Mon08202018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

Walikota Batam:Sekolah Berperan dalam Pembangunan Karakter

alt

(foto.Humas)

Batam,Pelita Pos – Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan kelak Batam akan menjadi seperti Amerika. Ia mengatakan pendatang ke negeri Paman Sam itu kini tak ada lagi yang mengaku berasal dari Eropa. Sebagian besar sudah menyatakan diri sebagai orang Amerika, meski memiliki darah dari negara-negara di benua biru.

Menurut Dahlan, hal serupa saat ini sudah terjadi di Batam. Anak-anak yang lahir dan tumbuh besar di Batam pun langsung memproklamirkan diri sebagai “anak Batam”, meski orangtuanya berasal dari berbagai daerah lain di Indonesia.

“Amerika itu kan koloninya Eropa. Walaupun orangtua Jerman, anaknya tetap mengaku orang Amerika. Batam juga akan seperti itu, bahkan sekarang sudah seperti itu. Artinya proses asimilasi dalam sebuah komunitas bangsa atau daerah, terjadi. Inilah proses sejarah,” tuturnya usai menjadi pembina apel di SMA Negeri 1 Batam, Rabu (28/1).

Dahlan mengatakan posisi Batam ini juga seperti Selat Inggris dan Terusan Suez, karena berada di jalur pelayaran internasional. Jadi meskipun tidak memiliki sumber daya alam, tetap bisa berkembang perekonomiannya. Adapun yang menjadi fokus pembangunan Batam adalah sebagai daerah pengembangan industri, perdagangan, transhipment atau alih kapal, serta pariwisata.

“Banyak sektor lapangan kerja yang siap untuk digerakkan, untuk dimajukan anak-anak semua. Proses regenerasi di Batam harus terus dilakukan, melalui transfer teknologi, transfer pengetahuan. Oleh karena itu harus rajin-rajin belajar,” pesan Dahlan.

Mantap Kali !! Panitia HPN Gelar Gerak Jalan Santai Berhadiah Motor dan Umroh Di Batam dan Tg.Pinang

alt

Batam,Pelita Pos.Com – Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan di Provinsi Kepri, dilaksanakan beragam kegiatan. Selain agenda utama, panitia juga melibatkan masyarakat untuk merasakan semarak acara tersebut, seperti halnya gerak jalan santai yang merunut napak tilas Raja Ali Kelana.

Koordinator acara Buralimar mengatakan, jalan santai yang digelar sempena HPN 2015, dilaksanakan serentak di dua kota, yakni Batam dan Tanjungpinang pada 1 Februari. Dalam dua acara ini, hadiah utama yang disajikan panitia, umroh dan motor.

“Dimasing-masing, ada umroh dan sepeda motor. Lima unit motor di Tanjungpinang dan Enam unit di Batam,”kata Buralimar, dalam rapat akhir persiapan napak tilas Raja Ali Kelana sempena HPN, Senin (26/1).

Untuk napak tilas di Tanjungpinang, akan menempuh jarak sekitar 1 KM mulai dari Tugu Pensil menuju lapangan Dewa Ruci. Sementara di Batam, akan menempuh jarak sekitar 2 Kilometer dari Dataran Engku Putri menju Bundaran Madani dan kembali lagi ke alun-alun Engku Putri. Untuk di Tanjungpinang sendiri acara tersebut akan dimeriahkan oleh Trio Macan yang ditargetkan 25 ribu pengunjung.

Napak tilas Raja Ali Kelana dianggap penting guna mengenang kembali sejarah pahlawan nasional yang berasal dari Kepri.

“Ini untuk mengenang kembali, agar masyarakat lebih mengenal pahlawan dari Kepri,”katanya.

Dalam acara HPN ini juga dilaksanakan pesta rakyat yang diselenggrakan di Batam sepekan setelah pelaksanaan napak tilas. Kemudian, ada kegiatan seperti konvensi kemaritiman, bahasa, peradaban pers dan lain sebagainya.

(rel/mcb)

Walikota Targetkan Batam Miliki 35 SMK

alt

(MCB)

Batam,PelitaPos.Com– Penyediaan sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas menjadi prioritas pemerintah kota dalam memenuhi kebutuhan tenaga handal untuk pembangunan Batam. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu jawaban atas pemenuhan kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu Pemko Batam akan terus memperbanyak keberadaan SMK di Batam dalam upaya memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia yang siap pakai.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan saat ini Batam baru memiliki tujuh SMK. Dan rencananya akan bertambah hingga 35 SMK baik negeri maupun swasta, dalam tiga tahun ke depan.

“Jurusan yang ada di SMK saat ini merupakan jurusan yang dibutuhkan perusahaan di Batam. Karena itu saya minta kepala sekolah dengan difasilitasi Dinas Pendidikan untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dengan pihak swasta. Nanti saya akan ikut langsung bantu bila ada kendala,” kata Dahlan saat menjadi Pembina Apel di SMK Negeri 6 Batam di Nongsa, Rabu (21/1).

Ia mengatakan letak Batam yang strategis menarik banyak investor untuk berinvestasi di Batam. Karena itu diperlukan tenaga-tenaga sumberdaya manusia untuk menggerakkan pembangunan.

“Harus ada yang mengurus industri, mengurus pariwisata, mengurus pelabuhan, bandara, dan lain sebagainya. Peluang itu yang harus diisi anak-anak semua, generasi muda di Batam,” tuturnya.

(rel/mcb)

dispenda Belum Terapkan Pajak Online

alt

(mcb)

Batam,PelitaPos – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Batam belum bisa menerapkan layanan pungutan pajak secara online mengingat biaya pengadaan peralatan sangat mahal disamping membutuhkan regulasi untuk pelaksanaanya.

Kepala Dispenda Batam Jefridin mengatakan, pungutan pajak secara online memang pernah diwacanakan untuk diterapkan. Namun setelah melihat di Jakarta, masih dirasa kurang tepat mengingat biaya yang dibutuhkan sangat mahal.
 
“Pajak online itu alatnya mahal. Belajar dari Pak Jokowi waktu menjadi Gubernur di Jakarta, itu alatnya kita harus menyiapkan Rp 500 miliar,”kata Jefridin, kamis (22/1).
Selain itu, pungutan pajak dengan menggunakan sistema Self Assessmen, yakni pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri, dan membayar sendiri pajak yang terhutang yang seharusnya dibayar dianggap tidak tepat bila dilakukan secara online.
 
“Sesuai undang-undang 28 (tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah) mengamanatkan seperti itu,”katanya.
Disinggung target beberapa sektor pajak tidak tercapai pada 2014, kata Jefridin hal ini disebabkan beberapa faktor.  Ia mencontohkan, bagi hasil pajak dari PPH pasal 21 wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang hanya terealisasi 97,35 persen atau Rp92,681 miliar karena banyak pekerja NPWP nya tercatat diluar Batam.
 
“Awal tahun lalu kita sudah rapat dengan kepala KPP (Kantor Pelayanan Pajak Batam) bagaimana supaya bagi hasil mencapai target. Ini terkendala karena banyak karyawan, NPWP tidak di Batam. PPH pasal 21 itu banyak orang BUMN. Dia bekerja di Batam, tapi tercatat diluar, ini salah satu kendala,”katanya.
Ia juga sudah mengusulkan, agar perpindahan NPWP tercatat di Batam. Namun tidak semudah  itu, karena banyak karyawan memang tidak menetap di Batam.
 
Realisasi pendapatan di Kota Batam pada 2014 memang tercatat ada yang tidak mencapai target.Sektor yang tidak tercapai itu, mayoritas di bagi hasil pajak, seperti bagi hasil dari pertambangan dan gas bumi, pungutan pengusahaan perikanan, pertambangan umum. Namun mayoritas sektor melebihi target. Hal ini terbukti realisasi penerimaan pendapatan meningkat 103,34 persen atau Rp 2,013 triliun dari target yang diinginkan sebesar Rp 1,948 triliun di 2014.
(rel/mcb)

BPK RI Beri Tenggat 60 Hari Kepada Pemda Guna Perbaiki LHK

alt

Batam,PelitaPos – ‎Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Kepri memberikan waktu 60 hari kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki laporan hasil pemeriksaanya terhadap beberapa catatan yang sudah diperiksa. Sesuai amanat, perbaikan tersebut mutlak dilakukan guna menuju pemerintah yang bersih dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPK RI Perwakilan Kepri Isman Rudi saat memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II 2014 kepada pemerintah daerah di Kepri maupun kepada lembaga lainya.
Dalam acara itu ada 10 LHP yang diberikan kepada pemerintah, diantaranya pelaksanaan anggaran Pemilu pada KPU Provinsi Kepri, KPU Tanjungpinang dan KPU Batam di 2013 dan 2014, penyediaan air bersih pada Pemerintah Kepri, PDAM Tirta Kepri dan institusi terkait lainya pada 2013 dan semester I 2014.
 
Kemudian, penyediaan air bersih pada Pemkab Natuna, PDAM Tirta Nusa dan Institusi lainya tahun 2013 dan semester I, 2014. Penyediaan air bersih pada Pemkab Lingga, PDAM Tirta Dharma dan Instansi lainya pada 2013 dan semester I, 2014. Manajemen aset tetap pada Pemkab Karimun tahun anggaran 2013 dan semester I, 2014. Manajemen aset tetap pada BP Batam pada 2013 dan semester I 2014.
Selain itu, Manajemen aset tetap pada Pemko Batam pada 2013 dan semester I, 2014. Pertanggungjawaban belanja hibah dan bantuan sosial pada 2013 dan 2014 hingga November pada Pemkab Bintan. Pengadaan barang dan jasa terkait konstruksi pada 2013 dan 2014 pada Pemkab Lingga dan terakhir kinerja pengawasan kegiatan reklame area tambang pada 2013 dan 2014 di Dinas Pertambangan dan Energi di Pemkab Karimun.

Isman mengatakan saat melakukan pemeriksaan laporan khusus manajemen aset tetap dilihat jangan sampai ada double catat, misal Pemko Batam dan BP Batam.”Dulunya semua aset di bawah BP Batam, setelah ada Pemko Batam harusnya ada kejelasan. Jangan sampai dobel catat aset yang sama, atau malah dua-duanya tidak ada mencatat asetnya,” kata Isman saat Penyerahan LHP di gedung BPK Kepri, Jumat (16/1).

‎Salah satu aset yang dicontohkannya yakni gedung wali kota Batam, yang saat ini masih tercatat sebagai aset BP Batam. Ini harus dipahami, bila BP Batam merupakan anggaran yang alokasikan dari pusat. Karena itu, untuk peralihan harus ada persetujuan dengan menteri keuangan. Ada proses yang harus dilalui.

‎”Laporan keuangan BP Batam inikan ke pemerintah pusat, karena BP Batam anggarannya dari APBN. Makanya mereka tidak bisa serta merta menyerahkan gedung itu ke Pemko Batam, harus izin ke kementerian keuangan. ‎Mekanisme dari BP Batam ke pusat inilah yang harus kita dorong lewat ini, karena masalah status penggunaan ini harus jelas, ada legalitasnya,‎” tutur Isman Rudy.

‎‎Isman menyatakan terhadap laporan tersebut, BPK memberi waktu 60 hari bagi instansi untuk memperbaikinya. Selama itu, petugas BPK pun akan ada yang memonitor tindak lanjut perbaikan dari Pemko Batam dan BP Batam.

“Kita sampaikan ke satker terkait laporan ini untuk segera ditindaklanjuti dan untuk perbaikan pertanggungjawaban keuangan daerah. Selain kita serahkan juga ke DPRD, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersangkutan,” kata Isman Rudy. (rel/mcb)