Sun02182018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

WARTA KOTA

Masyarakat Resah, Kejari Belum Mampu Mengkap Kelbali Penjahat Kelas Kakap Yg Kabur

alt

 

Medan ( Pelita Pos). Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan belum mampu menangkap dua tahanan yang melarikan diri semasa proses hukum kasusnya sedang berjalan. Kinerja buruk KejariMedan ini menjadi catatan merah bagi Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu).
Dua tahanan itu Sulaiman Daud, terpidana kasus ganja seberat 354 kilogram yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pada 7 Juli 2015, Sulaiman Daud melarikan diri seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, saat dikembalikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas IA Medan di Tanjung Gusta. Tahanan lainnya terdakwa kasus perampokan, Anton Fauzian, melarikan dari Ruang Cakra VI Gedung PN Medan, Kamis (17/9). Keduaua tahanan ini sampai kini belum diketahui keberadaannya.

"Masih terus dalam pencarian sampai saat ini," kata Asisten Intelijen Kejatisu, Nanang Sigit, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/0). Dia juga mengatakan, kedua tahanan tersebut belum dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kejaksaan, sedangkan untuk proses penangkapannya akan meminta bantuan kepolisian.

Selain itu, menutur Nanang, untuk menangkap Sulaiaman Daud pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kejati Aceh dan Polda Aceh, karena informasi terakhir diperoleh menyebutkan terpidana penjara seumur hidup itu berada dikampung halamannya di Aceh.

Juga berkembang informasi menyebutkan Sulaiman Daud merupakan anggota keluarga pembesar eks GAM (Gerakan Aceh Merdeka), sehingga pihak kejaksaan takut menangkapnya kembali. Namun, hal ini dibantah Nanang. "Akh, tidak ada takut kita," ujarnya.

Nanang menambahkan, seperti halnya terhadap Sulaiman Daun, kejaksaan juga masih melakukan pencarian terhadap Anton.

"Masih kita cari. Kita sudah memberikan pengamanan maksimal, tapi ada yang melarikan diri. Ada faktor juga mengapa itu terjadi. Kita akan meningkatkan personel untuk pengamana ini. Pasti kita lakukan evaluasi internal," tandas Nanang. (mb)

 

 

alt

alt

alt