Mon12112017

Last update04:29:21 AM GMT

alt

Walikota Medan Bangga Siswa Medan Banyak Berprestasi

repro

Medan, (Pelitapos). Walikota Medan Dzulmi Eldin merasa bangga dan memberikan apresiasi banyak siswa Medan yang berprestasi di tingkat nasional.

YAYASAN MEDAN PERS MENGGELAR PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DALAM BIDANG JURNALISTIK

alt

 

Foto bersama Kadis Kominfo Sumut Dr. H. Asren Nasution, MA, para peserta diklat jurnalistik, Pimpinan Yayasan Medan Pers serta para undangan.

Medan, Pelitapos

Plt Gubsu H.Gatot Pudjonugroho ST membuka resmi Diklat jurnalistik yang diwakili Kadis Infokom Sumut DR. H. Asren Nasution MA, Kadis Pendidikan Medan diwakili Ka.Pls Drs. Abdul gani, Direktur Yayasan Medan Pers Iman Santoso ST; Anggota DPRD Sumut H. Maratua Siregar, Anggota Komisi Penyiaran Daerah Sumut, Mutia Atiqah, SS. bertempat di Amaliun Hall Jl. Amaliun Medan. (17/09)

Sebanyak 50 Orang Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Diklat Jurnalistik Gratis LKWI

alt

Medan, Pelitapos.Lembaga Kursus Wartawan Indonesia (LKWI) menggelar diklat jurnalistik gratis tahun 2013, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya dibidang pers dan jurnalistik Sebanyak 6 Pakar komunikasi tokoh pers serta pemimpin Redaksi Surat kabar memberikan ceramah, diantaranya mengenai dasar-dasar jurnalistik, sejarah pers Indonesia, teknik meliput/menulis berita, teknik wawancara, grafika, foto jurnalistik, teknik penulisan artikel, penulisan feature, tajuk rencana, advertaising, publik relation, kode etik jurnalistik.


Pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan LKWI ini diikuti lebih kurang 50 orang peserta umumnya para pelajar dan masyarakat umum, pada sasarannya mencetak-kader kader muda yang terampil/profesional dan bermoral dibidang pers dan jurnalistik,berlangsung selama sebulan dimulai dari tanggal 2 sampai 27 desember.

Menurut Direktur LKWI M. Guntur animo masyarakat cukup besar guna mengikuti diklat jurnalistik, hal ini dibuktikan dengan setiap kali digelar acara pelatihan pesertanya selalu membludak melebihi kuota, dan mengakui diklat jurnalistik ini peminatnya dari kalangan anak-anak muda pelajar.

Diantara para pakar Ilmu Jurnalistik dan Praktisi Media Massa yang memberikan arahan/pembekalan Dr Shafwan Hadi,  Drs Bahrun Jamil ,MAP,Mutia Atiqa, SS,Umar Abdur Rahim SM ,MAP,Nelvitia Purba SH,M,HUM.

Tujuan diselenggarakan pelatihan jurnalistik ini dijelaskannya adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan menulis dan menumbuh kembangkan minat generasi muda di bidang jurnalistik, yang pada gilirannya diharapkan terwujudnya generasi muda mandiri yang mampu berperan serta berdayaguna dan berhasil ujarnya.

Karena dengan berbekal pelatihan jurnalistik dan dengan memegang teguh kode etik jurnalistik, maka insan pers jangan ragu lagi menyiarkan berita dan membikin ulasan, juga tidak perlu was-was menyiarkan segala bentuk penyelewengan atau ketidak beresan dalam masyarakat, khususnya dalam tubuh aparatur negara/badan publik, juga tidak perlu ragu melontarkan kritik kepada pejabat negara, baik yang pusat maupun didaerah-daerah.

Industri media cetak, penyiaran, dan media online masih harus bersabar untuk mendapatkan pasokan jurnalis yang siap pakai. Salah satu pangkal soal yang dihadapi adalah masih banyaknya kekurangan dalam pola dan sistem pendidikan jurnalistik, pada perguruan tinggi dan kembaga Pendidikan pers. Ini yang menjadi kesenjangan antara supply dan demand tenaga tenaga jurnalistik yang handal, ucap Guntur.

Wartawan pada era digital jelas mengubah paradigma pendidikan ilmu komunikasi untuk menghasilkan para praktisi komunikasi yang handal dan serba bisa, artinya jika mau menghasilkan lulusan yang siap pakai maka LKWI perlu melengkapi diri dengan peralatan teknologi informasi yang paling mutakhir. Jika tidak akan tertinggal dari dunia industri informasi.

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Medan ini lebih lanjut mengungkapkan dengan berkembang pesatnya industri media massa dan kemerdekaan pers sebagai bukti bahwa kehidupan demokrasi telah berjalan baik dan nyata dinegeri ini. karena pada dasarnya media massa medium pengembangan dan pengawal demokrasi.

Ia menambahkan pada titik seperti ini harus diimbangi dengan SDM yang handal, sebab akan timbul persoalan baru yakni pemberitaan yang tidak professional. Penulisan yang tidak memiliki data-data akurat (objektif). Tentunya dapat menimbulkan citra negatif bagi instansi atau pembunuhan karakter terhadap aparat bahkan menyalahi HAM. Disisi lain memperburuk citra pers ditengah-tengah masyarakat.

Penerbitan pers yang tidak profesional di katakan M.Guntur akan tersisih secara alami dan hanya koran/media yang bekerja berdasarkan kaidah jurnalistik yang dapat terus eksis. Memang salah satu tantangan pers masa kini profesionalisme dan penguasaan IPTEK.(PP07)

 

alt

alt

alt