Thu05242018

Last update12:53:22 PM GMT

alt

WARTA KOTA

KPK Kemungkinan Bidik Pj.Wallikota Medan Randiman

 

altJAKARTA (Pelita Pos) - Jumlah tersangka kasus penyuapan yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara non aktif Gatot Pujo Nugroho terhadap sejumlah anggota DPRD Sumut berpotensi terus bertambah. Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pengembangan.Informasi yang diperoleh para wartawan dari internal lembaga antirasuah ini, saat ini penyidik KPK mulai menelisik orang yang berperan membagi-bagikan uang ke para anggota dewan. Mantan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan termasuk yang sedang ditelusuri perannya.

Read more:

Medan Termasuk Kota Paling Banyak Hakimnya Dilaporkan Ke KY

alt

Medan (Pelita Pos) - Medan. Komisi Yudisial (KY) RI dalam setahun menerima sebanyak 4.000-5.000 lebih laporan mengenai hakim di seluruh Indonesia, mulai dari kode etik dan perilaku. Medan, merupakan salah satu di antara enam kota yang hakimnya paling banyak dilaporkan ke KY.
"Dalam laporan tersebut, ada sekitar 1000 laporan soal hakim yang melanggar kode etik. Misalnya, mabuk, judi, karaoke, berenang di pantai, main golf, selingkuh, pakai narkoba. Namun hanya ada 10 persen yang bisa ditindak lanjuti, dan bisa jadi 10 yang terbukti dan itu karena buktinya yang tidak kuat," ungkapnya.

Dalam workshop mencegah perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim untuk masyarakat, aparat penegak hukum dan media massa, di Koki Sunda Jalan S Parman, Senin (19/10) yang digelar Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum Medan, dia menjelaskan, Medan termasuk dalam enam kota di Indonesia yang banyak hakimnya dilaporkan. "Kenapa Medan dijadikan sasaran, karena masuk 6 besar kota yang hakimnya banyak dilaporkan ke KY. Adanya pelanggaran perilaku dan kode etik," ujarnya.

Dirinya juga mengaku lemahnya KY sendiri bersifat menunggu laporan untuk melakukan suatu pengawasan. "Kita sifatnya menunggu, adanya laporan masyarakat, siapa pun, jika adanya peradilan yang tidak sehat akan dilakukan pemantauan. Bisa juga kita ketahui dari pemberitaan di media," terangnya.

Dalam workshop tersebut, hakim Pengadilan Negeri Medan juga dihadirkan sebagai narasumber yakni, Berlian Napitupulu. Dalam keterangannya kalau hakim yang mendapat cemooh atau caci maki jika dalam memutus suatu peradilan, membuat hakim tersebut tidak memiliki martabat dan kehormatan.

"Kita ini adalah perpanjangan tangan Tuhan, dan bukan enak menjadi hakim ini.
Beban dan tanggung jawab yang besar, maka jika kami memutus suatu perkara tetapi kemudian putusan tersebut membuat kami sebagai hakim dicaci maki, itu membuat kami kehilangan ruh dan martabat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini dirinya pun mengaku kalau banyak mendapat intimidasi selama menjadi hakim. "Saat kami dihujat, kami merasa terpojok dan terpinggir.
Namun kami sebagai hakim harus menegakkan keadilan, walaupun hal tersebut membuat kami menerima hujatan," jelasnya. (mB)

 

Soal Dugaan Suap Pembatalan Interpelasi ; Nasib Anggota DPRD Sumut Ditangan Gatot

alt

JAKARTA (Pelita Pos) - Para anggota DPRD Sumut diminta blak-blakan saat dimintai keterangan penyidik KPK dalam kasus batalnya interpelasi yang ditujukan kepada Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Jika memang ada aliran dana suap yang menyebabkan batalnya interpelasi, lebih baik disampaikan saja apa adanya.

Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Ray Rangkuti mengatakan, bantahan-bantahan anggota dewan tidak ada gunanya bahkan bisa menjadi blunder karena kemungkinan besar KPK sudah memilik data awal berupa dokumen yang disita beberapa waktu lalu.

Terlebih jika ternyata Gatot sendiri, yang kini sudah berstatus tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, sudah mengungkap adanya permainan uang di balik batalnya interpelasi dimaksud saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus ini. Jadi, sebenarnya kuncinya ada pada Gatot dan pemeriksaan kepada para anggota dewan hanya untuk melengkapi saja.

"Kalau kasus ini sudah dimulai dari ditemukannya dokumen, ditambah misalnya ada kesaksian dari Gatotm ya sudah cukup kuat bagi KPK untuk bergerak," ujar Ray kepada di Jakarta, Senin (14/9) hari ini.

Aktivis kelahiran Mandailing Natal, 20 Agustus 1969, itu berjanji akan secara khusus memberikan perhatian kasus ini. "Kita akan pantau terus soal kemungkinan ada suap di balik batalnya interpelasi ini," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) itu.

Dia juga mendorong elemen pegiat antikorupsi di Sumut untuk terus melakukan pengawasan pengusutan kasus ini. Menurutnya, diusutnya kasus ini, termasuk juga kasus suap hakim PTUN Medan dan bansos, harus dijadikan titik awal bersih-bersih agar Sumut ke depan lebih baik lagi.

"Seperti pernah saya katakan, saya malu sebagai warga Sumut, korupsi lagi korupsi lagi. Tapi sekarang saatnya. Kita tanggung malu di awal daripada terus menerus menjadi penyakit. Mari kita dorong semua aparat hukum, KPK, kejaksaan, membersihkan Sumut agar ke depan tidak ada lagi suap-suap, tidak ada lagi korupsi," kata dia.

Ray yakin, gerak pembangunan Sumut akan terus ngadat jika eksekutif dan legislatifnya banyak melakukan cincai-cincai, memakan secara berjamaah uang rakyat. Dari segi pembangunan, lanjutnya, Sumut sebagai provinsi besar saat ini saja sudah kalah dengan Riau.

"Kalau dengan Jawa Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan, sudahlah, kita ketinggalan. Tapi ini sekarang kita sudah kalah dengan Riau. Meski gubernurnya juga korupsi, Riau itu sudah terasa geliat pembangunannya. Kalau Sumut apa? Gak ada kemajuan sama sekali," ujarnya dengan nada kesal. (sp)

 

Tangkap Tahanan Kabur,Reskrim Pancur Batu Kerahkan Seluruh Anggota dan Melibatkan Polsek Terdekat

 

alt MEDAN (Pelita Pos) - Untuk meringkus 14 tahananyang kabur dari Rumah Tahanan Cabang Pancurbatu, Unit Reserse Kriminal Polsek Pancurbatu telah berkoordinasi dengan tiga polsek di wilayah hukum Polresta Medan.

 

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pancurbatu, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Herman Sembiring mengatakan, tidak hanya melakukan penyisiran. Dia sudah berkoordinasi sama Polsek Sunggal, Delitua dan Percut Seituan.

"Seluruh tahanan yang kabur adalah titipan dari tiga polsek. Makanya, saya sudah menghubungi tiga polsek seperti Sunggal, Delitua dan Percut Seituan. Rinciannya tujuh tahanan dari Sunggal, lima dari Delitua, satu dari Percutseituan dan satu dariPancurbatu," ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/11/2015) siang.

Dia menambahkan, seluruh jajaran reskrim dari tiga polsek tersebut akan melakukan penyisiran dan penyelidikan ke rumah keluarga tahanan yang kabur itu. Harapannya para tahanandapat ditangkap kembali.

"Setahu saya pegawai rutan sedang memberikan data ke masing-masing polsek. Saya belum ada terima nama-nama seluruhtahanan kabur. Informasi sementara seluruh tahanan yang kabur itu kasusnya narkoba," katanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, 14 tahanan berhasil kabur dari Rumah Tahanan Cabang Pancurbatu, setelah memukul petugas rutan yang berjaga di pintu depan, Minggu (1/11/2015), sekitar pukul 09.00 WIB

Herman menuturkan sebelumnya, ada 15 tahanan yang berhasil kabur. Tapi, petugas sudah menangkap satu tahanan ketika mau naik angkutan kota.

"Sebenarnya ada 15 tahanan yang kabur. Hanya saja satutahanan berhasil kami tangkap. Jadi para tahanan kabur setelah mendorong dan memukul petugas yang menjaga di pintu depan," ujarnya saat dihubungi, Minggu siang.(tm)

 

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto : Situasi Keamanan Kota Medan Masih Kondusif

 

MEDAN (Pelita Pos)– Banyaknya turis asing yang menjadi korban aksi kejahatan ketika berlibur ke Kota Medan membuat Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto gerah. Meskipun demikian Kapoltabes mengeaskan bahwa keamanan Kota Medan bagi warga negara asing masih kondusif.

 

“Keamanan Kota Medan bagi wisatawan asing belum terlalu mengkhawatirkan. Selain itu, angka kejahatan tidak terlalu tinggi,” ungkapnya saat ditanya Waspada Online di halaman Mapolresta Medan, Kamis (3/9/2015).

Mardiaz menyebutkan, setiap kota-kota besar yang ada di Indonesia pada umumnya angka kriminalitasnya cukup tinggi.

“Polresta Medan sudah berupaya untuk menurunkan angka kriminalitas di Kota Medan, akan tetapi belum semua aksi kejahatan yang dialami masyarakat dapat selesai selurunya,” sebut Kapolresta Medan.

“Saya berencana akan mengundang Kadisbudpar Kota Medan untuk berbincang masalah pengamanan pelancong,” pungkas mantan Kapolresta Madina ini.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Perancis Marry (27) dan Nicolas (29), dirampok dua pemuda dengan mengendarai sepedamotor Satria FU, di Jalan Imam Bonjol tepatnya di depan DPRD Kota Medan, Selasa, 1 September.

Dikabarkan, keduanya ketika itu hendak berkeliling-keliling Kota Medan untuk menikmati suasana keindahan kota terbesar di Indonesia tersebut. Naas, tiba-tiba dua pemuda dengan mengendarai sepeda motor Satria FU berhasil merampas tas berisi uang tunai Rp500 ribu, satu unit kamera dan handphone.

Akibat kejadian perampokan tersebut kedua warga Negara Asing tersebut terpaksa mendatangi Polresta Medan untuk membuat laporan.

Hal yang sama juga dialami dua wisatawan asal Perancis Clement Lammy (23) dan rekan wanitanya Hanny (23). Kedua dijambret ketika melintasi kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan yang hanya berjarak 100 meter dari Markas Polresta Medan pada Senin, 17 Agustus lalu.

(OZ)

Anak Buah Surya Paloh ,Patrice Rio Capela Jadi Tersangka Kasus Bansos Dan BDB Sumut

alt

Jakarta ( Pelita Pos) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Sekjen Nasdem), Patrice Rio Capella sebagai tersangka.
Pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa anak buah Surya Paloh itu terlibat dalam kasus menjerat Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, yaitu  terkait kasus Bansos dan BDB wilayah Sumatera Utara.

Read more:

Sertijab Pangdam I/BB dari Letjen TNI Edy Rahmayadi kepada Mayjen TNI Lodewyk Pusung

Medan,Pelita Pos- serah terima jabatan (Sertijab) Pangdam I/BB dari Letjen TNI Edy Rahmayadi kepada Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Senin, (31/8), diadakan apel dirangkai dengan gelar pasukan di Makodam Bukit Barisan Medan.  Usai menjadi Irup, Pangdam I/BB mengatakan pihaknya akan melanjutkan program yang sudah dirintis dan dijalankan pendahulunya. Menghadapi perbuatan miring, seperti penyelundupan BBM, penyelundupan sembako, mengoplos pupuk, dan hal lain, mantan Pandivif 1 Konstrad itu mengatakan pihaknya akan melibasnya. "Jangan heran bila saja keras, ya! Program TNI adalah memberantas pelaku-pelaku curang. Khusus utuk menjadikan NKRI berdaulat dalam hal pangan, semua yang berbuat tidak baik, libas," tandas jenderal bintang dua itu sambil mengatakan pihaknya sudah menerima masukan bahkan arahan dari pendahulunya tentang ragam penyakit sosial di Sumbagut. 

Read more:

Evy Susanti ,Beber : Kejagung Sudah Pernah Menetapkan Gatot Sebagai Tersangka Bansos

alt

(youtube)

JAKARTA (Pelita Pos) Jaksa Agung M Prasetyo membantah Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho sudah pernah menyandang status tersangka dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumut.

Read more:

Tepung Tawari 56 Calon Jamaah Haji Tahun 2015

Medan,Pelita Pos- Keinginan yang besar untuk menunaikan ibadah haji sangatlah besar di hati kaum muslim Indonesia begitu juga halnya bagi karyawan dan keluarga besar PTPN III yang beragama Islam untuk mengunjungi kota suci Mekah dan Madinah. Hal ini terlihat dari animo yang tiap tahun meningkat namun karena keterbatasan kuota yang sudah ditetapkan pemerintah membuat niatan itu harus disesuaikan dengan jadwal tunggu. 

Read more:

 

alt

alt