Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pelitapo/public_html/administrator/.md5 on line 354

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/plugins/system/jat3/jat3/core/parameter.php on line 81
Walikota Batam, Ahmad Dahlan Sudah Saatnya Untuk Shalat Istisqa.

Fri02232018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

Walikota Batam, Ahmad Dahlan Sudah Saatnya Untuk Shalat Istisqa.

alt

 

Batam,Pelita Pos – Walikota Batam, Ahmad Dahlan merasa sudah saatnya untuk melaksanakan shalat istisqa. Doa memohon diturunkan hujan ini perlu dipanjatkan karena kondisi kekeringan yang sedang melanda Batam.

“Saya melihat kemarau terpanjang itu tahun ini. Kalau suasana begini sudah saatnya kita shalat Istisqa, bila diperlukan,” ujarnya usai rapat FKPD di Kantor Walikota Batam, Senin (31/8).

Kepada masyarakat, Dahlan berharap agar menghemat penggunaan air. Sementara kepada PT Adhya Tirta Batam selaku pengelola air bersih di Batam, Walikota berharap untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

ATB harus memberi informasi jelas kalau akan ada pemadaman. Jangan sampai saat lagi mandi, airnya mati,” katanya.

Direktur Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan Batam, Tato Wahyu mengatakan kapasitas air yang dialirkan ke masyarakat memang sedang dikurangi dari 3000 liter per detik menjadi 2000 liter per detik. Hal ini dilakukan agar waktu pengaliran air ke masyarakat bisa lebih panjang dengan debit yang tersedia.

“Kapasitasnya kita turunkan. Kita ingin memperpanjang umurnya,” ujarnya.

Teknisnya, kata Tato, debit air yang dialirkan oleh PT Adhya Tirta Batam akan dikecilkan. Akibatnya ada sebagian wilayah atau rumah yang alirannya sampai mati.

Tato mengatakan rata-rata konsumsi air bersih masyarakat Kota Batam adalah 170 liter per orang per hari. Dan persentase terbesar penggunaan airnya adalah dari pemukiman warga.

Menurutnya jumlah tersebut wajar jika melihat gaya hidup masyarakat Batam. Meski standar nasional sebesar 60 liter per orang per hari.

“Itu wajar dengan gaya hidup kita, pemakaian mesin cuci. Standar hidup kita memang lebih tinggi,” ujarnya.

Meski begitu, BP Batam tetap berharap agar masyarakat menghemat penggunaan air. “Kita sadar dulu. Setiap orang menghemat dulu,” pesannya.

(PP29/mcb)