuti Pemilihan Putra-Putri Kebudayaan Indonesia, 15 Oktober mendatang di Bandung.

             Selanjutnya,  Wakil Wali Kota juga menerima audiensi dari Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFSKI) gang akan mengadakan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) I dan Annual Meeting, Minggu (16/9) di Hotel LePolonia.

             Dukungan disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si  yang mewakili Wali Kota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin, S. M,Si saat menerima audiensi panitia pelaksana Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) I dan Annual Meeting AFKSI, Kamis (13/9) di ruang kerjanya.

              Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi sekaligus selamat terhadap perhelatan ini. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang memajukan dunia pendidikan kesehatan di Indonesia.

               Sebelumnya salah seorang pengurus AFKSI, dr. Haris Pane, SPOG , mengundang Wali Kota Medan untuk menghadiri dan menyampaikan sambutan pada acara tersebut. (RF)

Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Dari IPSM Kota Medan

 

Medan (PP)

              Wakil Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si menerima audiensi dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Medan, di Kantor Wali Kota Medan, Jum'at (14/9).

               Selain untuk bersilaturahmi, audiensi ini juga dalam rangka memperkenalkan kepengurusan IPSM Kota Medan yang baru terbentuk.

               Ketua IPSM KOTA Medan Dedy Armaya didampingi para pengurus mengatakan dirinya kini dipercaya menjabat sebagai pengurus IPSM Kota Medan sejak Oktober 2017 yang lalu.

               Selama terbentuknya kepengurusan IPSM Kota Medan ini sudah melakukan berbagai musyawarah di tingkat Kecamatan, salah satunya di Kecamatan Medan Petisah, Medan Helvetia dan Medan Timur.

               "Kami sudah melakukan musyawarah di tingkat kecamatan, ini penting kami lakukan agar masyarakat tahu dan dapat bekerjasama dengan kita sebagai pengurus IPSM."Kata Dedy.

               Oleh karena itulah, melalui audiensi ini Dedy beserta pengurus lainya mengharapkan masukan dan arahan dari Wakil Wali Kota Medan demi perkembangan IPSM Kota Medan kedepanya.

               Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si didampingi Kadis Sosial, Ir. Endar Sutan Lubis,M.Si dan Kadis Ketenagakerjaan, Dra.Hannalore Simanjuntak,M.IP mengatakan keberadaan IPSM Kota Medan ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Program-program yang dibentuk IPSM Kota Medan haruslah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

                "Program yang dibentuk IPSM harus bersifat sosial dan memiliki manfaat bagi masyarakat, sehingga keberadaan IPSM ini diakui masyarakat."jelas Wakil Wali Kota. ( Y H)

 
 
 
 

Walikota Medan resmi menutup kepemimpinan tingkat III angkatan XIV

Medan (PP)

                Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Ikhwan Habibi Daulay,SH,M.Hum , secara resmi menutup diklat kepemimpinan tingkat III angkatan XIV tahun 2017 di gedung P4TK, Jln Setia Budi, Kec. Medan Helvetia, Kamis (30/11).

               Penutupan Diklat ini ditandai dengan pelepasan bed tanda peserta secara simbolis oleh Ikhwan Habibi Daulay didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Setda Kota Medan, Lahum,SH,.MM.

               Dalam sambutan Walikota Medan yang dibacakan oleh Ikhwan Habibi mengatakan pejabat struktural eselon III memainkan peranan yang menentukan dalam menangani isu-isu nasional strategis yang memerlukan peranan lintas lembaga atau wilayah, serta di tuntut untuk mampu meningkatkan kinerja sektor atau wilayah yang dipimpinnya melalui penetapan visi atau arah kebijakan sektor dan wilayah yang tepat.

               "Tugas yang penting ini tentu menuntut pejabat eselon III untuk memiliki kemampuan yang tinggi dalam memimpin jabatan struktural dan fungsional dibawahnya, termasuk pemangku kepentingan lainnya agar dapat memotivasi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik di kota Medan."kata Ikhwan Habibi.

             Atas dasar tersebut lah,Ikhwan Habibi mengaku sangat mengapresiasi atas terselenggaranya diklat ini sekaligus mengucapkan selamat kepada para peserta Diklat Kepemimpinan III Angkatan XIV yang telah menyelesaikan program belajarnya.

            "Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu peserta diklat karena telah menjalani seluruh agenda diklat dengan baik dan lancar, saya harap kedepannya para peserta semakin memiliki kemampuan visioner stratejik, peka terhadap perkembangan pembangunan dan mampu mengelolah kebijakan dalam menghadapi setiap tantangan."harap Ikhwan Habibi.

             Sebelumnya, Harun Ismail Sitompul,SH selaku Kabid Pengembangan SDM dalam laporannya mengatakan peserta yang mengikuti diklat sebanyak 34 orang peserta. Dari keseluruhan peserta tersebut yang berhasil meraih predikat sangat memuaskan sebanyak 4 orang, sedangkan yang memproleh predikat memuaskan sebanyak 24 orang, dan yang memproleh predikat cukup memuaskan hanya 3 orang peserta.

             Empat orang yang meraih predikat sangat memuaskan nantinya akan di ikut sertakan dalam kompetisi Inagara Award yang akan diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara di Jakarta. ( Y H )

 
 
 

'Tarik Buku Pelajaran yang Mencantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel'

altKUALA LUMPUR -- Komite Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menarik dan merevisi buku IPS kelas VI SD karangan Sutoyo dan Leo Agung yang mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. SIKL menilai apa yang ditulis dalam buku tersebut mencederai perjuangan Indonesia dalam mendorong kemerdekaan Palestina.

 


"Dalam halaman 76 buku terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan halaman 76 tercetak nama negara Israel dengan ibu kota Yerusalem," kata Ketua Komite SIKL Hardjito Warno di Kuala Lumpur, Selasa (12/12).

Hardjito Warno mengatakan bahwa kesalahan fatal pencantuman nama negara penjajah Palestina itu bertolak belakang dengan konstitusi Pembukaan UUD NRI 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Selain itu, kata dia, mencederai upaya yang dilakukan pemerintah RI dalam memperjuangkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina dan mendorong perjuangan kemerdekaan negara tersebut.

Komite Sekolah Indonesia Kualalumpur meminta kepada Kemendikbud RI segera menarik dan merevisi buku itu. Hal ini penting agar tidak ada kerancuan berpikir dari pelajar sekolah dasar dalam menyikapi siapa sebenarnya yang menjajah Palestina.

Hardjito mengatakan bahwa buku IPS kelas VI tersebut saat ini bisa unggah gratis di Google Play Store. Saat ini, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur dan kepala sekolah (R)alt

WALIKOTA BUKA DIKLAT PENATAUSAHAAN ASET/ BARANG DAERAH

Medan (     PP       )

       Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin diwakili Kepala BKDPSDM Kota Medan Lahum SH, MM membuka Diklat Penatausahaan Aset/ Barang Daerah di Lingkup Pemerintah Kota Medan, Senin (27/11) di Hotel Grand Kanaya Medan.
        Walikota mengingatkan aparaturnya agar berhati-hati dalam pengelolaan aset dan barang milik daerah, karena sampai saat ini pengelolaan aset dan barang masih menjadi masalah yang serius di hampir semua pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kota Medan.
       Untuk itu dirinya meminta aparaturnya untuk mengikuti diklat ini dengan serius agar indikator baik dari penatausahaan aset dan barang dapat terpenuhi.
       "Saya minta ini menjadi perhatian kita bersama, karena penatausahaan aset/ barang akan berpengaruh pada pelaporan keuangan pemda," kata Walikota.
      Ia juga mengajak aparaturnya untuk berkomitmen dan meningkatkan motivasi pegawai dan instansinya dalam mendukung upaya Pemko Medan untuk kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemko Medan.
       "Gunakan standar acuan dan prosedur berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak ada lagi hal-hal yang secara material menyimpang dari standar dan peraturan yang ada.
       Sementara itu, panitia penyelenggara, Kabid PSDM, Harun Sitompul menyebutkan, Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengurus barang dan pejabat penatausahaan barang agar mampu menatausahakan barang milik daerah dengan baik.
        Diklat ini sendiri diselenggarakan 27 November - 8 Desember mendatang, dimana akan diikuti 160 orang ASN yang menjadi pengurus barang pada instansi serta akan dibagi 2 gelombang. Sedangkan untuk narasumber berasal dari BPSDM Kementerian Dalam Negeri, BPKP Perwakilan Sumatera Utara dan Kantor Pengamanan Kekayaan dan lelang. (HS)