Sat10212017

Last update03:01:01 PM GMT

alt

Telkom Gaet Redtone Malaysia

alt

Jakarta,(Pelita Pos)- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggandeng perusahaan asal Malaysia, Redtone International Bhd. Kerja sama dua perusahaan tersebut mencakup bisnis jasa informasi, komunikasi, dan teknologi (information, communication, and technology/ICT) di Indonesia.

Telkom melalui anak usahanya, PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma), telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Redtone International.

Presiden Direktur Telkom Sigma Judi Achmadi mengungkapkan, untuk tahap awal, kerja sama perseroan akan memanfaatkan pengalaman Redtone di bidang teleradiologi. “Kami akan bekerja sama dengan Redtone untuk mengembangkan jasa yang bernilai tambah, dimulai dengan jasa solusi untuk industri kesehatan,” kata Judi seperti dilansir The Malaysian Insider, Senin (13/4).
Menurut Judi, Indonesia sangat membutuhan pusat teleradiologi untuk menyediakan jasa laporan kesehatan. Pusat informasi tersebut akan mudah diakses dan realtime sharing tentang kualitas pusat kesehatan dan informasi kesehatan di internet. “Kita dapat bekerja sama dengan Redtone di area itu,” tutur dia.

Teleradiologi exchange juga diharapkan dapat membantu rumah sakit di Indonesia dalam hal jasa pengantaran hasil radiologi dan bakal menciptakan biaya rendah untuk pengiriman laporan kesehatan.

Teknologi teleradiologi bakal menanggulangi permasalahan terbatasnya sumber daya manusia (SDM) profesional radiologi dan akan mempersingkat waktu laporan hasil radiologi. Jasa teleradiologi juga bakal memungkinkan departemen radiologi untuk mengembangkan pelayanannya ke daerah pelosok secara efektif dan ekonomis.

Sementara itu, CEO Redtone Lau Bik Soon mengungkapkan, MoU yang ditandatangani Telkom Sigma dan perseroan sesuai dengan rencana perseroan masuk ke pasar Asia Tenggara dan memperkuat bisnisnya di sektor jasa ICT.

“Mengembangkan bisnis jasa bernilai tambah merupakan motor utama penggerak perseroan ke depan. Kami menargetkan kontibusi pendapatan dari sektor tersebut bakal mencapai 30 persen pada tiga hingga empat tahun mendatang,” tutur Lau Bik.

(PP/rel)

 

alt

alt

alt