Sat09222018

Last update12:13:07 AM GMT

alt

Walikota Batam, Ahmad Dahlan Inspeksi mendadak ke Kantor Disdukcapil

alt

Batam,Pelita Pos-Walikota Batam, Ahmad Dahlan melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Sekupang, Senin (8/6). Sidak dilakukan untuk melihat pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Read more:

Dahlan : Catchment Are Tak Boleh Diganggu

alt

Batam.(Pelita Pos) – Walikota Batam, Ahmad Dahlan menegaskan bahwa daerah resapan air (catchment area) terutama di sekitar waduk tidak diganggu kegiatan pembangunan. Artinya pengalokasian lahan di sekitar waduk tidak boleh diberikan.

“Di sekitar waduk tidak boleh. Karena ini catchment area,” kata Dahlan usai penanaman pohon di kawasan DAM Sei Harapan Kecamatan Sekupang, Minggu (31/5).

Ia menjelaskan bahwa sejak awal pembangunan Batam, salah satu infrastruktur yang disiapkan adalah waduk. Berdasarkan hasil survei, terdapat tujuh lokasi yang berpotensi menjadi waduk. Di antaranya berada di Sei Ladi, Sei Harapan, Tembesi, Mukakuning, dan Duriangkang.

Menurut Dahlan, waduk-waduk ini dibangun dengan sistem membendung cerukan. Sehingga semuanya mengandalkan kondisi alam.

“Konsep pembangunan waduk di Batam tidak ada yang digali, jadi tidak ada pendalaman waduk. Semuanya hanya memanfaatkan potensi alam yang ada. Di mana ada cerukan dalam dan ada aliran ke sungai, itu yang dibendung. Jadi kondisi waduk yang ada sekarang, ya seperti itulah aslinya,” cerita mantan Humas Otorita Batam ini.

Karena waduk ini menahan air, sambung Dahlan, maka diandalkan sebagai catchment area. Hal ini sekaligus untuk memenuhi ketentuan tata ruang yang mensyaratkan minimal 30 persen lahan dijadikan kawasan hijau.

“Kalau sudah di atas 2 juta orang, tahun 2025 kita kekurangan air. Maka kita kembangkan di Rempang Galang. Ada tiga lokasi yang akan dijadikan waduk, di Rempang, Galang, dan Galang Baru. Kalau tidak cukup juga, kita ambil dari Lingga, karena Lingga dekat dari Galang,” tutur Dahlan.

Dan untuk kedua kalinya, Dahlan kembali menegaskan bahwa lokasi di sekitar waduk ini tidak boleh diganggu kegiatan manusia.

“Seperti waduk Sei Harapan ini, sampai ke Temiang nggak boleh diganggu. Semua begitu, waduk Sei Ladi, Mukakuning juga sama,” tegas Dahlan.

Keberadaan pohon sebagai penyerap air dipandang sangat penting. Karena bila tidak hujan dalam waktu yang lama dan kurang pepohonan, maka Batam bisa kekeringan dan kebutuhan air masyarakat tak terpenuhi.

Oleh karena itu Dahlan berterimakasih kepada kelompok-kelompok masyarakat yang turut menjaga lingkungan. Termasuk melalui kegiatan penanaman pohon seperti yang dilakukan Forum Komunitas Hijau bersama Koramil 02/Batam Barat dan masyarakat Sekupang ini.

“Waduk di Batam harus kita jaga. Karena itu saya begitu mendengar ada penanaman pohon ini, dari enam acara saya, dua yang pagi saya batalkan untuk hadir ke sini. Saya atas nama pemerintah berterimakasih karena di antara masyarakat masih ada yang peduli dengan lingkungan,” katanya.

(mcb/pp)

Ustadz Solmed : Tak Perlu Logika tentang Isra’ Mi’raj, Iman yang Bicara

alt

Batam,(Pelita Pos) – Perkembangan teknologi itu seperti dua mata pisau, bisa memberikan manfaat tapi juga dapat mernimbulkan kemudaratan. Hal ini disampaikan Ustadz Soleh Mahmud atau yang biasa disapa Ustadz Solmed saat mengisi ceramah agama dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Agung Batam, Sabtu (16/5).

“Naik angkot, di kantor, di tempat kerja, buka HP, sudah bisa baca Al-Quran. Cukup pergi ke Nagoya, tinggal download di HP, sudah dapat Al-Quran elektronik,” ujarnya.

Ia mengatakan teknologi ini diciptakan Allah melalui akal manusia. Oleh karena itu, sebagai hamba, kita harus selalu mengingat kebesaran Allah sang pencipta.

Salah satu kebesaran Allah adalah peristiwa Isra’ Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan ke sidhratul muntaha dalam waktu separuh malam. Tidak semua orang yang mempercayai, banyak yang menganggap ini khayalan nabi belaka, namun seorang sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq mempercayainya.

“Pecinta tidak butuh logika untuk mencintai, dan tidak perlu logika tentang Isra’ Mi’raj Nabi, iman yang bicara,” katanya.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan yang hadir dalam ceramah tersebut, mengaku terkesan dengan ustadz Solmed. Ia mengingat Solmed sebagai pembawa acara di televisi yang menayangkan tentang lawatan ke negara-negara islam di dunia.

Peringatan Isra Miraj tingkat Kota Batam ini dihadiri ribuan jamaah, dari ibu-ibu pengajian, pelajar muslim, pegawai di lingkungan pemerintahan, serta masyarakat umum.

(mbc)

Terbukti Beras Sintetis, Laporkan Ke Polisi

alt

Batam,(Pelita Pos) – Tim gabungan bentukan Pemko Batam melakukan inspeksi ke beberapa pasar guna mengambil beras yang diduga sintetis. Langkah tersebut guna menjawab keresahan masyarakat Batam yang khawatir dugaan beredarnya beras tersebut.

 

Wakil Walikota Batam Rudi yang melakukan inspeksi itu pun sudah memerintahkan kepada tim yang di komandoi Disperindag Batam untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum bila memang benar-benar menemukan beras sintetis.

“Tadi kita turun lapangan ada enam titik. Beras yang dicurigai dijual masyarakat diambil sampelnya. Ini akan di uji di lab.  Kalau benar, laporkan ke yang berwajib,”jelas Rudi, usai melakukan inspeksi, Selasa (26/5).

Bila hasil itu positif beras sintetis, maka diminta ditelusuri dari mana asal, hingga distribusinya. Karena itu, tim tersebut merupakan gabungan berbagai instansi, seperti BPOM, KP2K, Kepolisian, Satpol PP dan lain sebagainya. Kemudian, bila ditemukan perusahaannya, maka jangan ragu untuk mencabut izinya.

Menurut Rudi tim turun ke semua pasar di Kota Batam. Mereka mengambil sampel beras-beras yang beredar di Batam. Namun demikian, hingga saat ini belum ada temuan beras sintetis atau beras plastik beredar. Upaya yang dilakukan juga sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak resah karena di beberapa daerah di Indonesia sudah ditemukan beras yang mengandung bahan yang berbahaya.

“Mudah-mudahan tidak ditemukan beras plastik tersebut dan masyarakat bisa tenang,”harap Rudi.

Namun, sebut Rudi, hasil pengujian terhadap sampel beras tersebut akan segera dikeluarkan. Pihak BPOM akan mengumumkan pada masyarakat.

Rudi menjelaskan, pihaknya memang pernah mendengar beredarnya beras oplosan atau pencampuran beras kualitas premium dengan kualitas rendah. Hal ini dari hasil sidak Komisi II DPRD Kota Batam. Menurutnya, DPRD akan menindaklanjuti hal ini.

“Apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan silakan melapor ke Pemko Batam atau kepolisian,” sebut Rudi.

Sehari sebelumnya, komisi II DPRD Batam juga melakukan sidak di gudang yang berada di Pasar Cahaya Garden. Selain mencurigai keberadaan beras illegal, anggota DPRD juga menemukan formalin.

(mcb)

Acara di Hotel, Harus Lapor Inspektorat

alt

Batam,(Pelita Pos) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mengendorkan kebijakannya bagi kegiatan pemerintah untuk melakukan acara di hotel. Kegiatan yang dilaksanakan di hotel pun harus memenuhi beberapa syarat, diantara harus melapor ke inspektorat setempat.

Aturan itu juga dituangkan dalam Permen dengan beberapa syarat, sehingga penggunaan hotel sebagai lokasi pertemuan benar-benar selektif.”Harus mengedepankan akuntabilitas mulai dari melapor ke inspektoratnya untuk memastikan kegiatan di hotel lebih murah dan ada outcome yang bermanfaat,”kata Yuddy, saat berkunjung ke Batam, selasa (12/5).

Beberapa syarat yang membolehkan rapat di hotel tersebut antara lain, rapat bukan lingkup internal lembaga, sosialisasi kebijakan nasional, kegiatan berskala internasional, wajib lapor inspektorat, laporan pertanggung jawab keuangan dan laporan hasil kegiatan.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha perhotelan dan aparat pemerintah mentaati pedoman surat edaran rapat di hotel dan pakta intergitas dengan tidak melakukan mark up dari penyelenggaraan kegiatan pemerintah.

“Kami sudah sepakat. Kebijakan ini untuk menjaga integritas kepercayaan dari PHRI untuk tidak mau diajak mark up dan kongkalikong dengan oknum aparat pemerintah. Karena kami ingin mencegar kebocoran keuangan negara,”katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan penentuan kriteria rapat di hotel berdasarkan peraturan itu dipastikan menggairahkan kembali sektor itu.”Alhamdulillah, bisa bernafas lagi. Karena dampak larangan rapat itu bukan hanya di pihak hotel saja, tapi ke semua sektor,” ujarnya.

(rel/mcb)