Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

Selamat Hari Jadi Batam ke-186

alt

 

Batam,Pelita Pos – Walikota Batam, Ahmad Dahlan meminta penerusnya kelak tetap menjaga tradisi perayaan Hari Jadi Batam.

“Saya titip supaya acara ini kita lanjutkan. Jangan sampai putus setelah saya. Kalau bisa ditingkatkan lagi, baik kualitas maupun kuantitasnya,” pesan Dahlan saat Ziarah Makam Zuriat Nong Isa di Kampung Nongsa Pantai, Kecamatan Nongsa, Kamis (17/12).
 
Pesan ini disampaikan langsung kepada Amsakar Achmad, calon Wakil Walikota Batam yang menjadi pasangan Calon Walikota, Rudi pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember lalu. Berdasarkan hasil pleno KPU Batam, perolehan suara pasangan nomor urut 1 ini lebih banyak dari rivalnya sehingga berpeluang besar dilantik menjadi kepala daerah Batam berikutnya.
 
Pada ziarah makam zuriat Nong Isa ini, Dahlan juga berpesan supaya ekspedisi pencarian makam Nong Isa tetap dilanjutkan. Karena hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda lokasi pasti makam pemegang mandat pemerintahan pertama di Batam tersebut.
 
Dahlan menceritakan secara singkat sejarah Batam sejak Nong Isa ditunjuk oleh Kerajaan Riau Lingga untuk memimpin di Batam. Melalui Ketua Perhimpunan Zuriat Raja Riau Lingga, Raja Gani, dikisahkan bahwa suatu ketika Sultan Siak hendak melakukan pertemuan dengan Sultan Abdurrahman. Singgah di Batam, tepatnya di Nongsa untuk ambil air. Namun tiba-tiba air laut menjadi surut, sehingga kapal kandas di karang.
 
“Saat itu datanglah Nong Isa yang meminta Sultan kembangkan layar kapal. Biar saya yang menolak perahu itu, kata Nong Isa, Akhirnya kapal lepas dari karang, dan Sultan sampai di penyengat sesuai waktunya, tidak terlambat untuk rapat. Dari situlah Raja mengetahui kalau Nong Isa ini punya kederat (kemampuan),” tutur Raja Gani.
 
Menurut sejarah, mandat kepemimpinan Nong Isa ini diserahkan pada 18 Desember 1829. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Jadi Batam.
 
Penetapan Hari Jadi Batam dilakukan melalui Sidang Paripurna di DPRD Kota Batam, 23 Juli 2009. Dan dicatatkan dalam Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2009 tentang Hari Jadi Kota Batam. Sehingga pada kali pertama peringatan Hari Jadi Batam, langsung melompat ke angka 180.
 
Peringatan Hari Jadi Batam selalu diisi rangkaian kegiatan yang dimulai beberapa bulan sebelumnya.
 
“Rangkaiannya dimulai 17 Agustus biasanya. Di dalamnya termasuk Idul Fitri, Kenduri Seni Melayu, tahun baru Muharram, Maulid Nabi. Sampai puncaknya 31 Desember malam tahun baru,” terang Dahlan.
 
Sementara pada hari H biasa diisi dengan sidang paripurna istimewa Hari Jadi Batam di DPRD Kota Batam. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah makam zuriat Nong Isa pada siang harinya. Serta penyerahan Anugerah Batam Madani di malam harinya.
 
Namun untuk tahun ini dilaksanakan sedikit berbeda. Karena ziarah makam zuriat Nong Isa dilakukan sehari sebelum hari H. Alasannya karena 18 Desember 2015 jatuh pada hari Jumat, sehingga dikhawatirkan terlalu terburu-buru.
 
“Tapi saya rasa bagus seperti ini saja. Ziarah sehari sebelumnya. Jadi pada hari H hanya paripurna dan malam anugerah. Tidak terlalu padat acaranya,” kata Dahlan.
 
Pada saat sidang paripurna, sambungnya, Walikota akan menyampaikan progres pembangunan Batam secara umum. Tidak didetail karena biasanya dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban.(MCB)