Thu08162018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

AJII Menggelar Seminar Pemilu Damai

alt


      

Pelitapos,-Jelang Pemilu 2014 DPP. Aliansi Jurnalis Indonesia  Independent (AJII) mengadakan Seminar yang bertajuk “Peranan Pers dalam mensukseskan pemilu “ dalam perspektif jurnalisme damai yang dihadiri kalangan insan pers, mahasiswa dan  elemen masyarakat, bertempat di Hotel Garuda Citra, Senin (23/12)

            Ketua umum DPP Aliansi Jurnalis Indonesia Independen Budiharto,BA dalam makalahnya  Jurnalisme damai, antara lain mengatakan suka tidak suka, kini sepanjang hari kita  dibombardir oleh terpaan iklan-iklan dan berita-berita pemilu mengisi pemandangan setiap hari melalui segala jenis media massa, baik iklan atau berita “panas” dan “keras” terutama perang isu, opini, dan arqumentasi serta perang citra antar Parpol. Yang mana pencitraan adalah strategi dasar dapat memperoleh kekuasaan. Tokoh-tokoh politik menyadari bahwa iklan politik dapat mengorganisasi wacana secara efektif dan efisien.

Dikatakan Budiharto efektifitas iklan sebagai komunikasi masa menjalar ke ranah politik, karena dalam perspektif sosiologis iklan sebagai komunikasi sosial berpengaruh, maka tak jarang kaum kapitalistik menggunakannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun menjelang masa kampanye pemilu Legeslatif ini, para kandidat mulai menaburkan virus mematikan yaitu black campaign. Akhir-akhir ini virus  itu mulai sering disemprotkan dengan tujuan mengalahkan lawan dan mempengaruhi pemilih dibilik suara pada 9 April 2014 nanti.

 Sungguh disayangkan jika keagungan dan kesucian dari pesta demokrasi yang baru tiga kali di era reformasi dilaksanakan dinegeri ini, tercoreng atas tindakan black campaign ini. Dengan adanya kampanye hitam ini para capres hanya disibukkan dengan mencari kesalahan kandidat lain, kata Ketua AJII

Seharusnya menurut Budiharto yang juga Pimpinan Umum Media Pelitapos group ini tahap sosialisasi dijadikan ajang untuk menyampaikan visi misi dari masing-masing caleg, tentang bagaimana membawa bangsa ini keluar dari belenggu beragam krisis atau para caleg/Parpol berlomba menawarkan solusi terbaik dari setiap persoalan kebangsaan, bukan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan.

Lebih lanjut dikatakan Ketua AJII ini tak dapat disangkal media massa merupakan salah satu sarana sosialisasi dan ajang pertarungan pendapat bagi caleg/parpol untuk mempengaruhi dan merebut simpati pemilih. Tak satupun Parpol yang mampu mempopulerkan diri sendiri tanpa kontribusi pers. Ini sebuah keniscayaan tak seorangpun mampu menyangkalnya.

Tentu saja kata wartawan senior ini Pemilu lima tahunan yang dilaksanakan secara serentak disentero nusantara yang diikuti 15 Parpol, akan terjadi sejumlah persoalan dan kekurangan dalam penyelenggaraanya dan sulit dielakkan, konflik mudah terjadi mengingat pemilu menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Seperti diberitakan sejumlah media. Memanas suhu politik, ditandai kisruh diantara partai/tim sukses sering menyerang (menjatuhkan)

Maka dalam konteks tersebut Pers bakal menjadi salah satu sarana kampanye dan ajang pertarungan pendapat bagi para capres untuk mempengaruhi dan merebut simpati pemilih. Oleh karena itu, pers perlu memainkan peranan sebagai sarana pendidikan politik yang baik. Pers harus menjaga independensi dan sikap kritis, tidak terjebak sebagai alat kampanye pihak-pihak yang berkompetensi, apalagi menjadi sarana kampanye negative.

Pers patut memilah informasi dan materi/relis berita patut atau tidak untuk disiarkan dengan orientasi membangun proses pemilu yang aman dan tertib, dengan mengedepankan prinsip jurnalisme damai.

Sesuai dengan kaidah jurnalistik universal terang Budiharto, media massa dituntut untuk tidak berpihak dengan suatu golongan atau partai manapun (impartiality) Pada kesempatan ini Ketua Umum DPP. AJII Menghimbau kepada komunitas pers agar selalu bersikap adil, seimbang dan independen. Hal ini untuk menghindari adanya perbenturan kepentingan (conflict of interest) dan pelanggaran prinsip etika jurnalisme. Kemudian mengimbau kepada komunitas pers agar mensosialisasikan terlaksananya Pemilu yang jujur, adil dan damai, dengan cara menyebarkan informasi dan menghasilkan karya jurnalistik yang selalu berpegang pada kebenaran dan mentaati Kode Ethik.

Kemudian Dr. Shafwan Hadi dan Mutia Atiqa, SS dalam makalahnya senada mengatakan  tak dapat disangkal bahwa pers mampu menciptakan opini public menjelang Pilpres 2014 ini. Pengaruhnya sangat kuat, laporan tulisan maupun berita pers dapat mempengaruhi sikap para pemilih yang tadinya tidak mendukung jadi mendukung, dan sebaliknya.

Lebih lanjut diutarakan Shafwan, Pers harus mengekspos tentang bobot kualitas para calon legeslatif disisi lain pers turut bertanggung jawab terselenggaranya pemilu yang damai, bagaimana mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.

Ditambahkan Shafwan lagi seiring perkembangan teknologi, maka media untuk melancarkan black campaigpun semakin canggih. Jika dahulu black Campaign yang juga dikenal sebagai whispering campaign menggunakan metode desas desus dari mulut ke mulut, maka dewasa ini telah memanfaatkan kecanggihan teknologi multi media, ucapnya.

            Penerbitan pers yang tidak profesional dikatakan Mutia yang juga merupakan Anggota Komisi Penyiaran Daerah Sumut, akan membahayakan keutuhan bangsa dan Negara tidak tertutup kemungkinan juga ditunggangi pihak-pihak lain guna memecah persatuan dan kesatuan, ujarnya.

 

alt

alt