Thu08162018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

Serah Terima Jabatan Direktur Utama PTPN III Holding Company Dari Bagas Angkasa Ke Elia Massa Manik

alt

Pelitapos,-Di Aula Kelapa Sawit kantor direksi PTPN III Medan tanggal 29 April 2016 telah berlangsung acara serah terima jabatan Direktur Utama PTPN III Holding dari Bagas Angkasa kepada Elia Massa Manik. Hadir dalam acara tersebut antara lain Komisaris Utama, Joefly Bachroeni dan seluruh anggota komisaris, jajaran Direksi PTPN III, Direktur Utama PTPN II, Batara Moeda Nasution dan Dirut PTPN IV, Erwin Nasution, kepala bagian, distrik manajer dan manajer PTPN III beserta istri.

Read more:

Istilah Pemimpin Kafir yang "Jujur" Lebih Baik, Adalah Propagada Berbahaya..Survey Membuktikan Pemimpin Islam Lebih Baik

altJakarta (Pelita Pos)Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Jakarta untuk berhati-hati dalam urusan memilih pemimpin.Pemimpin Islam yang baik adalah fakta. Hal itu terbukti sejak zaman para sahabat Nabi dan bisa ditemui hingga sekarang di beberapa wilayah Nusantara.

 

Demikian ditegaskan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr KH. Didin Hafidhuddin di Masjid al-Hijri II Bogor, Selasa (13/04/2016).

Menurut Kiai Didin, hal ini harus disampaikan ke masyarakat menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta dan untuk menepis anggapan bahwa tidak ada figur pemimpin Islam yang baik.

“Kalau pemimpin Islam berhasil itu fakta sedang pemimpin kafir berhasil itu pencitraan saja. Tidak ada itu,” ucap Kiai Didin sambil menyebut beberapa kepala daerah Muslim yang berhasil mengemban amanah mereka.

Di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen UIKA, sebagai seorang Muslim, Kiai Didin mengaku kecewa atas propaganda sebagian media yang mengatakan lebih baik pilih pemimpin kafir yang jujur daripada pemimpin Muslim yang korupsi.

“Ini sudah keterlaluan. Siapa bilang pemimpin kafir itu jujur? Siapa bilang semua pemimpin Muslim itu tidak baik?”   tolak Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albab Bogor dengan nada tanya.

Untuk itu Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Jakarta untuk berhati-hati dalam urusan memilih pemimpin.

“Jadi ini bukan sekadar yang penting bukan Ahok lagi. Tapi harus jelas bahwa pemimpin kita itu pemimpin Muslim yang taat agama dan keluarganya baik,” lanjut Kiai Didin memberi arahan.

“Kalau salah maka dia jadi bumerang lagi yang makin melemahkan umat Islam,” imbau Ketua Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor tersebut.

Terakhir, Kiai Didin berharap kaum Muslimin bisa bersatu mengutamakan maslahat umat yang lebih besar daripada kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

“Mari terus mendukung perjuangan ini, setidaknya dengan doa-doa dari umat Islam. Semoga Jakarta secara khusus bisa dipimpin oleh pemimpin Muslim yang taat beragama,” tutup Kiai Didin.*

Distrik Labuhanbatu II Latih Tiga Puluh Ibu dan Remaja Putri

Medan,Pelitapos- Bila ekonomi keluarga terpenuhi dengan baik maka kesejahteraan yang diharapkan akan berimbas pada penghidupan yang lebih baik. Mendukung terciptanya keluarga sejahtera, PTPN III melalui program yang diadakan oleh PKBL membuat pelatihan keterampilan di seluruh distrik di setiap wilayah usaha perusahaan. 

Read more:

PTPN III dan SPBUN Tanda Tangani Perjanjian Kerja Bersama tahun 2016-2017

alt

Pelitapos,-Pada tanggal 11 Pebruari 2016 di Aula sawit Kantor Direksi PTPN III Jalan Sei Batanghari Medan, PT Perkebunan Nusantara III melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja bersama yang dilakukan antara pihak manajemen dan pengurus teras serikat pekerja perusahaan. Penandatanganan ini merupakan hasil kesepakatan perundingan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2016 lalu di Jogjakarta.

Read more:

Kasus Bansos Aman? Enam Tersangka Kasus Bansos Menang Praperadilan

BENGKULU (Pelita Pos)alt - Enam tersangka kasus bansos Pemko Bengkulu memenangkan gugatan praperadilan. Kejaksaan Negeri setempat belum menentukan sikap terkait putusan yang diambil Pengadilan Negeri Bengkulu itu.

Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menentukan sikap.

"Kita ekspose dulu di Kejati lalu di Kejagung baru nanti kita tentukan sikap selanjutnya," terang Made saat dikonfirmasi kemarin (30/10).

Enam tersangka kasus bansos itu adalah Walikota Bengkulu Helmi Hasan SE, wakil walikota Ir Patrianas Sosialinda, eks walikota Ahmad Kenedi SH MH, serta Sawaludin Simbolon, Sandi Bernardo, dan Irman Sawiran.

Made menuturkan jika pihaknya belum dapat memastikan jadwal ekspose perkara ini karena hingga kemarin belum mendapatkan salinan putasan Praperadilan di PN Bengkulu. "Kita masih tunggu salinannya dulu baru dapat lakukan ekspose," katanya. (jp)