Fri05142021

Last update03:59:51 PM GMT

alt

SUMATERA

Walikota Intruksikan Bawahannya Segera Atasi longsornya pekerjaan Underpass Titi Kuning

Medan (PP) - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan segera menyikapi dan mengambil langkah cepat untuk menyikapi longsornya pekerjaan Underpass Titi Kuning yang mengakibatkan kabel tanah sebagai pensupplay ke gardu induk Jalan Listrik menjadi padam.

Tak pelak peristiwa itu menyebabkan aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Medan menjadi padam, sebab material longsor, termasuk pondasi beton mengganggu kabel tanah 150 dan 20 KV. Oleh karenanya Wali Kota minta agar OPD terkait segera berkoordinasi dengan pelaksana proyek, termasuk pihak PLN sehingga persoalan listrik padam dapat diatasi.

Dikatakan Wali Kota, dirinya telah memerintahkan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan, OPD terkait lainnya serta camat setempat supaya berkoordinasi dengan dengan pelaksana proyek Underpass Titi Kuning untuk mengatasi longsor tersebut.

“Dengan koordinasi yang dilakukan tersebut, kita tentunya bisa mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mengatasi masalah longsor . Apabila pelaksan proyek Underpass Titi Kuning membutuhkan alat-alat berat, kita siap membantunya, termasuk personel sekali pun. Intinya, masalah longsor harus cepat diatasi,” kata Wali Kota di Medan, Rabu (12/9).

Sejalan dengan penanganan longsor yang dilakukan, Wali Kota kemudian memerintahkan kepada Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni  agar berkoordinasi sekaligus bersama-sama dengan pihak PLN Medan untuk mengatasi listrik padam tersebut.

“Listrik padam harus secepatnya diatasi, sebab aktifitas masyarakat banyak sekali yang tergantung dengan listrik. Kita tidak mau aktifitas masyarakat terganggu. Dengan kerja sama dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, insha Allah persoalan listik padam dapat diatasi,” ungkapnya optimis.

Oleh karenanya Wali Kota pun berharap kepada warga, terutama yang listriknya padam agar dapat  bersabar menyikapi persoalan ini.  “Jajaran kita beserta pelaksana proyek Underpass Titi Kuning serta PLN akan bahu mengatasi masalah ini, sehingga listrik padam secepatnya diatasi,” harapmya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak PLN, pasca longsor terjadi menyebabkan aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Medan terputus. Adapun kawasan yanglistriknya terputus iantaranya Jl Madong Lubis, Jl Thamrin, Jl Veteran, Jl Sutomo, Jl HM Yamin, Jalan Timor, Jl Bangka, Jl Pandan, Pajak Sambu dan Jl Timur Bau.

Kemudian disusul seputaran Sun Plaza, Jl Kereta Api, Jl  Merak Jingga, Uniland Plaza, JW Marriot, Jl  Stasiun KA dan Jl Perniagaan. Kemudian Jl KH Zainul Arifin, Jl Muara Takus, Jl Pagaruyung, Jl Cik Ditiro, Jl Taruma, Jl Mahyana dan Jl Jenggala.

Selanjutnya Jl Palang Merah, Jl Kol Sugiono, Jl Mangkubumi, Jl Masjid, Jl Pemuda, Jl Suprapto, Jl Multatuli, Jl Imam Bonjol. Lalu Jl Putri Hijau, Komplek TVRI, Jl Gudang, Jl Guru Patimus, Jl Sei Deli, Kanto Pos dan Jalan Balai. Selain itu RS Murni Teguh dan Centre Point, Jl Cut Mutia, Jl Kartini, Jl Agus Salim, Jl Samanhudi dan Jl Juada.

Listrik padam juga terjadidi Jl Monginsidi, Jl Polonia, Jl Starban,  Komplek AURI, Jl Karya Pembangunan, Jl Karya Sejati, Jl Ternak, Jl Pekong, Jl Suwondo, Jl Perhubungan, Jl Wali Kota , Jl Masdulhak, seputaran Jl suparman, Jl Dr Mansyur,Jl Diponegoro, Jl Hang Tuah, seputaran Lapangan Merdeka, seputaran Jl Thamrin serta Jl Hindu.

Pemko Medan dan Pemko Tangerang melakukan kerjasama di bidang smart city

Medan (PP) - Pemko Medan dan Pemko Tangerang melakukan kerjasama di bidang smart city. Sebab, Pemko Medan tertarik dengan program smart city yang telah diterapkan Pemko Tangerang saat ini. Dengan kerjasama yang dilakukan tersebut, Pemko Medan akan mengadopsi sekaligus mengembangkannya di Kota Medan.

Kerjasama itu dituangkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wali kota Tangerang H Arief R Wismansyah di Pemko Tangerang, Jumat (21/9/2018). Dengan kerjasama yang dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilakukannya MoU tersebut, ada 21 aplikasi baik itu layanan publik dan pemerintahan yang akan turut dikembangkan Pemko Medan. Di samping itu Pemko Medan sangat tertarik dengan aplikasi command centre  yang bernama Tangerang Live Room yang berada di lobi Kantor Wali Kota Tangerang.

Tangerang Live Room (TLR) merupakan ruangan untuk memonitoring berbagai aktifitas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tangerang. Di samping itu TLR juga berfungsi untuk menghimpun data-data atau informasi dari masing-masing OPD. Melalui data maupun informasi itu nantinya menjadi acuan untuk menindaklanjuti  apa yang menjadi masalah di Kota Medan.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wali kota Tangerang H Arief R Wismansyah di Pemko Tangerang, Jumat (21/9/2018). (Tribun Medan/HO)

Oleh karenanya Wali Kota sangat tertarik dengan TLR  dan ingin mempelajari pembangunan command centre tersebut. “Apabila kita dapat membangun command centre seperti TLR ini di Kota Medan, tentunya dapat memantau kinerja para OPD. Di samping itu juga dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota membuka pintu bagi Pemko Tangerang  jika ingin menjalin kerjasama di bidang lainnya yang sudah dibuat dan dijalankan Pemko Medan saat ini. “Kita siap membuka diri apabila Pemko Tangerang ingin melakukan kerjasama  dengan Pemko Medan. Sebab, kerjasama yang dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Wali kota.

Penandatanganan MoU antara Wali kota Medan dengan Wali Kota Tangerang turut dihadiri Kadis  Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan  Zain Noval, Kabag Hakda Setdako Medan Rivai Nasution dan Kabid Persandian Dinas Kominfo Medan Tofan Ginting. Di sela-sela penandatanganan MoU, Zain Noval juga melakukan  penandatangan perjanjian kerjasama dengan Kadis Kominfo Kota Tangerang Syamsul Bahri.

Dalam kerja sama itu disepakati adopsi dan adaptasi aplikasi yang akan diterapkan di Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Medan. “Dengan dilaksanakannya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat dengan cepat dan maksimal,” ungkap Zain Noval.

 

 

Car Free Day Diwarnai dengan Deklarasi Eco Camp

Medan (     PP  )
              Pelaksanaan Car Free Day, Minggu (30/9) pagi di kawasan LapanganMerdeka kali ini menjadi sangat istimewa karena selain diisi dengan senam jantung sehat yang digalakkan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sumut yang dipimpin Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, SH, juga diramaikan dengan Deklarasi Eco Camp Yayasan Seri Amal.

              Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si yang hadir di tengah-tengah  ribuan anggota dan siswa Yayasan Seri Amal menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang mencerminkan kepedulian dan kecintaan lingkungan ini.

              Wakil Wali Kota mengatakan, kebersihan adalah kebutuhan bersama, karena itu pula menjadi tanggung jawab bersama. 
              "Sampah adalah tanggung jawab pribadi, bukan urusan orang lain. Kesadaran ini harus tertanam dalam diri kita," ucap Wakil Wali Kota. 
               Di samping itu, lanjut Wakil Wali Kota, harus pula disadari  bahwa parit dan sungai bukanlah tempat pembuangan sampah. Sampah itu menyumbat aliran air, sehingga tumpah dan menggenang ke jalan.  
               Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga memuji upaya Yayasan Seri Amal yang menerapkan kebiasaan tidak memproduksi sampah di sekolah binaannya. Ini artinya tidak ada lagi tong sampah di sekolah tersebut. 
               Menurut Wakil Wakil Wali Kota, usaha menciptakan kebiasaan siswa tidak menghasilkan sampah merupakan perwujudan penanganan sampah.

               "Ada program 4 R dalam penanganan sampah, yakni yakni Reduce, Reuse, Recycle, Repair. 
Kurangi, Pakai Ulang, Daur Ulang, dan Perbaiki. Nah, yang kalian  siswa-siswa lakukan adalah Reduce, mengurangi sampah," ucap sebut Wakil Wali Kota.

               Sejak pukul 06.00 WIB, warga Medan telah berdatangan ke kawasan Lapangan Merdeka. Ribuan warga berolah raga sepeda, jalan santai, dan sebagian besar mengikuti Senam Jantung Sehat yang digelar di sepanjang Jalan Pulau Pinang. Usai senam, bergantian jalan tersebut dipadati oleh siswa-siswi Yayasan Seri Amal yang mendeklarasikan Eco Camp. 
               Acara pembukaan Deklarasi Eco Camp ini ditandai dengan pelepasan balon terbang oleh Wakil Wali Kota didampingi Ketua Yayasan Seri Amal, Suster Geralda Sinaga. Selain itu juga dilakukan pembacaan Deklarasi Eco Camp Save Our Earth oleh Geralda Sinaga.
               Deklarasi itu berisikan komitmen melaksanakan kesadaran baru hidup ekologi yang berkualitas, sederhana, hemat, peduli, semangat berbagi, bermakna, dan  berpengharapan. (RF)

 
 
 
 

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima obor Asian Para Games 2018

Medan (PP) - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima obor Asian Para Games 2018 dari Gubsu Edi Rahmayadi di halaman Kantor Gubsu, Sabtu (22/9/2108). Obor itu selanjutnya diinapkan di Kota Medan dan selanjutnya  akan diarak keliling Kota Medan, Minggu (23/9/2018).

Pengarakan ini dilakukan dalam upaya untuk mensosialisasikan sekaligus mengajak masyarakat mendukung sekaligus  mensukseskan pelaksanaan pesta olahraga difabel tingkat Asia tersebut.

Sebelumnya, obor Asian Para Games yang diambil dari sumber api abadi Mrapen di Grobongan, Jawa Tengah itu diserahan Ketua Indonesia Indonesia Asian Para Games 2018Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari kepada Gubsu.

Sebelum tiba di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, obor telah diarak di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Usai penyerahan obor kepada Wali Kota, Gubsu mengatakan, obor ini menandakan semangat olahraga khususnya bagi kaum difabel. Oleh karenanya penyerahan obor yang dilakukan itu merupakan sejarah bagi Provinsi Sumatera Utara.

Itu sebabnya mantan Pangkostrad itu mengucapkan terima kasihnya kepada INAPGOC karena telah mempercayakan Sumut, terutama Kota Medan sebagai salah kota yang dilintasi Kirab Obor Asian Para Games 2018.

 “Hari ini merupakan sejarah bagi Provinsi Sumut. Untuk itu kita memberikan apresiasi kepada INAPGOC. Di samping itu kita juga mengapresiasi Pemko Medan dan masyarakat karena snagat antusias dalam menyemarakkan Kirab Obor Asia Para Games 2018.

Semoga rasa antusiasme dan semangat dari masyarakat di sini dapat menjadi motivasi bagi atlet difabel kita yang akan bertanding nanti,” kata Gubsu.

Sedangkan Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin S MSi berharap dengan diaraknya obor ini, warga Kota Medan ikut mendukung dan mensukseskan Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta 6-13 Oktober mendatang.

Apalagi Indonesia merupakan negara ketiga menjadi tuan rumah setelah China dan Korea Selatan.

 “Kita harapkan kesuksesan menggelar Asian Games 2018 dapat menjadi inspirasi dan spirit sehingga perhelatan Asian Para Games 2018 kembali menuai sukses.

Pemko Medan beserta seluruh jajaran beserta masyarakat Kota Medan mendukung penuih suksesnya pelaksanaan Asian Para Games yang akan diikuti sekitar 3.886 atlet difabel dari 42 negara di Asia tersebut,” harap Wali Kota.

 

 

angkal Pengaruh Negatif Asing dengan Nilai Luhur Budaya Bangsa*

Medan, (PP)

             Budaya asing yang masuk ke negara melalui teknologi komunikasi canggih memiliki pengaruh positif, tapi juga negatif. Jika generasi muda tidak memperkaya diri dengan nilai-nilai luhur seni  budaya bangsa, bukan tidak mungkin generasi mendatang tercerabut dari akar budayanya. 

             Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si pada acara Deklarasi Forum Sosial Seniman Ermediate (Forsase), Jumat (28/9) malam di Balai Zegita. 

             "Seni juga menjadi suatu wadah untuk mengembangkan bakat, karakter, dan kepribadian kuat, jujur, kompetitif dalam mengarungi kehidupan," sebut Akhyar dalam acara yang dihadiri Pimpinan DPRD Sumut, Ruben Tarigan , Wakil Bupati Karo, Cory S. Sebayang, Ketua Forsase, Moses Pinem, dan segenap seniman tradisi itu. 

             Wakil Wali Kota menilai, Forsase ini merupakan salah satu upaya positif untuk menggali kembali seni dan budaya bangsa sedari dini. Dengan demikian, lanjut Wakil Wali Kota, diharapkan lahir generasi yang menjadi garda terdepan pelestari seni dan budaya adi luhur suku Karo dan tentunya bangsa Indonesia.

             Lebih dari itu, tambah Wakil Wali Kota, pengalaman seniman Forsase ini juga diharapkan mampu mengembangkan sikap menghargai seni dan  budaya serta menjadi ajang memperkuat tali kebangsaan dan moralitas anak bangsa.

            Acara ini berlangsung dalam suasana keakraban. Kehadiran Wakil Wali Kota juga mendapat sambutan hangat. Sebagai tanda penghormatan, panitia juga memakaikan  Bulang-bulabng kepada Akhyar. 

            Pada malam deklrasi ini juga digelar pengukuhan kepengurusan Forum Sosial Seniman Ermediate (Forsase). ( Y H )

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kembali menghadiiri Forum Global Harbor Cities

Medan (PP) Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kembali menghadiri undangan untuk mengikuti Forum Global Harbor Cities di Kota Khaosiung, Taiwan, yang berlangsung mulai 25-27 September 2018. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari forum yang telah digelar pertama kali dua tahun silam (2016).

Dalam forum yang kedua ini, para peserta yang berasal dari 25 kota pelabuhan terbesar di dunia, termasuk Kota Medan membahas pentingnya menjalin kerja sama sekaligus upaya mengendalikan pembangunan industri baru, keberlanjutan dan ekonomi samudra. Di samping itu juga sebagai sarana bertukar informasi tentang peluang dan tantangan yang muncul dengan adanya perkembangan teknologi dan restrukturisasi perekonomian dunia

Dikatakan Wali Kota, dipilihnya Kota Kaoshiung sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum ini untuk kedua kalinya karena kota yang merupakan hasil penggabungan Kota Kaohsiung dan Kabupaten Kaohsiung  sejak 25 Desember 2010 dianggap berhasil dalam merevitalisasi kawasan industri lama yang identik sebagai kawasan bersejarah menjadi kawasan industri baru.

“Forum ini sangat penting  digelar guna membicarakan tentang bagaimana pentingnya sebuah kota pelabuhan dalam menghadapai landscape global yang selalu berubah. Kemudian  bagaimana  mengatasi tantangan serta upaya membangun kerjasama antar anggota forum untuk berkembang bersama,” kata Wali Kota.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan kepada daerah yang memiliki wilayah pelabuhan terbesar seperti  Hong Kong, Singapura, Rotterdam (Belanda) dan Selandia Baru, jelas Wali Kota, ada 4 agenda yang menjadi topik pembahasan. Pertama, terkait  manfaat pengembangan pelabuhan bagi sebuah Kota.

 

 

WAKIL WALI KOTA AJAK MASYARAKAT KOTA MEDAN MERIAHKAN MTQ N XXVII Medan

Medan ( PP  )

Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk menyambut kegiatan ini dengan meriah  MTQN XXVII dan menunjukkan keramahtamahan sebagai tuan rumah kepada seluruh kafilah dan pengunjung yang berasal dari luar Kota Medan.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan saat menghadiri apel gelar pasukan persiapan MTQN XXVII tahun 2018 di Arena Utama  Jalan Wiliem Iskandar , Jum’at (28/9). Apel ini digelar untuk mengecek kesiapan personil maupun prasaran dan sarana secara keseluruhan.

Dikatakan Wakil Wali Kota, penunjukan Kota Medan bersama Kabupaten Deli Serdang menjadi tuan rumah merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan, untuk itu diharapkan masyarakat Kota Medan harus juga siap menyambut kehadiran kafilah dan pengunjung yang berasal dari luar Kota Medan dengan keramahtamahan dan menjadi tuan rumah yang baik.

“Saya mengajak Warga Kota Medan untuk mendukung penuh gelaran MTQ N XXVII ini dengan meriah. Mari tunjukkan keramahtamahan dan kita siap menyambut seluruh kafilah yang datang dari 34 provinsi di Indonesia. Mari tunjukkan kita sebagai tuan rumah yang baik, “ Kata Wakil Wali Kota.

Guna mendukung suksesnya MTQN XXVII yang berlangsung dari 4-13 Oktober mendatang, Wakil Wali Kota mengungkapkan, Pemko Medan telah melakukan sejumlah pembenahan maupun perbaikan infrastruktur baik jalan, drainase maupun penerangan jalan melalui OPD terkait.

“Sejauh ini perbaikan berlangsung dengan baik dan lancar, tinggal melakukan penyelesaian akhir. Dalam beberapa hari ini segera rampung, Insya Allah satu hari jelang pembukaan keseluruhannya akan selesai. Untuk itu, kita akan terus melakukan pemantauan,” jelasnya didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Sosial H, Musaddad, Kabag Agama Setda Kota Medan Adlan, Camat Medan Perjuangan Pahri Matondang, dan Camat Medan Tembung Ahmad Barli Nasution.

Sebelum melakukan peninjauan, Wakil Wali Kota menghadiri Apel Gelar Pasukan Persiapan MTQN XXVII yang dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah. Usai apel, Gubernur hadir dan langsung meninjau kesiapan secara keseluruhan, semua aspek kesiapan fisik, mulai dari gerbang masuk lokasi MTQN XXVII 2018,  penataan pintu gerbang, lokasi parkir, taman, sampai pada kesiapan Astaka yang direncakan nantinya akan ada kejutan. Dimana penampilan kafilah melantunkan ayat Suci AlQuran, akan ditata sedemikian rupa. (RF)

 
 
 
 

Pemko Medan gelar apel kesiapsiagaan bencana Kota Medan di Lapangan Benteng Medan

 Medan (PP) - Pemko Medan gelar apel kesiapsiagaan bencana Kota Medan di Lapangan Benteng Medan, Rabu (19/9/2018). Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bertindak sebagai pimpinan apel. Selain siap dan sigap menghadapi berbagai kemungkinan resiko terjadinya bencana akibat cuaca ekstrim, tujuan apel digelar dalam rangka mendukung dilakukannya penataan kota guna menuju Kota Medan yang tertib dan teratur.

Apel ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Ir Akhyar Nasution MSi,  Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah, Danlanud Soewondo Medan Kol Pnb Dirk Poltje Lengkey, Plh Sekda Kota Medan Wieya Al Rahman, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta camat.
Sebelum apel dimulai, Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota dan unsur Forkopimda Kota Medan lebih melakukan pemeriksaan peserta apel yang terdiri dari personil gabungan Kodim 9291/BS, Polrestabes Medan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Basarnas Kota Medan serta personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum dari seluruh kecamatan se-Kota Medan.

Selain personel, apel kesiapsiagaan juga menghadirkan peralatan yang akan digunakan untuk mendukung kegiata tersebut seperti beberapa alat berat, ambulan sampah, truk, perahu karet, sepeda motor jenis trail dan peralatan lainnya.

Kota Medan Bentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana

Medan (       PP   )

                Penanggulangan bencana di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini masih bersifat seporadis, untuk itu perlu adanya peninjauan ulang dalam penanganan bencana tersebut agar lebih terstrukur sehingga penanggulangan bencana ini lebih maksimal ke depannya.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Medan Wakil Wali Kota Ir.H Akhyar Nasution, MSI ketika memimpin Rapat Pembentukan TRC-PB di Ruang Rapat II, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (25/9). Rapat ini dihadiri Komandan Batalyon Pangkalan I Belawan, Letkol Marinir, James Munthe, M.Tr.Hanla, Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring, Perwakilan Kodim 0201/BS, Perwakilan Kapolrestabes Medan, Perwakilan Basarnas Sumut, dan Sejumlah Pimpinan OPD lingkungan kota Medan.

Rapat ini membahas persiapan Pemko Medan membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB). Kehadiran Tim ini nantinya dapat melaksanakan pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dengan mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah bencana, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat membantu untuk mengkoordinasikan sektor terkait dalam penangangan darurat bencana.

Dikatakan Wakil Wali Kota,  harus ada sebuah penelaahan mengenai pemukiman di pinggiran sungai, karena kini warga sudah banyak yang mendiami daerah pinggiran sungai bahkan sudah sampai ke badan sungai. Hal ini perlu ditinjau ulang, ujar Wakil Wali Kota, karena masyarakat yang bermukim di daerah pinggiran sungai rentan menjadi korban banjir. Disamping itu, daerah aliran sungai merupakan daerah resapan yang seharusnya tidak didiami oleh masyarakat.

"Ada beberapa hal yang harus ditinjau ulang sebelum dibentuk TRC-PB Kota Medan, salah satunya kawasan yang sering dilanda bencana banjir di sepanjang sungai Deli dan sungai Babura. Artinya banyak warga yang bermukim di bantaran sungai sehingga jika terjadi hujan deras di kota Medan maupun di gunung sungai tersebut akan meluap dan warga yang bermukim di bantaran sungai  akan  menganggap hal tersebut bencana. Tentunya permasalahan ini harus diperhatikan terlebih dahulu", jelas Wakil Wali Kota.

Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring menjelaskan bahwa TRC-PB ini diperlukan Kota Medan untuk penanganan bencana yang lebih cepat dan terpadu. Selain itu keberadaan tim ini juga akan semakin mempermudah jika ada bantuan dari BNPB untuk penanggulangan bencana di Kota Medan.

"TRC-PB ini memiliki tugas pokok dan fungsi dalam pengkajian secara cepat dan tepat dilokalisir bencana dalam waktu tertentu dengan mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah bencana, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum", jelas Arjuna. (RF)

 
 
 
 

More Articles...

 

alt

alt