Mon06252018

Last update01:54:12 AM GMT

alt

WARTA KOTA

HUT ke-67 Pemprovsu Berlangsung Meriah

alt

Medan,(Pelita Pos)- Syukuran hari jadi ke-67 Provinsi Sumatera Utara, Selasa (14/4) malam  di Lapangan Merdeka Medan berlangsung meriah dihadiri ribuan warga Kota Medan. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Juara Indonesian Idol Junior tahun 2015, Johanes Rizki alias Jojo, tari-tarian etnis di Sumut  dan pameran seperti batu akik, makanan kuliner dan fasion show pakaian berbahan songket.

 
Selain dihadiri warga Kota Medan, malam pesta  rakyat dalam rangka syukuran hari jadi ke-67 Provinsi Sumatera Utara itu juga dihadiri Gubsu H Gatot Pujo Nugroho didampingi istri Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, Wagubsu HT Erry Nuradi, Ketua DPRD Sumut H Ajib Shah, Plh Sekdaprovsu Sabrina, Wali Kota Medan H Dzulmi Eldin,  para pejabat Muspida Sumut dan SKPD di lingkungan Pemprovsu,  serta para Konsul Jenderal dan Konsul negara sahabat di Medan.
Dalam kesempatan itu, Gubsu juga mencanangkan 2015 sebagai Tahun Songket. Pencanangan itu dilakukan dengan penekanan tombol, dan pemotongan tumpeng.
 
Pencanangan yang dilakukan malam ini bertujuan mendorong Songket Sumut sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa. Sekaligus mengembangkannya ke pasar dunia,”kata Gubsu.
 
Sebagaimana diketahui, kata dia, kain tenun songket adalah satu artefak dalam budaya, yang berperan sebagai salah satu jati diri bangsa Melayu. Dengan sebaran mulai dari Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Timur, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan dan Lampung), Pulau Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku,  dan Ternate, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (Lombok).
 
"Tenun songket semula adalah kain para bangsawan yang menunjukkan kemuliaan derajat dan martabat pemakainya, berupa kain mewah aslinya berupa benang emas. Kemudian ditenun menjadi kain cantik dan memiliki motif-motif ciri khas sesuai budaya tempatan," katanya.
 
Namun, lanjutnya, keberadaan budaya menenun dengan teknik menyungkit (songket) di Sumut hingga saat ini belum banyak dikenal dan dipromosikan, sebagai suatu khasanah budaya di Indonesia. Songket hanya baru dikenal sebagai suatu kekayaan budaya tempatan (daerah asal). Padahal songket yang memiliki keunikan dari sisi proses penenunan, identik dengan masyarakat Melayu, memiliki potensi industri fashion kreatif.
 
"Oleh karenanya perlu dilakukan suatu program yang mendorong percepatan dalam melestarikan dan mengembangkan tenun songket Melayu, agar lebih bergaung secara nasional maupun internasional. Melalui pencanangan 2015 sebagai tahun songket, kami berharap menjadi momentum, tonggak kebangkitan industri kreatif songket Sumut," katanya.
 
Dia  menaruh harapan pencanangan ini bisa menjadikan songket sebagai salah satu industri ekonomi kreatif yang berkembang di Sumut. Salah satu caranya adalah mempromosikan dengan menjadikan songket sebagai tren baru fashion, mengenakan dan mengenalkan songket dalam berbagai kesempatan. Saya ingin mengajak semua untuk bangga mengenakan songket. Demikian juga para seniman dan perajin songket, ayo berkreasi untuk menghasilkan produk songket dan turunannya yang menarik dan berkualitas," katanya.
 
Dia optimis kreatifitas anak negeri yang berakar pada budaya dan jati diri bangsa akan mampu tegak berdiri di era globalisasi.
 
(PP 29/sib)

Menyambut HUT Provinsi Sumatera Utara ke-67

alt

Medan,(Pelita Pos)- Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Kepala SKPD Pemprovsu melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Selasa, 14 April 2015, Jalan Sisingamangaraja, Medan. dalam rangka menyambut HUT Provinsi Sumatera Utara ke-67.

Upacara peringatan merupakan momentum untuk merefleksi diri untuk meningkatkan prestasi dan peranan dalam mengisi kemerdekaan.

Hal tersebut dikatakannya usai menghadiri upacara ziarah adalah yang merupakan rangkaian  perayaan HUT 67 Provinsi Sumatera Utara. Hadir Pelaksana Sekda Provsu, Ketua Tim PKK Provsu Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nungroho, serta sejumlah kepala SKPD di jajaran pemprovsu, ormas, anggota TP PKK Provsu, Dharma Wanita Provsu.

Gubsu mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi HUT Pemprovsu dengan meningkatkan niat dan bekerja membangun Sumatera Utara semakin maju dan bersinergi.

“Para pahlawan ini gugur saat meraih kemerdekaan, maka kita harus lebih bergiat mengisi kemerdekaan, memajukan Sumut,” jelasnya.

Di samping itu, ziarah ini bertujuan mengingatkan bahwa hidup adalah sebuah pilihan. Artinya, manusia punya pilihan menjadi orang yang baik atau buruk, tergantung diri pribadi masing-masing. Namun, Gatot berharap agar pilihan yang diambil adalah menjadi orang baik yang memberikan peranan, prestasi, dan manfaat bagi kehiduan berbangsa dan bernegara.

“Ini refleksi bagi kita semua untuk meningkatkan prestasi agar ketika meninggal dunia bisa menjadi orang yang dikenang karena jasanya semasa hidup,” terangnya.

Ia mengatakan, salah satu upaya dilakukan Pemprov Sumut guna membangkitkan  semangat berprestasi dan menggelora nilai kepahlawanan adalah menyebarluaskan sejumlah bacaan tentang sejumlah tokoh dan pahlawan di Sumut.

(wol/PP)

Tempat Gudang Penampungan BBM,Pupuk dan Elpiji di Gerebek TNI/Polri

alt

(SIB/PALLY SIMANGUNSONG)

Belawan (Pelita pos)- Puluhan petugas Polres Pelabuhan Belawan dan personil TNI, Kamis (9/4) siang menggrebek satu gudang diduga tempat penampung BBM dan CPO serta pengoplosan pupuk urea bersubsidi di kawasan Jalan Pelabuhan Raya Kampung Salam Belawan.

Penggerebekan gudang tersebut dipimpin  Dandim  0201 Medan, Inf Achmad Solihin dan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aswin Sipayung. Di lokasi kejadian tampak Kol Mar Djentayu Suprihandoko.

Dari lokasi tersebut pihak kepolisian menyita sekira 30 ton pupuk subsidi diduga telah dialihkan ke ratusan karung non subsidi yang disinyalir akan dijual kepada perusahaan perkebunan tertentu.

Selain itu turut disita ribuan liter minyak sawit mentah (CPO) dan BBM solar serta sejumlah peralatan seperti mesin pompa, drum slang yang diduga digunakan pihak pengelola gudang dalam menjalankan kegiatan ilegalnya.

Pihak berwajib juga mengamankan puluhan pria diduga sebagai pekerja di gudang ilegal tersebut.

Kapoldasu Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutejo MSi didampingi Pangdam/IBB, Mayjen TNI Edy Rahmayadi kepada wartawan saat meninjau lokasi penggerebekan  mengatakan, aksi penggerebekan atau penertiban terhadap berbagai kegiatan yang diduga ilegal tersebut dilakukan pihaknya bekerjasama dengan personil TNI sebagai tindakan atau upaya  mendukung program pemerintah  mensejahterahkan kehidupan masyarakat.

"Ada duapuluh orang yang diamankan dari gudang ini," jelas Kapoldasu.

Sebelumnya, Pangdam I/BB mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan oknum TNI sebagai pengelola gudang ilegal yang tergolong luas tersebut dan menurutnya kalaupun ada keterlibatan oknum TNI, mungkin perannya hanya sedikit.

Pangdam juga mengatakan, penertiban terhadap berbagai kegiatan ilegal pada sejumlah lokasi di kawasan Kota Belawan sekitarnya merupakan upaya  menerbitkan  kota pelabuhan tersebut agar kegiatan perekonomian untuk mensejahterahkan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Pada hari yang sama pihak kepolisian juga menggerebek satu lokasi yang diduga kuat sebagai tempat pengoplosan elpiji bersubsidi  di kawasan Pasar 5, Jalan Persatuan Dusun 11 Desa Helevetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang.

Dari lokasi tersebut pihak berwajib mengamankan  ratusan tabung elpiji 3 kilogram, 12 kilogram dan 50 kilogram.

Diduga kuat oknum pengelola gudang dan pekerjanya mengalihkan, isi tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram atau 50 kilogram  untuk memperoleh keuntungan ganda.

Selain itu, aksi penggrebekan juga dilakukan pihak kepolisian dan TNI terhadap sejumlah gudang diduga tempat penampungan BBM ilegal  di sepanjang Jalan Kl Yos Sudarso Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Deli.

Aksi penertiban yang dilakukan pihak berwajib terhadap berbagai kegiatan ilegal tersebut sempat menjadi tontonan warga sekitar maupun yang kebetulan melintas.

Banyak warga yang tidak menduga aksi penertiban yang dilakukan hampir secara serempak tersebut dapat berjalan mulus sebab selama ini kegiatan  pada sejumlah tempat di kawasan Utara Kota Medan tersebut terkesan tidak dapat tersentuh.

Hingga pukul 17.20 WIB aksi penggrebekan/penertiban yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI masih berlangsung.

Gerebek Gudang Pengoplosan Gas 3 kg 

Di lokasi terpisah, gudang pengoplosan gas bersubsidi 3 kg di Jalan Bunga Sakura lingkungan 1 Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Tuntungan digerebek Kodim 02/01/BS Medan bersama Polsek Sunggal, Kamis (9/4) pukul 16.30 WIB.

Penggerebekan tersebut  dipimpin Plt Pasi Intel Kodim 0201/BS Medan Kapten CZI TM Panjaitan dan Kapolsek Sunggal Kompol Aldi Subartono SH, SIK, MH bersama puluhan personil. Sementara dari  lokasi itu diamankan 2 pria diduga pengoplos beserta ratusan tabung gas 3 kg serta puluhan tabung gas 50 kg.
Saat diamankan petugas, kedua pria tersebut sempat berdalih sebagai pekerja mengantarkan tabung gas 3 kg ke gudang. "Saya hanya mengantarkan tabung gas ini Bang," ujar   seorang pria berinisial E (31) warga Jalan Bunga Sakura yang berusaha menutupi keterlibatan dirinya.

Namun setelah diinterogasi petugas, keduanya mengaku  ikut terlibat memindahkan gas 3 kg ke tabung gas 40 kg. Bahkan keduanya juga mengaku baru saja mengantar dan memasukkan 200 tabung gas 3 kg ke dalam gudang. Sedangkan pemilik gudang masih dalam pengejaran pihak berwajib
Sementara itu  Kapten CZI TM Panjaitan SH kepada wartawan mengatakan penggerebekan tersebut dilakukan atas laporan masyarakat dan kemudian ditindaklanjuti.

"Awalnya kita menerima laporan dari warga dan kemudian menggerebek gudang ini," tegasnya.(M-13)
 

BKKBN Sumut Selenggarakan Rakerda Kependudukan

alt

(Illustrasi)

Medan,(Pelita Pos)- Dalam Rakerda Kependudukan, Plt Kepala BKKBN Ir Ambar Rahayu MNS menyampaikan tentang perubahan UU 32/2004 menjadi UU 23/2014 yang tujuannya untuk mendorong lebih terciptanya daya guna dan hasil guna penyelenggaraan Pemda dalam mensejahterakan masyarakat, baik melalui peningkatan pelayanan publik maupun melalui daya saing daerah.

Program kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga tidak akan dapat berhasil tanpa melibatkan lembaga terkait dan mitra kerja. Karena itu, seluruh dinas/SKPD harus mempunyai kesamaan langkah untuk kerjasama mensukseskan program kerja 2015 - 2019. "Kita harus melibatkan mitra kerja yang selama ini mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu pengurangan kemiskinan, pengasuhan dan pendidikan balita dan anak usia dini," kata Pelaksana harian (Plh) Sekda Sumut Hj Ir Sabrina saat membuka Rakerda Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga 2015 di Aula BKKBN Sumut, Selasa (14/4).

Dikatakannya, BKKBN merupakan satu-satunya lembaga pemerintah non kementerian yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan pembangunan SDM, baik pusat maupun daerah. "Pembangunan kependudukan juga merupakan upaya untuk mewujudkan keserasian kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan," ungkap Sabrina.
 

(K-29/hmb)

Direktur PT ACK Developer Centre Point Akhirnya di Tahan Kejagung

alt

(Istimewa/sumutpos)

Medan,(Pelita Pos)- Penyidik Kejagung melakukan penahanan terhadap Handoko Lie Direktur PT Arga Citra Kharisma, ia tersangka kasus korupsi pengalihan lahan PT PJKA (kini KAI). Penahanan dilakukan pada Selasa (7/4) sore. Handoko ditahan selama 20 hari ke depan dan masa penahanan dapat diperpanjang.

“Ditahan di Rutan Salemba,” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana.

Handoko terjerat kasus pengalihan lahan PT PJKA  menjadi HPL milik Pemda Kota Medan pada tahun 1982. Dia juga terlibat dugaan tindak korupsi pada penerbitan HGB tahun 1994, serta pengalihan HGB tahun 2004.

SEGERA LENGKAP
Penyidikan kasus dugaan korupsi pengalihan lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Jawa Medan, yang kini di atasnya berdiri sejumlah bangunan Centre Point milik PT Agra Citra Karisma (ACK), tinggal selangkah lagi dinyatakan lengkap, selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tubagus Spontana menjelaskan, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tiga tersangka, puluhan saksi dan  mendalami seluruh barang bukti yang ada selama setahun terakhir, Kejaksaan Agung telah melaksanakan gelar perkara.

“Terhadap kasus dugaan korupsi pengalihan lahan PT KAI menjadi Hak Pengelolaan Tanah oleh Pemda Tingkat II Medan Tahun 1982, Penerbitan Hak Guna Bangunan Tahun 1994, Pengalihan Hak Guna Bangunan Tahun 2004, serta perpanjangan Hak Guna Bangunan Tahun 2011, Kejagung telah melakukan ekspose perkara pada Rabu (10/2) kemarin,” ujarnya.

Dalam waktu dekat penyidik sudah akan memberi kesimpulan atas perkara dengan tiga tersangka masing-masing mantan Wali Kota Medan Abdillah, Rahudman Harahap dan bos PT ACK Handoko Lie ini.

“Mungkin setelah ini (gelar perkara,red), sudah akan ada kesimpulan. Jadi ini sudah sampai pada tahap-tahap akhir penyidikan. Kita berharap mudah-mudahan segera rampung, untuk kemudian berkasnya dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

Saat ditanya apakah Kejagung mengetahui kunjungan Komisi III ke Lapas Tanjunggusta, untuk mendalami kasus Centre Point, Rabu kemarin, Tony mengaku Kejagung memeroleh pemberitahuan.

Dikatakan, Kejagung hanya mendalami perkara dugaan korupsi yang terjadi. Sementara untuk kasus dugaan pidana lainnya, kemungkinan ditangani kepolisian yang sebelumnya menetapkan Kepala BPN Kota Medan, Dwi Purnama dan Kepala Seksi Pemberian Hak pada Kantor Pertanahan Kota Medan, Hafizunsyah, sebagai tersangka.

Medio Januari 2014 lalu, penyidik Kejagung diketahui telah menetapkan tiga tersangka kasus pengalihan lahan PT KAI menjadi Hak Pengelolaan Tanah oleh Pemda Tingkat II Medan Tahun 1982, Penerbitan Hak Guna Bangunan Tahun 1994, Pengalihan Hak Guna Bangunan Tahun 2004, serta perpanjangan Hak Guna Bangunan Tahun 2011. Masing-masing dua mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Abdillah. Sementara seorang lainnya merupakan Direktur Utama PT ACK, Handoko Lie. Usai menetapkan tersangka, tidak berapa lama kemudian Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

(dtc/i/sib)

Malam Pengumpulan Dana untuk Kemajuan PSMS

alt

(Istimewa/sib/Oki Lenore)

Medan,(Pelita Pos)-Pangdam I/BB Mayjen TNi Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Jumat - Sabtu, (10 - 11/4),Pengumpulan dana dan berhasil mengumpulkan Rp4,3 miliar. Sebelumnya, di Wisma Benteng Medan, Kamis (26/3), hal serupa dilakukan dan terkumpul Rp1,55 miliar.

“Semua komulatif hasil urunan tersebut untuk membina pemain PSMS dalam maksud mengembalikan kejayaan olahraga khususnya sepakbola Sumut yang dulu sudah diukir PSMS,” tandas mantan Pangdivif 1 Kostrad itu di Lapangan Makodam I/BB, Minggu (12/4) didampingi mantan pemain PSMS Badiaradja Manurung dan Parlin Siagian, Kapendam I/BB Kol Inf Enoh Solehuddin, Kajasdam I/BB Letkol Caj K Siregar dan sejumlah pemaian PSAD.
 
Kegiatan jenderal bintang dua itu seharian ikut menyeleksi pemain muda untuk memperkuat PSMS Medan ke kompetisi selanjutnya.  Edy Rahmayadi terpukul karena prestasi PSMS semakin menukik. Bahkan, kala digelar Piala Pangdam I/BB yang diadakan di Stadion Teladan Medan, 28 Maret - 5 April 2015, mantan Danyon Linud 100/PS sampai menitikkan air mata karena PSMS tersingkir dan tak sampai semifinal. “Sekarang semua yang cinta PSMS, menatap ke depan! Ayo dukung, minimal melalui doa dan mendorong ke arah terbaik,” tandasnya.
 
Dalam malam pengumpulan dana yang dimeriahkan Iis Dahlia, Edy Rahmayadi kembali menegaskan komitmennya yang hendak memajukan persepakbolaan Sumut melalui PSMS. Sebagai pihak yang kini diserahi mengurus PSMS, pria yang pernah ingin menjadi pesepakbola itu mengaku akan memaksimalkan kontribusi dana dari ragam pihak. “Saya tidak mencampuri pengelolaan tapi melakukan pengawasan dengan fokus utama menjamin keberlangsungan PSMS. 
 
Sebelumnya, mes PSMS sudah dibenahi. Niatnya agar para pemain punya pemondokan yang memadai,” ujarnya.
 
Fokus pembenahan PSMS karena kesebelasan kebanggaan warga Medan itu sedang menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015.
Menurut suami Ny Dra Nawal Lubis itu, untuk mengikuti kompetisi dimaksud dibutuhkan sekitar Rp4,5 miliar. “Saya rasa dana sejumlah itu tergolong kecil bagi masyarakat Kota Medan”
(r9/f/sib)
 

Proyek IPA PDAM Terindikasi Dugaan Korupsi

alt

MEDAN,(PELITA POS)-Hasil internal Kejatisu, proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Tirtanadi di Sunggal dan Martubung terindikasi adanya dugaan tindakan korupsi. Untuk itu, Kejatisu akan terus melanjutkan penyelidikan guna mengusut dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek senilai Rp234 miliar tersebut.

“Untuk kasus IPA di PDAM Tirtanadi Sumut tetap berjalan. Baik direksi lama maupun direksi baru sudah kita mintai keterangan terkait pengerjaan tersebut,” kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejatisu, Novan H kepada wartawan, Senin (6/4) siang.

Menurut Novan, penyidik Pidsus telah melakukan ekspos internal terkait proyek tersebut kepada Kepala Kejatisu M Yusni pada 26 Meret 2015 lalu. Dari hasil ekspos itu, Kepala Kejatisu meminta agar kasus tersebut terus didalami.

“Saat ini, tim sedang melakukan pendalam. Pimpinan (Kajatisu, Red) sepakat mendalami kasus ini sampai proses pengerjaan proyek selesai,” tutur Novan.

Dia menyebutkan, proyek IPA di Martubung dan Sunggal hingga saat ini belum selesai, namun sebagian dari proyek yang dikerjakan itu sudah ada yang rusak.

“Ada beberapa item dalam proses pengerjaan sedang didalami (dilakukan pengusutan),” ujarnya.

Untuk tindak lanjut ke depannya, Tim Pidsus Kejati Sumut akan terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan barang bukti di dua lokasi pengerjaan IPA tersebut.

“Ya, kita turun bersama tim ahlilah. Kerena, untuk penghitungan fisik kita tidak bisa sendirian. Kita harus dibantu tim ahli,” jelas Novan kepada wartawan.

(gus/adz/SP)

Ditlantas Poldasu Buat Taman Mainan Lantas Portable

alt

(Repro/Roy Marisi Simorangkir)

Medan,(Pelita Pos)-Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Poldasu komit meningkatkan pengajaran serta sosialisai tertib Lantas, khususnya kepada anak sejak usia dini. Langkah yang dibuat Ditlantas Poldasu adalah dengan menyediakan Taman Lantas Ceria Portable di Jalan Balai Kota, simpang Jalan Sudirman Medan setiap hari minggu pagi.

Kepada wartawan di lokasi, Minggu (12/4) pagi, Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Poldasu AKBP Dwi Priyambodo mengatakan, Taman Lantas Portable itu  bisa dimanfaatkan anak-anak usia dini untuk pembelajaran tertib berlalulintas. seperti pentingnya menggunakan helm dan menaati rambu-rambu saat berkendara.

"Dalam kegiatan itu, anak-anak diberitahu agar berhenti saat lampu merah, siap-siap jalan saat lampu kuning, dan boleh melaju setelah lampu hijau menyala. Diharapkan, hal ini terus diingatnya, sehingga mereka terbiasa dan menjadi pelopor keselamatan berlalulintas di waktu mendatang. Tujuan sosialisasi ialah untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang semakin tinggi," sebutnya.

Sementara, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Poldasu AKBP Sujarno menambahkan, selain menyediakan Taman Lantas Ceria Portable di tempat umum, pihaknya akan mendatangi Taman Kanak-kanak (TK) secara rutin, untuk memberi pelajaran tertib lalu lintas. Diakui, seluruh TK yang dikunjungi merasa senang dan meminta kegiatan itu dilakukan secara berkelanjutan.

Terlihat di lokasi, sejumlah anak usia dini terlihat senang diberi kesempatan mencoba Taman Lantas Ceria Portable, menggunakan helm dan sepeda roda empat yang telah disediakan pihak Ditlantas Poldasu. Para orantua mengaku senang, selain bermain anak-anak juga memperoleh bimbingan tertib Lantas dari petugas Dit Lantas.


Sekedar informasi, Taman Lantas Ceria Portable aman digunakan karena berbahan lunak steoform. Taman tersebut didesain sedemikian rupa dengan dilengkapi jalan kota, gedung dan SPBU mini, disertai rambu-rambu lalu lintas, sehingga menyerupai keadaan dan situasi lalu lintas sebenarnya,ujarnya.

(K29/PP/sib/)
 

Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH MSi, Ditabalkan Kehormatan Melayu

alt

(Istimewa/sib)

Medan,(Pelita Pos)-Wagubsu Tengku Erry Nuradi foto bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH MSi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan pejabat lainnya usai ditabalkan menjadi warga kehormatan Melayu di Istana Kesultanan Deli, Istana Maimoon, Jl Brigjen Katamso Medan, Minggu (6/4) malam. Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH MSi ditabalkan menjadi warga kehormatan Melayu ditandai dengan penyematan tekuluk, keris dan kain selempang kepada keduanya di Istana Kesultanan Deli, Istana Maimoon, Jalan Brigjen Katamso Medan, Usai penabalan menjadi warga kehormatan Melayu, pemangku adat kesultanan Deli, Serdang, Langkat, Asahan dan sejumlah pemangku adat kesultanan di pesisir pantai timur Sumatera melakukan prosesi tepung tawar.

Turut memberikan tepung tawar Wagubsu Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Medan H T Dzulmi Eldin MSi, Kajatisu M Yusni SH, (Sekjen) Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB-MAMBI) Was Syaifuddin MA, Ketua Pengurus Daerah (PD-MABMI) Medan AKBP Drs Syafwan Khayat MHum, tokoh pemuda Sumut M Ghofur, A Nuar Erde, Wakil Ketua DPRD Medan dan sejumlah undangan lainnya.

Usai penabalan, Pangdam menyatakan, bangga menjadi warga kehormatan Melayu, suku yang tegar meski menerima perlakuan tragis dalam revolusi sosial tahun 1946 lalu.

“Hanya sedikit peninggalan kejayaan Melayu yang tersisa dari revolusi sosial. Salah satunya adalah Istana Maimoon, kerajaan Kesultanan Deli. Sebagian peninggalan kerajaan Melayu di pesisir pantai Sumatera, habis musnah. Begitu juga sejumlah sultan dan keluarganya,” sebut Rahmayadi didampingi Ny Dra Nawal Rahmayadi Br Lubis.

Rahmayadi juga berharap, kejayaan Melayu bangkit kembali menjadi satu kesatuan memperkuat NKRI. Istana Maimoon, merupakan peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya yang harus tetap lestari sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya berharap Sultan Muda kembali untuk membangun tanah Deli. Suatu saat nanti, saya akan menjemputnya dari Sulawesi agar Istana Maimoon yang dibangun tahun 1888 ini tetap lestari menjadi simbol kejayaan Melayu,” tambah Rahmayadi.

Kapolda juga mengaku bangga menjadi warga kehormatan Melayu, suku yang menjunjung tinggi adat istiadat, memiliki toleransi tinggi dalam sosial kemasyarakatan, suku pemaaf dan ramah.

“Hal yang sangat saya kagumi dari Melayu adalah kearifan lokalnya. Kearifan lokal ini menjadi perekat kebersamaan bersama suku lain yang hidup berdampingan dengan harmonis. Ini suatu kekuatan yang dapat menangkal berbagai ancaman, baik yang datang dari dalam maupun dari luar,” sebut Eko.
Harmonisasi seluruh suku di Sumut, baik suku asli maupun suku pendatang, merupakan miniature Indonesia yang layak mendapatkan apresiasi.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh Polres di wilayah kerja saya untuk membina kearifan lokal dan kebersamaan. Tujuannya untuk menangkal tindak kejahatan, tindak kriminal dan bahaya narkoba. Saya juga yakin, kearifan lokal di Sumut juga efektif menangkal ancaman idiologis dari kelompok tertentu,” ujar Eko.

Sementara Wagubsu Erry Nuradi menyatakan, dengan penabalan menjadi warga kehormatan Melayu, Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut tidak hanya memiliki tanggungjawab menjaga keamanan dan kondusivitas di Sumut, tetapi juga diharapkan memperhatikan tingkat kesejahteraan masyarakat Melayu yang tersebar di pesisir pantai timur Sumatera yang kini hidup di bawah garis kemiskinan.

(A14/f/sib)

 

alt

alt