Mon08202018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

Pemko Berikan Insentif Guru Honor dan Swasta

alt

Batam,Pelita Pos – Sebanyak 5.585 guru swasta dan guru honor sekolah negeri menerima insentif dari Pemerintah Kota Batam. Penyerahan insentif secara simbolis diserahkan oleh Plt Walikota Batam, Rudi, di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Minggu (15/2).

Rudi mengatakan insentif yang diberikan terbagi menjadi dua kategori. Yakni untuk guru yang sudah mengajar lebih dari dua tahun menerima Rp 1 juta per bulan. Sementara guru yang baru mengajar atau baru masuk dalam daftar penerima insentif, mendapatkan Rp 650 ribu per bulan.

“Semua guru swasta dan honorer sekolah negeri dapat insentif ini. Meski baru mengajar sekalipun. Selama sudah diajukan pihak sekolah. Jadi jika ada yang belum mendapatkan, berarti tidak masuk dalam daftar yang diajukan sekolah,” kata Rudi.

Ia mengatakan, dengan adanya insentif ini diharapkan sekolah swasta bisa mengurangi SPP yang dipungut dari siswa.

“Dulu alasannya SPP mahal karena untuk bayar guru. Sekarang sekolah swasta seharusnya bisa beri SPP yang tidak tinggi ke anak didik. Karena guru sudah kita bantu,” tutur Rudi.

Menurutnya, untuk insentif ini diberikan kepada sekolah-sekolah swasta dan negeri di pulau utama (mainland). Sedangkan untuk di pulau penyangga (hinterland) pemerintah memberi insentif bagi guru agama sebanyak 165 orang. Besaran insentif yang diberikan tahun 2015 ini adalah Rp 1,25 juta. Naik dari insetif sebelumnya sebesar Rp 1 juta per bulan.

“Untuk mewujudkan Batam menjadi lokomotif ekonomi nasional, perlu pondasi berupa sumber daya manusia berkualitas. Target saya 20 tahun ke depan generasi penerus kita sudah siap. Di sinilah pentingnya peran guru, ulama, pendeta. Karena itulah kami memberikan apresiasi berupa insentif ini,” kata Rudi.

Acara penyerahan insentif ini dibalut dalam kegiatan silaturahmi yang menghadirkan penyanyi dangdut Septi KDI.

Pemerintah Kota Batam mengefektifkan kembali jam malam bagi pelajar

alt

Batam,Pelita Pos– Pemerintah Kota Batam mengefektifkan kembali jam malam bagi pelajar. Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisir kegiatan negatif yang dilakukan oleh pelajar, seperti geng motor.

“Sebagai orangtua di Batam, saya khawatir. Jangan sampai keluar malam jadi tren,” kata Dahlan, usai meresmikan gelanggang olahraga Raja Djakfar di Sekupang, beberapa waktu lalu.
Menurut Dahlan, leading sector penerapan jam malam bagi pelajar ini adalah Dinas Pendidikan. Dan yang menjalankannya dalam bentuk patroli serta razia adalah Satuan Polisi Pamong Praja, selaku penegak peraturan daerah.
Jam malam ini, kata Dahlan, sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, Hanya kini diefektifkan kembali karena sedang marak aksi geng motor yang melibatkan anak usia sekolah.
“Orang Batam ini pekerja, jadi cuek. Tak seperti di kampung. Kalau di kampung anak keluar malam, banyak yang memperingatkan. Di sini tidak. Makanya kita efektifkan lagi jam malam ini,” ujarnya.
Jam malam ini diatur dalam Perda nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Batam. Pada pasal 11 Perda ini disebutkan bahwa setiap peserta didik berkewajiban untuk :
a. mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku;
b. belajar pada malam hari di bawah pengawasan orangtua/wali minimal pada pukul 19.00-21.00 WIB;
c. berada di lingkungan satuan pendidikan saat jam belajar kecuali jika telah mendapat ijin atau berada dalam pengawasan pendidik; dan
d. memiliki buku penghubung.
Poin b pada pasal 11 tersebutlah yang dipakai sebagai acuan untuk penerapan jam malam bagi pelajar di Kota Batam.
(REL/mcb)

Walikota Batam Ahmad Dahlan berkesempatan membuka Humas KTT ASEAN

 

alt
Batam,Pelita Pos–Walikota Batam Ahmad Dahlan berkesempatan membuka Humas KTT ASEAN Pertama yang dilaksanakan di Harris Hotel, Kamis (5/2). Dalam pertemuan tersebut, ia berharap menjadi momen penting dalam dunia kehumasan.
 

“Ini akan menjadi sejarah dalam Public Relations ASEAN. Kami berharap KTT ini akan berbuah dan menghasilkan inovasi, kreativitas, komitmen, dan ide-ide konstruktif dalam pengembangan sektor Humas dalam menghadapi tantangan era globalisasi, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN,”kata Dahlan dalam sambutannya menggunakan Bahasa Inggris.Pada kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Batam. Kota yang berkembang cepat, memiliki lokasi yang strategis, di Selat Malaka, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dan merupakan pintu gerbang Indonesia di bagian barat.

Pemerintah mendesain Batam sebagai kota industri, perdagangan, pariwisata, dan transshipment. Sebagai kota industri, Batam sekarang menjadi rumah bagi lebih dari seribu perusahaan multi nasional dengan mempekerjakan lebih dari tiga ratus ribu pekerja, enam ribu dari mereka adalah pekerja asing.

Sebagai pusat bisnis, Batam dilengkapi dengan infrastruktur yang baik, fasilitas dan sistem teknologi informasi yang nyaman untuk mengadakan pertemuan, pameran, dan konferensi.Batam juga merupakan tujuan wisata. Ini terbukti dengan Wisatawan Asing (Wisman) berkunjung ke Indonesia menempatkan daerah ini diurutan ketiga setelah bali dan Jakarta. Destinasi menawarkan pantai yang indah, lapangan golf, hotel berbintang, pusat perbelanjaan, budaya etnis, makanan tradisional dan lain-lain.

“Jumlah wisatawan yang datang ke Batam meningkat. Pada 2014 jumlah wisatawan asing adalah 1,4 juta dan wisatawan lokal lebih lima juta,”katanya.
Ia juga menyinggung perkembangan pers di Batam. Sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, media juga berkembang cepat di Batam. Selain media online, surat kabar internasional, saluran televisi, dan stasiun radio dapat dinikmati oleh masyarakat di Batam, terutama dari Singapura dan Malaysia.
 
“Saya berharap, dengan pertemuan ini peran Humas ASEAN dalam pengembangan negara-negara ASEAN akan ditingkatkan,”kata mantan humas Otorita Batam ini.
 
(rel/mcb)

JK: Media Adalah Mata, Telinga dan Mulut Suatu Bangsa

alt

SIB/ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Batam,Pelita Pos-PERINGATAN HARI PERS NASIONAL:Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) bersama Menkominfo Rudiantara (kiri), Ketua MPR Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Ketua Dewan Pers Bagir Manan(kedua kanan) dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/2). Sebanyak dua ribu lebih insan pers dari seluruh Indonesia mengahadiri puncak acara HPN yang mengambil tema "Pers sehat Bangsa Hebat". Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional 2015. Dalam pidatonya, JK mengatakan pers memiliki peran penting sebagai penyambung lidah bangsa.

"Selamat hari pers, ini hari yang penting kita evaluasi dan melihat apa yang sudah kita lakukan dan yang akan kita lakukan. Pers penting, karena pers merupakan mata, telinga, sekaligus mulut suatu bangsa," ujar JK dalam pidato sambutannya di depan Undangan Hari Pers Nasional di Balroom Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/2).

JK kembali meminta semua pihak untuk kembali mengingat peran pers dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Walaupun politik Indonesia terkadang mengubah situasi bangsa, JK berharap agar hal tersebut tidak merubah independensi pers sebagai mata dan telinga bangsa.

"Pada saat awal pers nasional, bagaimana memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Politik merubah situasi, kadangkala pers tergantung pada pemerintah maupun sebaiknya. Hal ini menjadi pertimbangan kita semua," jelasnya.

Tak hanya arus politik, menurut JK, teknologi juga berpengaruh terhadap efisiensi pemberitaan yang sampai kepada masyarakat. "Teknologi mempengaruhi kita semua. Kalau dulu berita yang sudah terjadi, saat ini kita membaca dan melihat berita yang sedang terjadi. Begitu pesatnya perkembangan teknologi," kata dia.

Menurut JK, media haruslah objektif dan tentunya menguntungkan. "Apa yang dicanangkan, pers sehat, bangsa hebat, juga bisa sebaliknya. Pers sehat bermakna bahwa pers akan memberikan mata dan telinga yang objektif, dapat mempersatu bahkan memperenggang bangsa. Namun harapan kita adalah pers yang mempersatu bangsa," sambungnya.

Tak lupa JK memberi pesan bahwa saat ini berita baik harus diberitakan menjadi berita baik, begitupun sebaliknya.

"Bad news is good news harus berubah menjadi good news is a good news. Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pers yang memahami situasi. Tapi juga kalau tidak ada masalah, nanti tidak ada berita juga persnya. Jadi tak apalah, itu menjadi riak-riak di Indonesia," selorohnya.

"Kita tidak mau kembali ke pers era 80-90 an yang dimana pers dikontrol oleh bangsa. Sehingga saat ini kita harapkan kepada pers, berita baik, katakan baik, berita buruk, katakan buruk. Media adalah suatu ruang perjuangan dan profesi, profesi," tutupnya disambut tepuk tangan para undangan.

Bagir Manan Prihatin Kegaduhan Politik
Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengapresiasi kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional di Batam, Kepulauan Riau. Katanya, kehadiran JK merupakan penghargaan nyata bagi insan pers Indonesia.

"Kehadiran Bapak (JK), penghargaan nyata bagi seluruh komunitas pers Indonesia dimana pun berada. Pers berperan besar bagi bangsa, baik sebelum maupun setelah merdeka," kata Bagir dalam sambutannya.

Bagir mengibaratkan pers seperti lebah yang mencari sari bunga. Hasil kerja lebah itu tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan lebah saja, tapi juga berguna bagi makhluk lainnya terutama manusia.

"Kita sama-sama mendambakan kemaslahatan seperti lebah. Agar maslahat, kita jangan seperti semut, pekerjaan harus diolah, dicerna dan ditransformasikan untuk memberi manfaat. Manfaat itu harus sebesar-besarnya bagi kemakmuran sebanyak-banyaknya rakyat," ujarnya.

Selain itu, Bagir mengatakan bahwa Dewan Pers banyak menerima aduan masyarakat tentang pers abal-abal, serta pers asli tapi abal-abal yang membuat berita mengancam, memeras dan bentuk manipulasi lainnya.

"Saya minta HPN tegaskan bentuk pers abal-abal dan menindak segala pers abal-abal itu," ucapnya.

Bagir juga menyampaikan keprihatinannya atas hiruk-pikuk politik yang sedang berkembang saat ini. "Saya ingatkan pers tidak boleh jadi bagian hiruk pikuk kecuali sebatas sampaikan informasi. Lebih baik pers pertanyakan suatu keputusan dari pada pers pertanyakan kenapa tidak ada suatu keputusan," pungkasnya.

Ibaratkan Pers Seperti Lebah
Ketua Dewan Pers Bagir Manan dalam sambutannya mengibaratkan pers harus seperti lebah yang tak hanya memberi manfaat pada dirinya, tapi juga makhluk lainnya. Atas hal itu, JK pun memberikan tanggapan bernada guyonan.

"Begitu pentingnya fungsi pers, sehingga seperti Pak Bagir sampaikan seperti lebah. Tapi itu masih kurang Pak (Bagir), kalau sarang lebah diserang, dia akan ngamuk. Maka saya mesti datang karena ngamuk kalau saya tidak datang. Itu lah lebah," kata JK yang disambut tawa dan tepuk tangan audiens.

Tampak juga hadir dalam acara itu, Ketua MPR Zulkilfi Hasan, dan sejumlah menteri kabinet kerja.

Selain soal lebah, JK juga menanggapi sambutan Bagir Manan yang mengungkapkan lebih baik pers pertanyakan suatu keputusan dari pada pers pertanyakan kenapa tidak ada suatu keputusan.

"Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa media, pers yang memahami situasi. Apabila tidak ada masalah pers juga tak ada berita. Tadi Pak Bagir juga menyinggung soal keputusan, ialah praduga tak bersalah. Maka itu kita jalankan praduga tak bersalah dulu sampai keputusan pengadilan," ujar JK.

Pernyataan JK ini seperti merujuk pada kasus Komjen Budi Gunawan yang sedang menjalani sidang Praperadilan. BG menggugat penetapan tersangka yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau kita ambil keputusan sebelum pengadilan, salah. Jadi serba salah. Tak ambil keputusan salah, ambil keputusan juga salah, Itu lah pemerintah di tengah arus informasi. Namun kita harus tegas dan tegar," sambungnya.

Gelak Tawa JK
Acara yang digelar oleh para pewarta, tak melulu bersuasana serius. Gelak tawa serta canda turut mengalir saat penanggung jawab Hari Pers Nasional memberikan komentar terkait hadirnya JK.

"Jangan tanya kenapa Pak Jokowi tidak hadir pada hari ini, karena Pak Jokowi dan Pak JK itu satu. Bahkan bapak Wakil Presiden lebih berpengalaman," ujar penanggung jawab Hari Pers Nasional, Margiono dalam kata sambutannya tak lama setelah acara dimulai.

Begitu mendengar hal itu, para tamu yang memenuhi Ballroom Hotel Harmoni One sontak tertawa dan bertepuk tangan meriah. Sementara JK yang disebut berpengalaman tersebut hanya tersenyum dari tempat duduknya.

Margiono mengatakan, Hari Pers Nasional 2015 ini telah digelar selama sepekan. Rangkaian acara yang digelar pun telah dilaksanakan untuk menghibur para tamu Undangan serta warga Batam.

"Hari Pers Nasional di Batam ini luar biasa. Rangkaian acaranya bagus-bagus dan besar, ada pameran pers dan pameran pembangunan selama satu minggu ini. Banyak kegiatan seperti bakti sosial, dan pembukaan perpustakaan pers serta studi banding ke Singapura, dan ada juga hiburan untuk rakyat yang dihadiri oleh ribuan masyarakat," kata Margiono.

"Tapi saat acara hiburan untuk masyarakat, kita disuguhkan lagu yang tidak bagus. Lagu Cita Citata, 'Sakitnya Tuh Di Sini'," celetuk Margiono yang membuat gelak tawa kembali pecah di Ballroom tersebut.

Tak cukup sampai di situ, dirinya kembali bergurau, bahwa JK harus ikut memberikan hiburan kepada para insan pers yang saat ini sedang merayakan hari besarnya. Mendengar hal tersebut, JK hanya ikut tertawa dari kursinya.

Usai pidato pembukaan, Margiono menyerahkan 30 buku karya wartawan Indonesia kepada Wapres JK secara simbolis.

(dtc/sib)

HPN di Kepri, Wartawan Diberi Wawasan Kemaritiman

alt

Batam,Pelita Pos–Sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo yang menginginkan Indonesia menjadi poros maritim dunia, Hari Pers Nasional 2015 juga diisi kegiatan Workshop Jurnalisme Maritim.

Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, Saibansah mengatakan workshop ini akan diadakan di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Tanjungpinang, Selasa (3/2).
Adapun narasumber yang akan menjadi pembicara kunci atau keynote speaker adalah Bupati Natuna, Ilyas Sabli. Sementara pembicara lain yang dihadirkan yaitu Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Sulistyanto, dan Rektor UMRAH Prof. Syafsir Akhlus. Selain itu juga perwakilan LKBN Antara, Priambodo, serta Ediwan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri.
“Workshop ini diikuti wartawan di Provinsi Kepri, serta mahasiswa UMRAH di Tanjungpinang. Tujuannya untuk membuka wawasan mereka tentang kemaritiman,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan wartawan di Kepri, yang wilayahnya berupa lautan, bisa memiliki wawasan luas. Sehingga dapat menulis secara lebih mendalam mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kemaritiman.

(rel/mcb)