Sat09222018

Last update12:13:07 AM GMT

alt

Investor Dubai berencana Investasi di Batam

alt

(Istimewa)

Batam (Pelita Pos) – Investor dari Dubai berencana investasi di Batam. Keinginan tersebut setelah mereka menemui Walikota Batam Ahmad Dahlan beberapa waktu lalu yang berminat khusus menanamkan modalnya.

Menurut Dahlan, ia sudah bertemu dengan investor tersebut. Mereka datang menyatakan minatnya untuk investasi di Pulau Kepala Jeri, Kecamatan Belakang Padang.

“Mereka minat di Pulau Kepala Jeri, saya sudah ketemu dengan mereka,”kata Dahlan, akhir pekan lalu.

Meski tidak merinci investor Dubai tersebut ingin membangun perusahaan bergerak dibidang apa, namun Dahlan mengatakan kemungkinan terbesarnya bidang industri perminyakan.

Selain itu, kepastiannya juga masih dalam tahap awal mengingat status pulau tersebut masih kawasan pertanian.

“Di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pulau Kepala Jeri peruntukannya masih pertanian. Kalau sudah dirubah industri maka bisa dilakukan,”tambahnya.

(Rel)

Rekrutmen Polri Hingga Pulau, Polda Kepri Gandeng Badan Pengelola Perbatasan

alt
(Istimewa/poskantor)
Batam,(Pelita Pos) – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berkoordinasi dengan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kepri untuk sosialisasikan penerimaan polisi ke daerah pesisir dan pulau-pulau terpencil. Hal ini dilakukan agar lebih banyak pemuda dari kepulauan yang mendaftar menjadi anggota kepolisian. Tak hanya harapkan peran serta pemerintah, dari barisan kepolisian pun Polda Kepri telah menyampaikan instruksi serupa hingga tingkat Polsek dan Babin Kamtibmas.
 
 
“Kami sudah koordinasi dengan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kepri agar dapat membantu sosialisasi. Karena mereka punya anggaran untuk ke lapangan. Selain itu kami juga harapkan peran aktif pemerintah hingga tingkat kecamatan untuk sediakan SDM dari pulau terluar,” papar Kepala Biro Sumber Daya Polda Kepri, Komisaris Besar Susetio Cahyadi, Selasa (31/3).
 
Susetio mengatakan penerimaan anggota kepolisian tahun ini akan dibuka pada pertengahan 2015. Pihaknya berjanji akan mempermudah pemuda pemudi kepulauan untuk daftar dalam penerimaan tahun ini. Namun ia menekankan bahwa hasil akhir proses penerimaan tetap berada di Mabes Polri. Dalam hal ini Polda Kepri sebagai pelaksana pada tingkat daerah saja.
 
“Jika banyak orang muda pulau menjadi anggota Polri, maka akan merasa besar tanggungjawabnya terhadap daerahnya, sehingga dapat menjalankan tugas dengan optimal. Selain itu, jika lulus maka anggota dipastikan sudah memahami wilayah tugasnya. Jadi cepat menyesuaikan diri dibanding anggota dari daerah lain yang ditempatkan di sana,” terangnya.
 
Dan ia menjamin tidak ada biaya yang dikeluarkan dalam proses seleksi penerimaan anggota kepolisian ini. Selain itu Polda Kepri juga menjamin seluruh proses perekrutan ini bersih, akuntabel, dan transparan.

Meski jadwal pendaftaran belum pasti, Polda Kepri telah menyiapkan pos pelayanan penerimaan di lobi Polda Kepri. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi seputar penerimaan Polri tahun ini juga bisa mengakses laman www.penerimaan.polri.go.id, atau akun facebook dalpres kepri, dan kontak BBM 52105925.

(Rel/mcb)

Dispenda Batam Bakal Naikkan NJOP PBB P2

alt

(Dok.mcb/Istimewa)

Batam (Pelita POs)– Pemerintah Kota Batam tengah melakukan ancang-ancang untuk manaikkan tarif Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB P2. Upaya ini dilakukan guna mengikuti harga pasar dan tentunya mendongkrak pendapatan daerah sektor itu.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Batam Jefridin mengutarakan, targetnya memang agar pendapatan daerah meningkat. Dimana tahun ini sektor tersebut baru ditargetkan Rp 91 milar lebih. Dengan kenaikanya, peningkatan penerimaan PBB P2 bisa sampai tiga kali lipat.

“Target kita mengalahi pajak BPHTB. Sekarang baru Rp91 miliar (PBB P2). Sekarang kita menargetkan NJOP agar naik. Kita mau menyesuaikan, dengan harga pasar secara bertahap,”kata Jefridin, usai acara bulan panutan PBB P2 yang berlangsung di Lantai IV Gedung Pemko Batam, Kamis (26/3).

Melihat harga pasar, lanjut Jefridin, NJOP yang berlaku di Batam saat ini sudah tidak sesuai. Ia mencontohkan, di Kecamatan Sekupang, NJOP sesuai harga pasar sudah Rp 1 juta permeter bahkan lebih. Sementara instansinya hanya menetapkan Rp 350 ribu permeter.

“Contoh di Sekupang, Rp 1 juta per meter. Sementara kita Rp 350 ribu per meter. Jelas, jauhkan. Sekarang sepertiga dari harga pasar,”katanya.

Ia mengatakan, kenaikan akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan utama kemampuan masyarakat. Ia juga tidak menargetkan NJOP akan naik sesuai dengan harga pasar, namun paling tidak separuh dari harga itu sehingga beban warga juga tidak berat.

Untuk melangkah kearah tersebut, Jefridin saat ini tengah melakukan pemutakhiran data untuk sembilan kecamatan, setelah tahun lalu baru tiga kecamatan yang selesai. Setelah itu semua, maka baru akan dilakukan kajian berapa kenaikan.

“Tahun ini belum. Sekarang kita lagi lakukan pemutakhiran data. Tahun lalu kan tiga, sekarang sisanya. Bila tahun ini selesai, maka tahun depan NJOP akan kita naikkan. Kenaikan nanti tergantung Pak Walikota. Karena NJOP ini kewenangan Walikota Batam,”katanya.

(Rel/mcb)

Pemekaran Kecamatan Batam Jadi 20

 

alt

Batam, (Pelita Pos) – Pemerintah Kota Batam sudah melakukan ancang-ancang untuk memekarkan beberapa kecamatan  utamanya yang berada di mindland. Nama dan daerahpun mau dimekarkan sudah muncul prioritas  kawasan padat penduduk.

Menurut Walikota Batam Ahmad Dahlan, pemekaran akan diusulkan pada anggaran tahun depan, dari 12 kecamatan menjadi minimal 20 atau maksimal 22.

“Insha Allah 2016, kita akan mekarkan minimal 20. Sebenarnya sudah lama kajian akademiknya, tapi sekarang kita akan lakukan,”kata Dahlan, selasa (31/3).

Dalam hitungannya, Kecamatan Sagulung dengan penduduk terpadat di Batam lebih 180 ribu jiwa bisa saja menjadi tiga kecamatan. Kecamatan Batam Kota juga sama. Kecamatan lainya bisa menjadi dua.

Seperti Kecamatan Sekupang dipecah menjadi dua, yakni Kecamatan Tiban Lama. Kemudian, Lubuk Baja juga dipecah, ada Kecamatan Nagoya atau Jodoh. Kecamatan Nongsa dipecah menjadi Kecamatan Kabil. Kecamatan Sei beduk bisa saja ada Kecamatan Mukakuning. Kemudian Kecamatan Batu Ampar dipecah ada Kecamatan Sengkuang.

Dahlan, juga pernah menyampaikan bila dalam satu kawasan karakter penduduknya sama akan mudah bagi perangkat kecamatan mengurus. Seperti kawasan Nagoya dan Jodoh, merupakan pusat perekonomian, menjadi satu kecamatan akan lebih mudah. Untuk kecamatan di hinterland, pemekaran bisa dilakukan namun tidak mendesak.

“Kalau Pulau janda berhias, pulau manis, kepala jeri, berjalan bisa kita jadikan dua Kecamatan Belakang Padang. Di Galang pun bisa dua kecamatan, Kecamatan Rempang dan Kecamatan Galang,”katanya.

(Rel/mcb)

Walikota Batam Silaturahmi Dengan Pengurus LAM Kepri

alt

Batam (Pelita Pos)– Walikota Batam yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Batam, Ahmad Dahlan menghadiri undangan silaturahmi Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Jumat (20/3). Dahlan berharap melalui forum silaturahmi ini, dirinya mendapat masukan, nasihat, dan kritikan dari tokoh lembaga adat melayu.

Di hadapan tokoh LAM, Dahlan memaparkan tantangan yang akan dihadapi Kepulauan Riau ke depan. Menurut Dahlan, kebersamaan merupakan unsur penting dalam menyongsong pembangunan yang terus menerus dilaksanakan tanpa meninggalkan akar budaya dan adat istiadat, sehingga mampu berjalan beriringan.

“Kepulauan Riau adalah melayu dan tidak dapat dipisahkan bahwa melayu harus bersatu dalam membangun Kepri ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan secara global Kepulauan Riau ibarat sebuah kapal besar yang terdiri dari penumpang yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Dengan kondisi ini, masyarakat harus terbuka menerima pendatang yang membawa maksud, kepentingan, dan harapan dalam pencapaian kehidupan yang lebih baik.

“Dalam konteks Indonesia yang penuh keberagaman, tidak bisa mengkotak-kotakan terhadap suku maupun golongan tertentu. Tapi tidak terelakkan ada komunitas kecil yang merupakan penumpang asli dari kapal tersebut yakni melayu,” tutur Dahlan.

Mengenai tantangan ke depan, Ahmad Dahlan berkisah pembangunan Batam yang telah terbangun sejak 30 tahun yang lalu dan banyak pelajaran serta manfaat yang dapat diambil dari pembangunan Batam. Meski tidak terelakkan terdapat dampak positif dan negatif dalam sisi pembangunannya.

“Saya tidak membela diri, tidak mudah dalam membangun dan memimpin sebuah kota maupun daerah yang memiliki penduduk yang besar dan arus pertumbuhan pembangunan yang tinggi. Alhamdulillah, kami mampu menjaga sampai dengan saat ini,” jelasnya.

Ahmad Dahlan menambahkan, dirinya tidak bisa membendung arus pendatang yang berkunjung dan mencari nafkah di Batam yang pada akhirnya menimbulkan dampak-dampak pembangunan tersebut. Untuk itu, agama, adat dan budaya turut berperan penting dalam melakukan kontrol pembangunan. Kontrol ini harus dimiliki termasuk oleh pemimpin di Batam maupun di Kepulauan Riau.

Ketua LAM Kepri, Datuk Sri Amanah Abdul Razak mengatakan sosok Ahmad Dahlan merupakan sosok yang tidak asing lagi dan telah terbukti nyata terus berkomitmen dan konsisten dalam menjaga marwah dan martabat melayu. Dirinya mengajak seluruh tokoh melayu bersatu padu berperan serta dalam menjawab tantangan Kepri ke depan.

(rel/mcb)