Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pelitapo/public_html/administrator/.md5 on line 354

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 411

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/pelitapo/public_html/libraries/loader.php:1) in /home/pelitapo/public_html/plugins/system/jat3/jat3/core/parameter.php on line 81
WARTA BATAM

Fri02232018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

Hutan Konservasi di Batam Sisa 901 Hektare

alt

(istimewa)

Batam,Pelita Pos.Co-Hutan konservasi di Batam kian hari makin sedikit. Sesuai surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 867/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Kepri,hutan konservasi yang dulunya seluas 2.065,65 hektare menjadi 901 hektare.

Hutan tersebut kemungkinan bakal terus menyusust, dengan semakin lajunya pertumbuhan industri di Batam.

”Padahal sebelum keluar SK 867 masih sangat luas,” ujar Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Batam, Nurpatria Kurniawan beberapa waktu lalu.

Ia sangat khawatir, apabila hutan konservasi akan menghilang dari Batam. Sebab menurutnya, setelah SK 867 dikeluarkan. Batas-batas hutan konservasi yang seluas 901 hekatare, sudah tidak jelas. “Hingga kini batasnya belum kami ketahui,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau 901 hektare hutan konservasi tersebut, 600 hekatarenya berada di daerah Sungai Ladi. Selebihnya ada di Mukakuning dan Tembesi. “Dulu sebelumnya hutan konservasi tersebut satu. Namun sekarang hutan tersebut sudah terpisah, antara hutan konservasi yang satu ke yang lain terpisah dengan adanya daerah yang sudah di berikan PLnya,” ujarnya.

Untuk melindungi hutan konservasi yang tersisa tersebut. BKSDA sedang menyusun potensi hutan tersebut.  Ada 70 jenis tumbuhan dan hewan yang sudah teridentifikasi tinggal dalam hutan konservasi tersebut. Untuk tumbuhan ada pohon sorea, meranti, dan pelawan. Sedangkan hewan yang bisa menjadi potensi hutan konservasi adalah tupai terbang dan kukang emas. Ia berharap dengan menonjolkan potensi yang ada di hutan konservasi, tidak ada lagi pengurangan lahan hutan konservasi.

“Dengan potensi yang kami beberkan ini, bisa membuat para pembuat kebijakan berpikir. Kalau mengurangi lahan konservasi, ada beberapa tanaman dan hewan yang perlu dilindungi,” ujarnya.

(cr3/bpos)

Walikota Batam Ahmad Dahlan : Mari Bentuk Generasi Batam yang Qurani

alt

Batam,Pelita Pos– Sebagai penerus bangsa, anak-anak Batam terutama yang beragama islam diharapkan bisa menjadi generasi Qurani. Hal ini disampaikan Walikota Batam, Ahmad Dahlan ketika membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran tingkat Kecamatan Batuaji, Rabu (25/2).

Dahlan pun menceritakan kekagumannya melihat remaja muslim Singapura yang tetap menjaga ibadah di tengah pergaulan sehari-hari. Dan ia berharap hal serupa juga bisa diterapkan remaja Batam.
“Di tengah kota metropolis Singapura, anak-anak muslimnya tetap beribadah. Pertanyaan saya, anak-anak kita, shalatkah mereka lima kali sehari. Kalau tidak, berarti gagal MTQ yang kita lakukan tiap tahun ini. Apa artinya astaqa yang bagus, kalau anak-anak kita tak shalat lima kali sehari. Inilah yg saya pesankan ke dewan, pejabat, masyarakat, kita punya PR untuk menjaga anak-anak kita ini,” papar Dahlan.
Ia mengatakan dalam setiap acara selalu diramaikan keluarga muda. Artinya rata-rata penduduk Batam adalah keluarga muda yang masih produktif. Mereka terus melahirkan generasi-generasi baru.
Oleh karena itu ia berpesan kepada masyarakat di Batam untuk menjaga anak-anak ini. Satu di antaranya dengan membekali mereka ilmu agama, di samping pendidikan umum.
“Apabila anak-anak kita tidak diberi pendidikan umum dan agama, maka akan ke mana arah kehidupan kita,” katanya.Dahlan pun menceritakan sejarah islam di Eropa kepada masyarakat Batuaji yang hadir. Pada tahun 6 Hijriyah, tutur Dahlan, islam sudah sampai ke Afrika Barat. Kemudian islam terus dikembangkan ke daratan Eropa, terutama di bagian selatan. Tapi kenapa kemudian islam “hilang” dari Eropa Selatan, jawabannya karena generasi mudanya kurang memahami Al-Quran.
“Inilah yang mengkhawatirkan kita sekalian di Batam. Di satu pihak kita sedang membangun sebuah kota yang modern, tapi akhlak anak-anak kita pun harus tetap terjaga,” pesannya.Pada kesempatan tersebut Dahlan menyampaikan kekagumannya atas partisipasi masyarakat Batuaji yang tinggi. Ini terlihat dari barisan pawai taaruf yang selalu ramai dalam setiap ajang serupa.
“Saya juga berbahagia karena jarang pakai syal, baru di sinilah saya dapat kehormatan memakai syal dari masyarakat Batuaji. Tapi yang perlu diingat, anak-anak kita harus dibentuk menjadi warga yang Qurani. Itulah esensi kita mengadakan seleksi tilawatil quran ini,” tegasnya lagi.
Acara pembukaan STQ Kecamatan Batuaji ini dimeriahkan dengan dentuman kembang api.
(Rel/mcb)

Dahlan Akan Temui Menteri PU Demi Air Bersih di Belakangpadang

alt

Batam,Pelita Pos-  Walikota Batam, Ahmad Dahlan menyempatkan diri meninjau kondisi air waduk.Batam lagi tak hujan membuat waduk di Pulau Belakangpadang Kecamatan Belakangpadang berkurang debit airnya. Hal ini mengakibatkan pasokan air ke rumah-rumah warga pun tidak optimal seperti biasanya.

Di saat-saat seperti ini, warga biasanya membeli air dari kapal demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau sudah begini kami beli air. Satu jirigen Rp 15 ribu. Sekali beli sampai 10 jirigen. Itu bisa untuk 2-3 hari, jadi harus dihemat pemakaian airnya,” tutur seorang warga, Selasa (24/2).

Mendengar keluhan warga, Walikota Batam, Ahmad Dahlan menyempatkan diri meninjau kondisi air waduk di sela-sela musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Belakangpadang. Dari hasil peninjauan, Dahlan melihat bahwa daerah tangkapan air atau catchment area untuk waduk ini terlalu kecil.

“Kita sebetulnya bersyukur di Belakangpadang ini ada reservoir (penampung air), ini penting untuk menampung hujan. Sama dengan Batam juga. Sebagai waduk tadah hujan, ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama curah hujan, kedua catchment area,” terang Dahlan.

Menurutnya, di Batam waduk bisa maksimal menyimpan air karena catchment areanya terjaga baik. Kawasan tangkapan air dipagar, tidak terganggu.

Bahkan catchment area DAM Sei Ladi dan DAM Mukakuning menjadi satu, yang berarti sangat luas wilayahnya. Dan DAM Duriangkang dibatasi jalan, sehingga tidak ada pembangunan di dekatnya.

“Belakangpadang karena pulau kecil, catchment area tidak maksimum. Bisa dilihat di sana ada bangunan, meski tak bisa disalahkan, karena mungkin bangunannya sudah ada lebih dulu, baru waduk dibuat,” ujarnya.

Dahlan menilai jika curah hujan tinggi, 7-8 bulan hujan turun, dan catchment area terjaga, maka debit air bisa mencukupi kebutuhan warga Belakangpadang. Tapi karena pengaruh tidak maksimalnya dua faktor tadi, maka Pemerintah berupaya mencarikan solusi alternatif. Satu di antaranya dengan mengalirkan air dari Batam melalui pipa bawah laut langsung ke Belakangpadang.

Pengaliran air dari Batam ini, menurut Dahlan, sudah direncanakan sejak beberapa tahun silam. PT ATB, selaku penyedia air bersih di Batam juga sudah menyatakan kesiapannya untuk mengalirkan air ke Belakangpadang.

Izin dari pemerintah pusat sudah ada, bahkan sudah diperpanjang kedua kalinya tahun ini. Rekomendasi dari berbagai kementerian terkait pun sudah dikantongi. Dan Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah menyediakan anggaran untuk pembangunan instalasinya.

“Persyaratannya terlalu berat. Pipa harus ditanam minimal 2 meter di bawah dasar laut. Dan semakin dalam perairannya, pembenaman pipa pun harus semakin dalam. Karena antara Belakangpadang-Batam ini kan jalur pelayaran internasional, baik untuk ferry maupun kapal-kapal yang menuju ke galangan. Itu yang membuat kementerian hati-hati sekali,” papar Dahlan.

Meski begitu, Pemerintah Kota Batam terus berusaha agar rencana ini bisa terwujud demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di pulau yang dulunya pernah menjadi pusat pemerintahan Batam ini.

“Saya akan menghadap Menteri supaya di-push pembangunan ini nanti. Karena ini sudah kita pikirkan. Untuk mengalirkan air dari pulau terdekat lain pun tidak ada yang mencukupi,” tuturnya.

Sementara untuk pulau-pulau lain, menurut Dahlan, tidak ada masalah. Beberapa pulau sudah dibangun waduk tadah hujan, yang kemudian airnya dialirkan ke pulau-pulau sekitar melalui pipa bawah laut. Seperti di Pulau Terung yang mendapat air dari Pulau Seberang. Dan tahun ini akan dibangun jaringan pipa antara Pulau Batam ke Pulau Akar dan Pulau Lance, serta dari Pulau Lumba ke Pulau Kasu.

“Kalau pulau lain tidak ada masalah, karena bukan jalur pelayaran internasional jadi pipanya tidak perlu ditanam jauh dari dasar laut,” terang Dahlan.

Harga Beras Di Batam Aman

alt

Batam,Pelita Pos – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM (Disperindag ESDM) Batam memastikan kebutuhan pokok masyarakat khususnya beras saat ini dalam kondisi stabil, baik dalam ketersediaan maupun harga. Ini berbeda jauh bila dibandingkan daerah di luar Batam khususnya Jawa.

“Pantauan kita di Batam relatif stabil. Tim sudah turun ke pasar Penuin, Mega Legenda, Botania. Ada 5-6 pasar yang dipantau, tidak ada persoalan dengan harga beras,” kata Kepala Disperindag ESDM Batam, Amsakar Achmad, Rabu (25/2).

Ia mengakui pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam. Dalam hal ini pihak Bulog juga memastikan stok yang ada masih tersedia hingga dua minggu ke depan. Hal yang sama juga terjadi saat koordinasi dengan distributor.

“Distributor mengatakan stok relatif aman. Kalau di Jawa gagal panen lebih menjadi persoalan wilayah. Batam sampai dengan saat ini tidak ada masalah. Kita yakinkan dalam dua minggu ke depan relatif aman,” katanya.

Alasan masih stabil, hal ini juga dilihat  dari  kebutuhan raskin sudah terpenuhi. Dengan demikian, stok yang ada di gudang masih cukup bertahan untuk memenuhi keperluan di Batam.

Kepala Perum Bulog Batam, Pengadilan Lubis menjelaskan untuk masalah di Jawa ia memperkirakan karena adanya gagal panen akibat banjir. Sehingga pasokan di sana berkurang.

“Kalau kita di daerah Batam, Karimun, Tanjungpinang, maaf kata sawah tidak ada tapi beras banyak dan
masih ada harga di bawah Rp 7 ribu,” ujarnya.

(rel/mcb)

launching ‎Youth Woman Netizen for Creating Wonderful Kepri (CWK) berlangsung Meriah

alt

(istimewa)

Batam,Pelita Pos – launching ‎Youth Woman Netizen for Creating Wonderful Kepri(CWK) di Dataran Engku Putri berlangsung meriah. Ratusan pelajar di Kota Batam memeriahkan dengan beragam kegiatan. Bahkan saat acara pembukaan berlangsung, pelemparan tepung  sesama pengunjung berlangsung.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan petinggi lainya turut terkena lemparan tepung warna itu. Meski dibawah terik matahari, acara yang dihibur artis Wulan Guritno ini berlangsung dengan meriah.
Ketua Panita Lisa Anggraini mengatakan, kegiatan CWK sebagai upaya mempromosikan daerah dengan melibatkan pada anak muda, perempuan dan para nitizen. Mereka terlibat dengan segala pagelaran acara atau kompetisi yang dilaksanakan.
“Anak muda dapat mengembangkan kreatifitasnya untuk mendukung promosi Kepri. Perempuan juga bisa mengembangkan dari sisi bisnis wisata dan nitizen dapat mempromosikannya melalui kegiatannya di dunia maya,”kata Lisa, disela-sela peresmiannya, Sabtu (21/2).
Adapun kompetisi yang diadakan saat ini, seperti wonderful Kepri Short Film, wonderful Kepri jingle, wonderful Kepri fotografi, wonderful Kepri tour pattern, wonderful Kepri netizen promote, dan woman business support wonderful.
Kompetisi tersebut digelar mulai 22 Februari. Dimana peserta dapat mengumpulkan karyanya paling lambat 10 Mei. Kemudian pengumuman pemenang dilaksanakan pada 7 Juni dengan total hadiah mencapai Rp 100 juta dari Kementerian Pariwisata.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, berkompetisi seperti ini dapat mempromosikan daerah. Apalagi Batam juga perlu didongkrak untuk mendatangkan Wisman.
“Batam ini juga saya saingkan dengan dua daerah destinasi lainnya, Bali dan Jakarta,”katanya. (Rel/mcb)