Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pelitapo/public_html/administrator/.md5 on line 354

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/plugins/system/jat3/jat3/core/parameter.php on line 81
WARTA BATAM

Fri02232018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

Walikota Batam Silaturahmi Dengan Pengurus LAM Kepri

alt

Batam (Pelita Pos)– Walikota Batam yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Batam, Ahmad Dahlan menghadiri undangan silaturahmi Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Jumat (20/3). Dahlan berharap melalui forum silaturahmi ini, dirinya mendapat masukan, nasihat, dan kritikan dari tokoh lembaga adat melayu.

Di hadapan tokoh LAM, Dahlan memaparkan tantangan yang akan dihadapi Kepulauan Riau ke depan. Menurut Dahlan, kebersamaan merupakan unsur penting dalam menyongsong pembangunan yang terus menerus dilaksanakan tanpa meninggalkan akar budaya dan adat istiadat, sehingga mampu berjalan beriringan.

“Kepulauan Riau adalah melayu dan tidak dapat dipisahkan bahwa melayu harus bersatu dalam membangun Kepri ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan secara global Kepulauan Riau ibarat sebuah kapal besar yang terdiri dari penumpang yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Dengan kondisi ini, masyarakat harus terbuka menerima pendatang yang membawa maksud, kepentingan, dan harapan dalam pencapaian kehidupan yang lebih baik.

“Dalam konteks Indonesia yang penuh keberagaman, tidak bisa mengkotak-kotakan terhadap suku maupun golongan tertentu. Tapi tidak terelakkan ada komunitas kecil yang merupakan penumpang asli dari kapal tersebut yakni melayu,” tutur Dahlan.

Mengenai tantangan ke depan, Ahmad Dahlan berkisah pembangunan Batam yang telah terbangun sejak 30 tahun yang lalu dan banyak pelajaran serta manfaat yang dapat diambil dari pembangunan Batam. Meski tidak terelakkan terdapat dampak positif dan negatif dalam sisi pembangunannya.

“Saya tidak membela diri, tidak mudah dalam membangun dan memimpin sebuah kota maupun daerah yang memiliki penduduk yang besar dan arus pertumbuhan pembangunan yang tinggi. Alhamdulillah, kami mampu menjaga sampai dengan saat ini,” jelasnya.

Ahmad Dahlan menambahkan, dirinya tidak bisa membendung arus pendatang yang berkunjung dan mencari nafkah di Batam yang pada akhirnya menimbulkan dampak-dampak pembangunan tersebut. Untuk itu, agama, adat dan budaya turut berperan penting dalam melakukan kontrol pembangunan. Kontrol ini harus dimiliki termasuk oleh pemimpin di Batam maupun di Kepulauan Riau.

Ketua LAM Kepri, Datuk Sri Amanah Abdul Razak mengatakan sosok Ahmad Dahlan merupakan sosok yang tidak asing lagi dan telah terbukti nyata terus berkomitmen dan konsisten dalam menjaga marwah dan martabat melayu. Dirinya mengajak seluruh tokoh melayu bersatu padu berperan serta dalam menjawab tantangan Kepri ke depan.

(rel/mcb)

Dahlan-Rudi Bagikan Insentif Mubaligh, Imam Masjid, dan Guru TPQ

alt

Batam,(Pelita POs) – Mubaligh, imam masjid, dan guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) menerima insentif dari Pemerintah Kota Batam. Tahun 2015 ini tiap orang menerima Rp 400 ribu per bulan, yang diserahkan per triwulan.

Pembagian insentif kepada anggota Persatuan Mubaligh Batam, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid, dan Badan Musyawarah Guru TPQ yang totalnya mencapai 6000 orang ini dilakukan secara bertahap per kecamatan.

Wakil Walikota Batam, Rudi meminta seluruh pengurus untuk menyampaikan laporan pertanggungjawabannya segera setelah insentif dibagikan.

“Segera pertanggungjawabannya dipenuhi, sebagai bentuk tertib administrasi kepada sumber anggaran, yakni APBD Kota Batam,” pesan Rudi saat membagikan insentif untuk anggota PMB, IPIM, dan BMG TPQ Kecamatan Nongsa di Masjid Nurul Huda, Minggu (15/3).

Sementara itu, Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan dakwah sesungguhnya ada pada umat islam sendiri bukan pada orang lain.

“Jika umat islam bisa meng-cover umat islam itu sendiri dengan mengajak ke jalan Allah, mengajak membawa anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah artinya proses dakwah sudah sesuai dengan agenda,” ujar Dahlan.

Selain Kecamatan Nongsa yang jumlah penerima insentif 400 orang, pada hari yang sama juga dibagikan insentif di Kecamatan Sekupang yang berjumlah sekira 700 anggota PMB, IPIM, dan BMG TPQ.

(rel/mcb)

Pemko Siap Wujudkan Batam Kota Gas 2018

alt

(Istimewa)

Batam,(Pelita Pos)– Walikota Batam, Ahmad Dahlan optimis Batam Kota Gas 2018 bisa terwujud. Pemerintah Kota Batam, katanya, siap membantu wujudkan rencana pemerintah pusat tersebut, selama sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan,” ujar Dahlan di Batuaji, beberapa waktu lalu.

Menurutnya sangat mungkin untuk mewujudkan hal tersebut. Karena jaringan gas di Batam sangat bagus. Selain jaringan yang mulai dibangun, sumber gasnya pun tersedia, meski berasal dari daerah lain.
Batam, kata Dahlan, dilalui jaringan pipa yang mengalirkan gas dari Indonesia ke Singapura. Yakni dari sumur gas di Jambi, serta dari Natuna ke Singapura yang titik simpangnya berada di Pulau Pemping Kota Batam.

“Batam menjadi kota gas itu sangat mungkin, Insya Allah bisa,” tutur Dahlan.

Salah satu langkah awal yang akan diwujudkan dalam rencana Batam menjadi Kota Gas 2018 ini adalah pembangunan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) di tiga lokasi Kota Batam. Anggota Komisi III DPRD Batam, Jeffry Simanjuntak mendukung rencana tersebut karena dinilai sebagai langkah tepat dalam menghadapi naik turunnya harga bahan bakar minyak.
“Bahan bakar gas untuk kendaraan ini juga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi lingkungan Batam. Karena emisi yang dikeluarkan akan lebih kecil daripada yang dikeluarkan kendaraan berbahan bakar minyak,” katanya.
(Rel/mcb/pp)

Pejabat Pemko Batam jadi Tersangka Dugaan Korupsi Lampu Hias MTQ 2014

alt

Batam,(Pelita Pos)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan salah satu pejabat Pemko Batam dan direktur perusahaan pemenang tender pengadaan lampu hias MTQ Nasional bernilai Rp 1,6 miliar sebagai tersangka dugaan korupsi.

Keduanya yakni IH, Kabid Program Perkotaan Dinas Tata Kota (Distako) Batam. Saat pengadaan IH menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
dan Revarizal, Direktur CV Mustika Raja yang menjadi rekanan karena memenangkan tender pengadaan lampu hias senilai Rp 1.418.318.000.

Kajari Batam Yusron mengatakan kepada Wartawan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 Maret lalu. Dimana jaksa penyidik telah menemukan dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Kita menetapkan dua orang tersangka IH dan RR. Peningkatan status mereka dari saksi menjadi tersangka kita putuskan tanggal 3 Maret lalu, setelah penyidik melakukan ekspos perkara,” kata Yusron kepada wartawan di aula lantai 3 Kejari Batam, kemarin.

Dilanjutkanya, kedua tersangka dijerat dengan sangkaan primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf a dan b ayat 2 dan ayat 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  Atau subsidair pasal 3 jo pasal  18 ayat 1 huruf a dan b ayat 2 dan ayat 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan terancam hukuman diatas empat tahun.

“Meski sudah ada dua tersangka, namun tak menutup kemungkinan penetapan tersangka lainnya. Apalagi kasus ini masih tahap penyidikan,” jelas Yusron.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Batam, Tengku Firdaus mengaku pihaknya belum bisa mengumumkan secara resmi berapa kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut. Sebab, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BPKP untuk menentukan nilai pasti kerugian negara dalam pagu anggaran Rp 1,6 miliar.

“Secara informal kita sudah dapat temukan. Namun domain pastinya atas pokok perkara sedang dihitung BPKP. Jadi kita belum bisa sampaikan berapa nilainya,” jelas Firdaus.

Menurut dia, hasil penyelidikan dan penyidikan pihaknya menemukan indikasi markup harga atas pengadaan lampu hias tersebut. Apalagi ketika melihat merek lampu yang digunakan jauh berbeda dengan merek yang diajukan dalam pagu anggaran.

“Untuk sementara, modusnya mark up harga. Tapi sampai sekarang kita masih mencari indikasi lainnya yang digunakan tersangka,” sebut Firdaus.

Firdaus mengaku dirinya sempat mendengar bahwa panitia pengadaan mendapat sponsor atau bantuan untuk lampu hias, meski anggaran sudah ada.

“Saat demo kemarin, mahasiswa juga bilang kalau pengadaan lampu itu ada sponsor. Namun hingga kini kita belum dapat datanya. Dan saya juga berharap, jika ada pihak yang memang mengetahui atas sponsor tersebut silahkan lapor kekita,” kata Firdaus.

Dilanjutkanya, meski sudah berstatus tersangka, keduanya belum ditahan. Alasanya, selama proses pemeriksaan sebagai saksi hingga ditetapkan sebagai tersangka Indra dan Revalizal cukup kooperatif. Namun, penyidik telah melakukan pencekalan agar kedua tersangka tak dapat berpergian keluar negeri.

“Kita tak akan disparitas atau perlakuan khusus untuk tersangka ini. Semuanya sama saja. Dan pencekalan dilakukan sejak status tersangka kita tetapkan,” sebut Firdaus.

Selain itu, Firdaus mengatakan proses penyidikan atas status tersangka Indra Helmi dan Revalizal tetap berlanjut. Minggu depan pihaknya berencana memeriksa lima saksi lagi.

“Sampai saat ini sudah ada 12 saksi yang kita periksa. Namun Senin depan saksi lainnya akan kita panggil dan periksa,” ujar Firdaus.

Namun Firdaus terlihat enggan berkomentar ketika ditanya tentang keterlibatan Gintoyono sebagai Kepala Distako Batam. “Itu belum masuk domain kita. Dia (Gintoyono) juga belum kita periksa. Rencana memang ada, tapi belum kita tentukan,” Ujar Firdaus.

(she/BP.PP)

Jaksa Agung Lantik Sudung Situmorang SH MH Jadi Kajati Kepri

alt

(Istimewa/sib)

Jakarta (Pelita Pos)- Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Sudung  Situmorang SH MH, putra asal  Desa Janji Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Selasa (3/3) dilantik Jaksa Agung RI HM Prasetiyo menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) di Kejagung Jakarta. Bersamaan dengan serah terima jabatan (Sertijab) dan pelantikan Sudung Situmorang sebagai Kajati Kepri, pada kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan pejabat lainnya setingkat Eselon II.

Sudung Situmorang yang dihubungi wartawan SIB via ponsel membenarkan pelantikan  tersebut, Selasa (3/3). Sebelum Kajati Kepri, ia menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jaksa Koordinator pada Jampidsus Gedung Bundar Kejagung.

”Ya, benar saya dilantik Pak Jaksa Agung sebagai Kajati Kepri”, ujar Sudung Situmorang beristerikan Boru Panjaitan, yang sebelum bertugas di Kejaksaan, pernah di Biro Hukum Lembaga Sisingamangaraja XII di Jakarta. Sudung tak banyak berkomentar  sehubungan pelantikannya sebagai Kajati.

Menurut catatan wartawan, ketika Sudung Situmorang  menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, untuk tingkat nasional Kejari Medan pernah mendapat peringkat 10 besar terbaik dalam optimalisasi penanganan kasus-kasus korupsi. Demikian juga saat menjabat sebagai Aspidsus Kejati Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Kejati Jatim juga  masuk 10 besar terbaik dalam kinerja penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi.

(BR-1/h.sib)