Sun02182018

Last update04:03:16 AM GMT

alt

Realisasi Penukaran UPK Selama Ramadan Capai Rp3,49 Triliun

alt

Medan, (Pelitapos). Realisasi kebutuhan uang tunai masyarakat Kota Medan dan sekitarnya selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun 2014 berada dibawah realisasi sebelumnya pada 2013 lalu. Jumlah realisasi uang tunai yang disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat Medan dan sekitarnya sebesar Rp3,49 Triliun atau lebih kecil dari 0,85 persen dari realisasi pada Ramadan tahun 2013 yang mencapai Rp3,52 triliun.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX (Sumut dan Aceh), Difi A Johansyah mengatakan, meski cenderung kecil namun kebutuhan masyarakat akan Uang Pecahan Kecil (UPK) yakni uang kertas dengan pecahan Rp20.000 ke bawah mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

"Dari data realisasi penukaran UPK selama Ramadan di 71 loket penukaran, didapat jumlah realisasi penukaran UPK mencapai Rp584 miliar. Jumlah itu lebih besar dari realisasi penukaran UPK tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp319 miliar," katanya di Medan, Selasa (5/8).

Dia menjelaskan, pihaknya pun telah melakukan antisipasi adanya kemungkinan kebutuhan UPK yang melebihi perkiraan, sehingga realisasi penukaran UPK yang jumlahnya di atas perkiraan dapat terpenuhi.

Dari 71 loket penukaran UPK di wilayah kota Medan, ada 6 loket penukaran berada di Lapangan Merdeka Medan. Untuk total penukaran UPK pada periode minggu pertama, yakni 14-18 Juli 2014 mencapai Rp7,41 miliar dengan jumlah antrian sebanyak 2.932 orang.

Meningkat

Jumlah tersebut meningkat di periode minggu kedua (21-25 Juli 2014) dengan total penukaran mencapai Rp8,77 miliar dan jumlah antrian mencapai 4.260 orang. Jumlah penukaran dan antrian tersebut meningkat secara signifikan pada dua hari menjelang penutupan pelayanan penukaran uang. Keadaan itu menandakan masyarakat cenderung lebih banyak melakukan penukaran menjelang berakhirnya hari layanan penukaran.

"Untuk total keseluruhan penukaran UPK di lokasi tersebut terhitung pada 14-25 Juli 2014 mencapai Rp16,18 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut, Difi mengungkapkan, untuk pelaksanaan layanan penukaran UPK bagi masyarakat di wilayah Medan, BI telah melakukan koordinasi dengan perbankan guna memitigasi adanya risiko operasional. Adapun bentuk koordinasi tersebut, yakni perbankan dapat melaporkan ke BI jika terdapat gangguan gangguan sistem atau jaringan dalam hal penukaran UPK dengan mengggunakan kartu ATM sehingga dapat diambil upaya tindak lanjut.

Selain itu, BI juga menyiapkan UPK dengan nominasi dan jumlah yang cukup sesuai dengan estimasi kebutuhan masyarakat. Tak hanya mengandalkan perbankan dalam melayani penukaran UPK ke masyarakat, pihaknya juga turun langsung ke beberapa instansi dan pasar di Medan untuk melayani penukaran UPK melalui mobil kas keliling. (AD)

 

alt

alt

alt