Sat05262018

Last update12:53:22 PM GMT

alt

Pemko Janji Perbaiki Pelayanan Kesehatan Masyarakat

alt

Batam,PelitaPos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan akan terus memperbaiki pelayanan dan fasilitas kesehatan masyarakat. Hal ini dijanjikan Wakil Walikota, Rudi saat membuka Silaturahmi Kader Posyandu se-Kota Batam tahun 2015 di aula Sekolah Harapan Utama, Kamis (15/1).

“Kesehatan masyarakat sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah, maka dari itu Pemerintah Kota Batam akan terus memperbaiki pelayanan dan fasilitas kesehatan masyarakat. Khususnya untuk masyarakat yang saat ini masih berada di bawah garis kemiskinan.” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan terimakasih kepada kader Posyandu di Kota Batam yang jumlahnya kini sudah mencapai 2.095 orang. Menurut Rudi, ibu-ibu kader Posyandu ini sangat membantu pemerintah dalam hal kesehatan karena mereka yang mengetahui kondisi dan situasi masyarakat di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan, Chandra Rizal mengatakan hingga akhir 2014 jumlah Posyandu di Kota Batam sebanyak 415 unit. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding 2012, yang hanya terdapat 200 Posyandu.

“Perkembangan Posyandu di Kota Batam terhitung cepat. Karena itulah kegiatan silaturahmi ini diadakan sekaligus untuk lebih mengetahui sejauh mana perkembangan kegiatan Posyandu dan pelayanan Puskesmas di Kota Batam,” kata Chandra.

Dalam kegiatan ini juga diadakan penyerahan sertifikat untuk Posyandu terbaik dan kader berprestasi yang diraih oleh Yurnelis dari Kecamatan Bulang, Reni Afrida-Kecamatan Baloi, Leni-Kecamatan Sekupang, dan Rahma-Kecamatan Seilangkai. Adapun predikat Posyandu terbaik diraih Posyandu Nusa Indah 2 Kelurahan Sambau, Posyandu Nusa Indah 29 Kelurahan Kabil, Posyandu Mawar 23 Kelurahan Tanjungbuntung, dan Posyandu Kenanga Batu Aji.

(Rel mcb)

Walikota Gerebek, PNS Pemko Batam di Kedai Kopi

alt

Batam,PelitaPos.Co- Walikota Batam Ahmad Dahlan pagi tadi (14/1) sidak sejumlah PNS yang kerap nongkrong di kedai saat jam kerja. Pasalnya saat sidak, sejumlah PNS yang asik duduk dengan sarapan pagi mereka langsung kabur. Bahkan sebagian dari mereka lari meninggalkan sarapan yang telah dipesan atau yang ada di atas meja kedai.

 

Sidak dilakukan wlaikota bersama sejumlah stafnya di beberapa kedai kopi dan rumah makan seperti di Mie Tarempa Seipanas serta Batam Kota, BCM, Soto Medan dan teh Tarik Batam Center.

“Ini murni saya ingin tahu dilapangan seperti apa sih para PNS Pemko Batam kerjanya. Kabarnya kan banyak dari mereka yang masih memilih kongkow di kedai kopi yang harusnya mereka melakukan aktifitas kerja di waktu jam kerja. Ternyata setelah saya cek sendiri masih ada juga PNS Pemko Batam yang tak disiplin,” ujar Ahmad Dahlan, usai sidak.

Beberapa PNS yang terkena sidak dan tak sempat kabur meninggalkan kedai kopi, oleh inspektorat Pemko Batam ditanya satu persatu di dinas apa serta siapa namanya. Mereka selanjutnya akan mendapatkan sanksi langsung dari BKD.

“Sanksinya teguran lisan atas tak disiplinnya mereka yang harusnya bekerja di kantornya justru memilih nongkrong di kedai kopi,” terang Ahmad Dahlan.

Sidak sendiri kemarin pagi diawali dari Sekupang. Pertama instansi pemerintah yang disidak Walikota Batam adalah Dinsos, beralih ke Dinkes, KUKM, kantor lurah Seiharapan, Tanjungpinggir serta Patam Lestari.

(btmpos/gas)

Pemko Batam Bangun Masjid Berkapasitas 24.000 Jemaah

altBatam,PelitaPos.Com – Pertumbuhan penduduk yang tinggi membuat kebutuhan sosial di Kota Batam pun meningkat, termasuk sarana ibadah. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan ini, Pemerintah Kota Batam berencana membangun masjid agung kedua di kawasan Tanjunguncang.

“Masjid ini menjawab kebutuhan tentang masjid, terutama di kawasan Tanjunguncang. Di sana tempat industri padat, terutama pekerja pria. Untuk shalat Jumat mereka terpecah-pecah, bahkan ada yang tidak shalat karena tidak ada tempat. Tempat yang disiapkan kawasan industri tidak besar, masjid di perumahan pun hanya cukup untuk warga di sekitarnya. Sehingga ada masukan dari ulama, mereka minta pemerintah bangun masjid besar di sana,” kata Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono Batong, usai pertemuan dengan ulama di Kantor Walikota Batam, Kamis (8/1).
Menurut Gintoyono, dengan adanya masjid besar tersebut tidak mengubah fungsi Masjid Agung di Batam Centre. Masjid yang sudah lebih dulu ada ini tetap berfungsi seperti biasa.
Gintoyono mengatakan Masjid Agung II ini nantinya bisa menampung hingga 24.000 jemaah sekaligus. Dibangun di lahan seluas 4 hektare, diperkirakan masjid ini membutuhkan dana hingga lebih dari Rp 100 miliar.
“Desainnya mengadopsi gaya Turki, namun dengan ornamen melayu yang akan muncul di sana. Bentuk-bentuk menaranya akan dikombinasikan dengan model masjid Penyengat,” ujarnya.
Di komplek masjid ini nantinya juga akan ada menara pandang, yang ketinggiannya lebih dari menara pandang Masjid Jabal Arafah di Nagoya. Untuk naik ke puncak menara pandang ini akan disiapkan elevator atau lift. Dan akan disiapkan ruangan yang bisa dipakai untuk pertemuan atau rapat.Rencananya dari menara pandang ini juga bisa dilakukan proses melihat hilal untuk penentuan awal bulan puasa dan lebaran. Selain itu juga sebagai pemancar radio syiar seperti yang dicita-citakan para ulama.
“Masjid ini juga disiapkan untuk menjadi objek wisata baru di Kota Batam. Sehingga sudah dipertimbangkan mengenai lahan parkir, yang tidak hanya mampu menampung kendaraan jemaah, tapi juga minimal lima bus wisatawan,” kata Gintoyono.
Dalam lingkungan masjid ini juga disiapkan space untuk pembangunan ballroom yang bisa menampung hingga 7.000 orang. Ballroom ini sekaligus untuk menjawab kebutuhan ruang pertemuan bagi kegiatan pemerintah, terkait larangan acara-acara di hotel.
Namun masyarakat Batam harus sedikit bersabar. Karena masjid ini belum akan dibangun tahun 2015. Menurut Gintoyono, tahun ini pemerintah baru menganggarkan Rp 1-2 miliar untuk penyusunan detailed engineering detail (DED) serta pematangan lahan.
“DED akan dilelang bulan ini. Belum sampai untuk membangun. Kami akan mengkaji kembali apakah akan dibuat multi years atau pembangunannya dibuat bertahap saja bagian per bagian,” jelasnya.

Walikota Batam: Harap Mastura Dapat Mengembangkan Diri

alt
 
Batam,PelitaPOs. – Walikota Batam Ahmad Dahlan selaku pembina Pengurus Majelis Silaturrahim Muslimah (Mastura) Batam resmi mengukuhkan Kepengurusan  Majelis Silaturrahim Muslimah (Mastura) Batam, masa jabatan 2014-2019 di Golden Prwan, Selasa (13/1). Dalam kesempatan itu Dahlan berharap, Mastura sendiri dapat mengembangkan diri  hingga ketingkat provinsi dan kabupaten/kota yang lainya di Kepri.
 
“Saya menyarankan organisasi ini perlu ditingkatkan. Mastura inikan anggotanya hanya di Batam. Saya harap tidak hanya di Batam, tapi ada di seluruh Kepri. Kita bentuk di Kepri, biar Batam yang jadi pioner, dan saya yakin ibu-ibu mampu,”kata Dahlan dalam pelantikan itu.
 
Mastura sendiri organisasi keagamaan yang anggotanya terdiri dari kaum perempuan. Selama kehadirannya belasan tahun lalu, kegiatannya terfokus untuk Kota Batam. Padahal, perkumpulan seperti ini sangat dibutuhkan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah.
 
Kata Dahlan, pemerintah bila berdiri sendiri tanpa ada dukungan masyarakat semua program tidak akan maju. Begitu juga tanpa kehadiran organisasi yang mampu memberdayakan masyarakat kearah yang lebih maju, baik itu akhlak, SDM maupun yang lainya.
 
“Organisasi seperti itu sangat dibutuhkan. Pemerintah dengan penduduk yang tinggi tidak bisa mengurus sendiri kalau tidak dibantu dengan masyarakat,”katanya.
 
Sementara itu, Sapniah selaku ketua Mastura yang baru saja dilantik, berharap kepada anggota Mastura dapat bekerja lebih giat lagi dalam menjalankan segala tugas yang telah diembankan sesuai bidang, tugas pokok dengan  dilandasi rasa ikhlas.
 
“Kita harus bekerja terus secara ikhlas dan mudah-mudahan anggota Mastura dapat menjadi inspirasi bagi yang lainya,”harapnya.
(Rel)

Pegawai Pemko Harus Tahu Teknologi Informasi

alt

(istimewa)

Batam,PelitaPos.com – Walikota Batam, Ahmad Dahlan meminta pegawai untuk melek teknologi. Hal ini disampaikan Dahlan saat menjadi inspektur apel pagi perdana tahun 2015 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin (5/1).

“Jangan sampai ada pegawai pemerintah daerah yang tidak mengerti teknologi informasi. Jangan hanya bisa telepon atau SMS saja. Jangan sampai ada pegawai pemerintah daerah yang mengirim email pun tidak bisa,” ujar Dahlan.
Menurutnya, tahun 2015 adalah tahun tantangan sekaligus harapan bagi semua orang. Tak hanya di Batam tapi juga di seluruh dunia. Karena saat ini hubungan antar negara dan antar daerah semakin dekat terasa. Hal ini bisa terjadi karena dunia disatukan dengan teknologi informasi.
 
“Dunia teknologi ini akan semakin mempengaruhi hidup kita. Mari kita manfaatkan dunia teknologi informasi ini dengan sebaik-baiknya. Karena bisa mempercepat dan memperlancar kegiatan kita,” katanya.
Oleh karena itu, Dahlan berharap ada perbaikan-perbaikan yang bisa dilakukan pegawai saat memasuki tahun 2015 ini. Termasuk dalam hal kedisiplinan, baik waktu kerja maupun pakaian.
Dahlan mengaku sering menerima pesan singkat yang melaporkan bahwa pegawai di jajaran Pemerintah Kota Batam banyak yang datang terlambat.
“Saya masih sering terima SMS, masih banyak yang terlambat datang ke kantor. Jam 9 di kelurahan baru satu pegawai yang datang, lurahnya belum datang. Begitu juga di dinas. Saya harap tidak diulangi di 2015,” tegas Dahlan.
Ia mengaku sudah beri teguran kepada pegawai yang tidak disiplin tersebut. Meski belum ada yang sampai dipecat, karena ada prosedur atau tahapan yang harus dilalui.
Namun kepada pegawai yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik, Dahlan menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya.

“Selama 2014 secara umum bisa kita lalui dengan baik. Terimakasih kepada seluruh pegawai, termasuk guru dan perawat. Mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih kita kepada negara dan amal jariah di hadapan Allah SWT,” tuturnya. (rel)